Prabowo’s Key Strategy: KDMP Takes 5% Margin, Benefits Farmers and Consumers
Beritahitam.com – Dalam sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) adalah bagian dari strategi utama pemerintah untuk mengoptimalkan distribusi hasil pertanian. Menurut Prabowo, inisiatif ini bertujuan mengurangi beban margin yang selama ini diambil oleh perantara di tengah rantai pasok, sehingga petani dan konsumen dapat menikmati manfaat langsung dari transaksi mereka.
Problem in Agricultural Distribution Chain
Kebijakan distribusi pertanian saat ini sering kali mengakibatkan kehilangan keuntungan signifikan bagi petani. Prabowo menjelaskan bahwa proses dari kebun ke pasar melibatkan lima tahapan: petani, pedagang pengumpul, distributor, sub-distributor, grosir, dan ritel. Setiap tahap ini secara rutin menarik margin keuntungan yang besar, mencapai 30 hingga 40 persen dari total transaksi, sesuai data yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian.
“Dengan sistem distribusi yang terlalu panjang, keuntungan yang seharusnya menjadi milik petani terbawa ke tengah-tengah. Untuk itu, kami mengusulkan KDMP sebagai solusi,” tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan koperasi ini akan memperpendek rantai pasok, sehingga mengurangi jumlah pihak yang mengambil keuntungan. Ia menjelaskan bahwa margin yang diambil oleh KDMP hanya sebesar 5 persen, yang digunakan untuk menutupi biaya operasional dasar dan menjaga kestabilan harga. Dengan model ini, keuntungan sebesar 95 persen akan langsung masuk ke kantong petani dan konsumen, meningkatkan kesejahteraan kedua pihak.
Benefits of the Key Strategy
Kebijakan KDMP sebagai bagian dari Key Strategy ini diharapkan mampu mengubah struktur ekonomi pertanian. Petani akan mendapatkan harga jual yang lebih baik, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Sementara konsumen bisa menikmati harga lebih terjangkau, tanpa mengorbankan kualitas produk. Prabowo menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya fokus pada penghematan biaya, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
“Koperasi merah putih menjadi jembatan langsung antara produsen dan konsumen. Dengan margin hanya 5 persen, kami ingin menjaga keseimbangan ekonomi dan mengurangi risiko penurunan pendapatan petani,” jelasnya.
Distribusi langsung melalui KDMP juga dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Prabowo mengatakan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal, karena prosesnya lebih transparan dan minim intervensi dari pihak ketiga yang sering kali mempermainat harga.
Implementation and Expectations
Pemerintah rencananya akan mempercepat pengembangan KDMP di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Key Strategy yang diusungnya. Prabowo menegaskan bahwa koperasi ini akan beroperasi secara terpadu dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keberhasilannya. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan serta distribusi hasil pertanian.
“Strategi ini adalah jawaban untuk keadilan ekonomi. Kami ingin mengubah struktur pasar agar tidak hanya menguntungkan middlemen, tetapi juga rakyat,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, selain mengurangi margin distribusi, KDMP juga akan memberikan peluang bagi masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam ekonomi nasional. Ia menambahkan bahwa dengan kebijakan ini, petani tidak hanya bisa menikmati keuntungan lebih besar, tetapi juga memiliki akses lebih baik terhadap pasar, yang sebelumnya sering kali tidak merata.

