Solving Problems: Ijazah S-3 Roy Suryo Dipersoalkan Taufik Bilfaqih, Mikhael Sinaga: Ini Pengalihan Isu
Solving Problems memperoleh perhatian luas setelah Taufik Bilfaqih, Ketua Umum Gibranisti, menyoraki keaslian ijazah S-3 Roy Suryo. Penyelidikan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperjelas permasalahan akademik yang berkembang. Mikhael Sinaga, seorang podcaster dari Sentana TV, menyatakan bahwa tindakan Taufik merupakan cara mengalihkan isu dari kasus ijazah dugaan palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang diselidiki.
Konteks Penyelidikan Ijazah Roy Suryo
Perdebatan seputar ijazah Roy Suryo bermula dari dugaan pelanggaran akademik yang ia alami selama masa studi. Taufik Bilfaqih mengklaim bahwa Roy Suryo dinyatakan lulus S-3 meskipun dalam status terpidana dengan putusan tetap. Menurut Taufik, aturan rektorat menyatakan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam proses hukum seharusnya tidak boleh diberikan gelar doktor. “Ini mengingatkan kita tentang pentingnya mengikuti aturan secara ketat dalam pengawasan akademik,” ujarnya.
“Kami menemukan bahwa Roy Suryo tidak memenuhi syarat sebagai mahasiswa yang layak mendapatkan gelar doktor. Ini bukan hanya soal ijazah, tapi juga transparansi dalam proses pendidikan,” terang Taufik dalam wawancara di Kompas TV.
Mikhael Sinaga menanggapi bahwa tindakan Taufik hanyalah strategi mengalihkan fokus dari isu utama. Ia menekankan bahwa solving problems dalam kasus ijazah Roy Suryo adalah bagian dari dinamika politik akademik. “Mereka memulai dengan menggali masalah Roy, lalu menyambungkan ke kasus Jokowi. Ini adalah pola yang sering digunakan dalam mengelola isu,” jelas Mikhael.
Proses Pemeriksaan dan Reaksi Pihak Roy Suryo
Menurut informasi terbaru, Taufik Bilfaqih telah melaporkan Roy Suryo ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan nomor LP/B/2805/VII/SPKT/2026. Laporan ini mengemukakan dugaan pencemaran nama baik terhadap Roy Suryo. Roy Suryo, yang pernah diberi hukuman 9 bulan penjara atas kasus meme stupa Candi Borobudur pada 28 Desember 2022, telah bebas pada Mei 2023. Setelah itu, ia dinyatakan lulus program S-3 pada 2024.
“Kami bersiap untuk menjawab semua pertanyaan terkait ijazah Roy. Ini adalah solving problems yang menyangkut integritas akademik dan kredibilitas institusi pendidikan,” kata tim Roy Suryo dalam pernyataan resmi.
Mikhael Sinaga juga menyoroti bahwa solving problems dalam kasus ini bisa berujung pada konflik antara akademik dan politik. Ia membandingkan situasi Roy Suryo dengan kasus ijazah mantan Menpora Rismon yang sempat menjadi sorotan. “Kasus ini mengingatkan kita bahwa pengejaran ijazah tidak selalu bersih, terutama jika terlibat dalam isu politik,” imbuhnya.
Taufik Bilfaqih menegaskan bahwa ijazah Roy Suryo menjadi bahan perdebatan karena keterlibatannya dalam skandal besar. Ia berharap pihak universitas menjawab semua pertanyaan secara transparan. “Jika ada kelemahan dalam proses, maka harus diperbaiki. Ini adalah langkah awal solving problems,” pungkas Taufik.
