Rencana Gugat Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Penilaian Ricky Sitohang
Special Plan – Isu terkait rencana presenter Ruben Onsu untuk menggugat hak asuh anak dari Sarwendah kembali memperhatikan publik. Masalah ini semakin memanas di tengah perdebatan tentang kesejahteraan dua putrinya, dengan Ruben mengungkapkan kekhawatirannya bahwa anak-anaknya tidak mendapatkan perlindungan yang cukup di lingkungan Sarwendah. Sebagai pembela hukum, Ricky Sitohang memberikan pendapat mengenai langkah yang diambil Ruben, dengan menekankan bahwa “Special Plan” ini memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi pihak Ruben dalam proses hukum.
Langkah Hukum Ruben Onsu: Dari KPAI ke Pengadilan
Ruben Onsu memulai upayanya untuk merebut hak asuh anak dengan mengadukan kasus ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai langkah awal. Langkah ini dilakukan setelah Ruben merasa bahwa Sarwendah menghalangi kesempatannya bertemu anak-anak. Ricky Sitohang menilai bahwa langkah tersebut sudah tepat, karena KPAI memiliki wewenang untuk mengawasi kondisi anak dan memberikan rekomendasi terhadap kasus penggugatan hak asuh. “Special Plan” yang diterapkan Ruben dalam mempersiapkan langkah hukum ini dianggap strategis untuk memastikan proses berjalan lancar.
“Ya itu boleh-boleh saja, namun langkah itu tidak berdampak hukum,” kata Ricky Sitohang, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (25/6/2026). Jika memang benar Ruben dipersulit Sarwendah bertemu anak, Ricky meyakinkan bahwa gugatan hukum bisa menjadi alat untuk memperoleh keadilan. Eks staf ahli Kapolri ini juga menekankan bahwa “Special Plan” yang dibuat Ruben memiliki dasar kuat dalam menyusun argumen untuk menang.
Menurut Ricky Sitohang, hak asuh anak tidak bisa sepenuhnya dimonopoli oleh satu pihak, terutama jika terdapat bukti bahwa pihak lain tidak memberikan perhatian yang memadai. Ia menjelaskan bahwa dalam hukum perdata, pengadilan akan mempertimbangkan kondisi kesejahteraan anak dan kepentingan terbaik mereka. “Kalau memang itu juga dihalangi, tidak diberikan kesempatan ya digugat aja. Kalau digugat ke pengadilan dengan hak asuhnya, saya yakin pasti menang,” tukas Ricky, menegaskan bahwa “Special Plan” Ruben Onsu bisa menjadi bukti kuat untuk menggugat hak asuh anak.
Ruben Onsu, yang sebelumnya dikenal sebagai bapak dua anak dari Sarwendah, mengungkapkan bahwa kekhawatirannya terutama berkaitan dengan kondisi psikologis dan fisik kedua putrinya. Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir, Sarwendah menghindari pertemuan rutin dengan anak-anak atau memberikan perlakuan yang tidak seimbang. “Special Plan” yang dirancang Ruben Onsu mencakup persiapan bukti, keterlibatan pihak ketiga, dan strategi hukum yang menyeluruh untuk memastikan persidangan berjalan sesuai harapan.
Ricky Sitohang memperjelas bahwa gugatan hak asuh tidak hanya bergantung pada perasaan pihak yang bersangkutan, tetapi juga pada bukti-bukti konkret yang bisa dibawa ke pengadilan. “Special Plan” ini mencakup pengumpulan data, testimoni saksi, serta dokumentasi kondisi anak selama masa kehidupan di bawah asuhan Sarwendah. Dengan pendekatan ini, Ruben Onsu diharapkan dapat mengajukan klaim yang tidak hanya memenuhi standar hukum, tetapi juga memperkuat argumen bahwa anak-anaknya memerlukan perhatian lebih dari pihak yang lain.
