Awkarin Diperiksa Polisi: Investigasi Terkait Penipuan Hanania Travel dan Pengembalian Uang Saku Umrah
Proses Pemeriksaan dan Konteks Kasus Penipuan
Awkarin Diperiksa Polisi – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Selebgram Karin Novilda, yang lebih dikenal dengan nama awam Awkarin, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah oleh Hanania Travel. Kasus ini mengemuka setelah muncul laporan bahwa perusahaan penyelenggara umrah tersebut tidak memberikan fasilitas yang dijanjikan kepada calon jemaah. Awkarin, sebagai salah satu influencer yang terlibat, diperiksa sebagai bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap alur dana yang berpotensi terlibat dalam skema penipuan tersebut.
Menurut kuasa hukum Awkarin, Artahsasta, pemeriksaan yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026) malam, mencakup pertanyaan tentang kerja sama promosi dengan Hanania Group. Perusahaan ini dikenal sebagai PT Khazanah Tamma Internasional, yang sebelumnya memperoleh banyak dukungan dari berbagai selebriti dan influencer. Awkarin diduga menerima imbalan berupa uang saku sebagai bagian dari peran sebagai endorse atau brand ambassador.
“Pemeriksaan hari ini menghasilkan beberapa poin penting, khususnya terkait aliran dana yang diterima Awkarin dari Hanania Travel,” jelas Artahsasta. “Klien kami memang terlibat dalam kerja sama promosi, dan hal ini menjadi fokus investigasi.”
Proses pemeriksaan ini dilakukan setelah penyidik memperoleh informasi dari pihak-pihak terkait yang menyebutkan bahwa Hanania Travel menyelenggarakan program umrah dengan paket yang menarik, tetapi tidak transparan dalam pengelolaannya. Awkarin, yang telah melakukan promosi melalui media sosial Instagram selama berpartisipasi dalam program tersebut, dianggap terlibat dalam penyebaran informasi yang bisa memengaruhi keputusan jemaah untuk mengikuti layanan umrah yang disediakan perusahaan.
“Awkarin memang telah mempromosikan Hanania Travel selama berbulan-bulan, dengan total 12 materi promosi yang diunggahnya,” tambah Artahsasta. “Dari sembilan foto dan tiga video tersebut, ada indikasi bahwa perusahaan memberikan fasilitas umrah sebagai imbalan.”
Uang Saku Umrah dan Transparansi dalam Proses Penyelidikan
Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam pemeriksaan Awkarin adalah jumlah uang saku yang diterimanya. Awkarin menyatakan bahwa uang tersebut sudah dikembalikan ke penyidik sebagai bentuk kooperatif dalam menyelidiki kasus penipuan yang menimpa jemaah. Meski nomor dan detail uang saku belum diungkap secara rinci, namun penyidik menilai bahwa pengembalian dana menjadi bukti keseriusan Awkarin dalam menjalani proses hukum.
Proses pengembalian uang saku ini juga diungkapkan oleh Artahsasta, yang menyebutkan bahwa beberapa influencer lain sudah menjalani pemeriksaan sebelumnya. “Dari informasi yang diperoleh, beberapa artis terlibat dalam penerimaan dana dari Hanania Travel,” ujarnya. “Awkarin, sebagai bagian dari kelompok tersebut, telah mengembalikan uang saku secara utuh kepada pihak berwenang.”
“Klien kami berkomitmen untuk melaporkan seluruh transaksi terkait kerja sama dengan Hanania Travel,” terang Artahsasta. “Jumlah uang saku bisa dijelaskan lebih lanjut saat penyidik melakukan penyelidikan lebih mendalam.”
Kasus ini juga menarik perhatian publik, khususnya masyarakat yang mengikuti program umrah. Banyak jemaah merasa kecewa karena tidak menerima fasilitas yang dijanjikan, sementara influencer seperti Awkarin dinilai bisa berperan dalam memperkuat reputasi perusahaan. Dengan pemeriksaan Awkarin, penyidik berharap dapat mengidentifikasi kemungkinan adanya kesengajaan dalam menyebarkan informasi yang kurang akurat.
