Regional

Official Announcement: Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Ini Penjelasan Anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor

ntah Kasus Penganiayaan di Medan Official Announcement - Seorang anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, memberikan pengumuman resmi terkait dugaan

Desk Regional
Published Juni 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Official Announcement: Antonius Tumanggor Bantah Kasus Penganiayaan di Medan

Official Announcement – Seorang anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, memberikan pengumuman resmi terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan ke polisi. Dalam pernyataan yang disampaikan di Kantor Building Sopo, Jalan Mesjid, Medan, Senin (29/6/2026), tim kuasa hukum Tumanggor, yang terdiri dari Fernando Raja Sipahutar dan Lantur Tumangger SH MH & Rekan, mengklaim bahwa klien mereka tidak melakukan kontak fisik dengan korban. Pengumuman resmi ini bertujuan untuk meredam isu yang muncul setelah insiden terjadi di Gang Tapanuli, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, yang menimbulkan ketegangan antara dua pihak.

Pemicu Konflik dan Detail Insiden

Menurut pengacara, konflik bermula pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat Antonius berjalan ke simpang Gang Tapanuli untuk bertemu sejumlah pengurus Marga Manurung yang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Saat itu, sebuah mobil Avanza atau kendaraan serupa melintas dari arah Jalan Karya menuju Gang Tapanuli. Mobil tersebut hampir menyerempet dinding sambil menggeber mesin, membuat Antonius terkejut dan memandang kendaraan dari belakang. Meski mobil terus melaju, situasi menjadi lebih memanas ketika Antonius berusaha mengejar.

“Klien kami merasa terintimidasi dan diprovokasi oleh tindakan tersebut,” ujar Fernando Sipahutar.

Kontroversi ini terus berkembang setelah Antonius mengejar mobil hingga berhenti di depan rumah pengemudinya, yang ternyata merupakan tetangga. Di lokasi tersebut, terjadi adu mulut yang disaksikan oleh warga sekitar. Istri dan anak Antonius turut keluar rumah setelah mendengar keributan. Namun, pelapor kembali muncul dan berteriak, sehingga pertengkaran kembali meletus di Gang Tapanuli. Pengumuman resmi dari Tumanggor menjadi bagian penting dalam upaya menjelaskan peristiwa tersebut kepada publik.

Reaksi Komunitas dan Konteks Sosial

Insiden ini menarik perhatian warga sekitar, yang awalnya hanya menyaksikan tetapi kemudian terlibat dalam menyampaikan pendapat. Beberapa warga mengatakan bahwa konflik tersebut berakar dari perselisihan lama antara kedua pihak. Sebagai anggota DPRD, Antonius Tumanggor dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam memediasi masalah sosial di lingkungannya, sehingga kejadian ini memicu tanda tanya besar.

Di sisi lain, pihak pelapor mengklaim bahwa Antonius melakukan tindakan kekerasan terhadap Robin Marojahan Silalahi. Mereka menyebutkan bahwa suara keras dan tindakan mengejar mobil memicu emosi korban, yang akhirnya melaporkan ke polisi. Pernyataan resmi dari Tumanggor segera dikeluarkan untuk memastikan masyarakat mengetahui bahwa tidak ada kontak fisik terjadi, meskipun faktor provokasi tetap menjadi sorotan.

“Klien kami tidak melakukan penganiayaan, tetapi hanya merespons tindakan provokasi dari pihak pelapor,” tambah Lantur Tumangger.

Langkah Hukum dan Penjelasan Selengkapnya

Tim kuasa hukum Tumanggor berupaya menjelaskan detail peristiwa tersebut melalui pengumuman resmi yang mereka sampaikan. Mereka menyatakan bahwa pertengkaran bermula saat Antonius mengikuti mobil hingga berhenti di depan rumah pengemudi. Di sana, terjadi adu mulut yang terus memanas, hingga akhirnya memicu tindakan emosional dari anak korban. Pengumuman resmi ini juga menekankan bahwa Tumanggor tidak mengakui adanya kesalahan, tetapi menuntut klarifikasi dari pihak pelapor.

Kasus ini sekarang menjadi bahan perdebatan dalam masyarakat. Beberapa warga mendukung penjelasan dari Tumanggor, sementara yang lain merasa bahwa pelaporan ini perlu diteliti lebih lanjut. Dengan pengumuman resmi yang diberikan, upaya untuk memastikan fakta diungkapkan secara jelas diharapkan dapat mengurangi kesan negatif yang mungkin menimpa anggota DPRD Medan tersebut.

Sebagai anggota legislatif, Antonius Tumanggor memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik. Dengan pengumuman resmi yang diberikan, ia berusaha menjelaskan situasi secara transparan. Namun, kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi para anggota DPRD untuk lebih memperhatikan respons masyarakat dan memastikan pengungkapan informasi yang akurat serta cepat.

Leave a Comment