Richa Novisha Masih Emosional Saat Mendengar Sirene Ambulans Setelah Kehilangan Gary Iskak
Visit Agenda – Empat bulan setelah kecelakaan maut yang menewaskan aktor Gary Iskak, Richa Novisha, istri almarhum, masih merasakan kesedihan yang tak pernah benar-benar menghilang. Setiap hari, suara sirene ambulans tetap menjadi pengingat akan peristiwa yang mengguncang hidupnya. Meski telah delapan bulan berlalu, Richa mengakui bahwa rasa sedih tak bisa dipadamkan, terutama saat melintasi lokasi kecelakaan dan tempat perawatan terakhir sang suami.
Kecelakaan yang Membawa Perubahan
Kejadian tragis pada 29 November 2025 yang mengakhiri usia Gary Iskak berdampak besar pada kehidupan Richa. Saat ini, ia tetap menjalani rutinitas harian dengan rasa kehilangan yang terus mengiringi. Visit Agenda yang sebelumnya menjadi bagian dari harian mereka kini dihiasi oleh keinginan untuk kembali mengingat momen-momen indah bersama Gary. Richa menjelaskan, suara sirene ambulans sering memicu kenangan yang terasa begitu nyata, membuatnya merasa seperti masih berada di situasi yang memicu duka.
“Sekarang, suara ambulans jadi pengingat akan perjalanan kita bersama,” katanya dalam wawancara terbaru. “Bukan trauma, lebih ke trigger yang membuat saya merasa sedih. Kalau dulu, Gary selalu berkata, ‘Nanti kita bisa ke tempat ini, jadi jangan takut.’” Setiap kali melintasi TKP kecelakaan, Richa mengalami gelombang emosi yang mengingatkannya pada hari-hari bersama suami yang telah pergi.
Kesedihan yang Tidak Pernah Pergi
Richa Novisha menyadari bahwa kehilangan Gary Iskak menjadi bagian dari kehidupannya yang tak bisa dipisahkan. Ia mencoba mengatur emosi dengan berfokus pada Visit Agenda yang masih menjadi kenangan berharga. Namun, suara sirene ambulans tetap menjadi penghalang dalam proses penyesuaian diri. “Kadang, saya merasa seperti masih dalam proses kesedihan, terutama ketika sendirian,” ungkapnya. “Jadi, saya selalu mencoba menenangkan diri dengan mengingat momen-momen yang penuh kebahagiaan bersama Gary.”
Dalam wawancara terbaru, Richa juga menyebutkan bahwa ia tetap mengunjungi lokasi kecelakaan dan tempat perawatan terakhir Gary secara rutin. “Saya ingin merasakan kehadirannya, walaupun hanya melalui kenangan,” katanya. “Saya merasa Visit Agenda kita masih terus berlanjut, meski tanpa Gary. Karena setiap harinya, saya seperti masih membangun kembali kenangan bersama.”
Perjalanan Penyesuaian Emosi
Kecelakaan yang menewaskan Gary Iskak menjadi momen penting dalam kehidupan Richa. Meski kesedihannya terus mengalir, ia berusaha menjaga keseimbangan antara keinginan untuk mengingat sang suami dan kebutuhan untuk melangkah maju. “Saya masih bisa menahan rasa sedih saat bersama anak-anak dan teman-teman, tapi ketika sendirian, perasaan itu bisa mengguncang,” bebernya. “Dengan Visit Agenda yang saya jalani, saya merasa masih bisa menghubungkan diri dengan kehidupan Gary, meski di balik duka yang dalam.”
Richa juga mengungkapkan bahwa kecelakaan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga menginspirasi kehidupan sehari-hari. Ia mencoba mengubah Visit Agenda yang sebelumnya penuh dengan rencana bersama Gary menjadi rencana baru untuk keluarga. “Saya berusaha membuat Visit Agenda kita lebih berkesan, walaupun tanpa sang suami,” katanya. “Sekarang, saya mengingatkan diri sendiri untuk tetap menjalani hari dengan semangat, karena Gary ingin saya bahagia.”
Dengan keadaan yang masih terguncang, Richa Novisha tetap berusaha mencari kekuatan dalam kenangan. Visit Agenda yang sempat ia tinggalkan akibat duka, kini menjadi cara untuk merayakan kehidupan bersama Gary. Ia juga menyebutkan bahwa perasaan emosional yang muncul saat mendengar sirene ambulans bukan hanya bentuk trauma, tetapi juga simbol dari cinta yang tak pernah pudar. “Setiap suara sirene itu seperti kotak suara yang membawa kembali perasaan kehilangan, tapi juga keinginan untuk tetap merawat kenangan bersama Gary,” tambahnya.
