Nasional

Facing Challenges: Respons Survei Litbang Kompas, Rudianto Lallo Minta Reformasi Polri Terus Diperkuat

Respons Survei Litbang Kompas: Rudianto Lallo Dorong Penguatan Reformasi Polri di Tengah Tantangan Facing Challenges - Dalam tengah tantangan yang terus

Desk Nasional
Published Juni 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Respons Survei Litbang Kompas: Rudianto Lallo Dorong Penguatan Reformasi Polri di Tengah Tantangan

Facing Challenges – Dalam tengah tantangan yang terus menghadang institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, memberikan respons terhadap hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan peningkatan signifikan kepercayaan publik terhadap Polri pada 2026. Data survei menunjukkan angka kepercayaan mencapai 82,4 persen, melonjak dari 76,2 persen di tahun 2025. Hasil ini menjadi bukti bahwa reformasi Polri yang sedang dijalani semakin efektif, meski Rudianto Lallo menekankan bahwa perbaikan masih harus terus dilakukan. “Peningkatan kepercayaan publik dalam konteks menghadapi tantangan adalah pertanda positif, tetapi kita tidak boleh lengah,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Survei Litbang Kompas yang dilakukan antara 9 hingga 18 April 2026, melibatkan wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya menegaskan bahwa Polri tetap menjadi lembaga hukum paling dipercaya masyarakat, mengungguli Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, Rudianto Lallo menilai angka tersebut belum cukup untuk memastikan reformasi berjalan optimal, terutama dalam menghadapi tantangan baru seperti korupsi, disiplin, dan teknologi informasi.

Analisis Tantangan Reformasi Polri

Rudianto Lallo menyoroti bahwa kepercayaan publik yang meningkat tidak menjamin keberhasilan reformasi secara menyeluruh. “Kita masih menghadapi tantangan besar dalam memperkuat kelembagaan Polri, termasuk masalah internal seperti penyalahgunaan wewenang dan kurangnya transparansi dalam operasional,” jelasnya. Dalam menilai capaian survei, ia menekankan bahwa faktor utama peningkatan kepercayaan adalah komitmen Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam pengamanan maupun penyelenggaraan kegiatan sosial.

Kita harus terus menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas pelayanan, agar Polri bisa menjadi institusi yang lebih dekat dengan rakyat.

Politisi Partai NasDem tersebut juga menyebut bahwa angka kepercayaan 82,4 persen wajib dijadikan momentum untuk evaluasi lebih lanjut. “Ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perbaikan yang lebih besar. Reformasi Polri harus berjalan terus-menerus, bahkan di tengah tantangan yang semakin kompleks,” tambahnya. Menurut Rudianto, Polri perlu fokus pada peningkatan profesionalisme, pelatihan personel, serta penguatan sistem pengawasan internal untuk menjaga konsistensi kinerja.

Langkah Konkret dalam Menghadapi Tantangan

Rudianto Lallo mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung reformasi Polri dengan langkah konkret. Ia menyoroti bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya terukur dari angka survei, tetapi juga dari tindakan nyata yang dijalankan oleh lembaga tersebut. “Menghadapi tantangan membutuhkan keberanian dan keberlanjutan. Jika kita tidak konsisten, kepercayaan yang terbangun bisa tergerus kembali,” tegasnya. Menurutnya, Polri perlu mempercepat modernisasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Menurut data survei, kepuasan masyarakat terhadap layanan kepolisian juga meningkat menjadi 67,6 persen dari 65,1 persen sebelumnya. Angka ini mencerminkan respons yang lebih positif terhadap kinerja Polri di bidang pelayanan publik, seperti pengungkapan kasus korupsi dan pengamanan kegiatan sosial. Namun, Rudianto menekankan bahwa kepuasan ini bisa hilang jika Polri tidak terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Polri, menurut Rudianto, adalah efektivitas penggunaan teknologi dalam penyelidikan dan pelayanan. “Dengan adanya tantangan teknologi, kita harus memastikan bahwa Polri tidak ketinggalan zaman. Adaptasi terhadap digitalisasi sangat penting agar bisa menghadapi berbagai ancaman keamanan yang semakin dinamis,” imbuhnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan masyarakat dan keterlibatan pihak eksternal untuk memastikan reformasi berjalan sejalan dengan harapan publik.

Sebagai wujud komitmen menghadapi tantangan, Rudianto Lallo mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, Polri perlu memperkuat kolaborasi dengan lembaga lain, seperti KPK dan Kejaksaan, untuk mencegah korupsi di lingkungan internal. Kedua, penguatan sistem pendidikan dan pelatihan bagi anggota polisi agar lebih adaptif terhadap situasi sosial yang berubah. Ketiga, kebijakan reformasi harus disertai dengan kebijakan sosial yang lebih inklusif, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari perubahan tersebut.

Leave a Comment