Bisnis

Latest Program: Kemenperin Perkuat SDM Industri melalui Kolaborasi Vokasi dengan Swiss dan Jerman

Kemenperin Tingkatkan Kualitas SDM Industri melalui Kerja Sama Vokasi dengan Swiss dan Jerman Latest Program - JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang

Desk Bisnis
Published Juli 21, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : David Lopez - beritahitam.com

Kemenperin Tingkatkan Kualitas SDM Industri melalui Kerja Sama Vokasi dengan Swiss dan Jerman

Beritahitam.com – JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas sektor manufaktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rangka menyambut visi Indonesia Emas 2045, Kemenperin terus memperbaiki kompetensi SDM melalui program pembangunan keterampilan vokasi. Peningkatan daya saing ini juga menjadi fokus utama dalam menghadapi dinamika global seperti transformasi digital dan ekonomi sirkular.

Dalam pernyataannya, Menperin menyatakan bahwa kecerdasan buatan, otomatisasi, serta peralihan ke industri hijau membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dan terus belajar. “Kita harus membangun SDM yang tidak hanya terampil tetapi juga inovatif dan responsif terhadap perubahan teknologi,” kata Agus. Untuk mewujudkan hal ini, Kemenperin bekerja sama dengan Pemerintah Swiss melalui SECO dan Swiss Contact, serta Jerman melalui GIZ GmbH.

Kemitraan Berkelanjutan untuk Standarisasi Pendidikan Vokasi

Colaborasi dengan kedua negara tersebut bertujuan mempercepat penyesuaian standar kompetensi SDM industri nasional dengan level global. Hubungan diplomatik Indonesia dengan Swiss telah berlangsung sejak 1951, sementara kerja sama dengan Jerman dimulai tahun 1952. Sejak 2018, BPSDMI Kemenperin secara konsisten bermitra dengan negara-negara tersebut melalui program Skills for Competitiveness (S4C) bersama SECO dan reformasi sistem pendidikan vokasi (TVET) oleh GIZ.

“Kemitraan ini membantu membangun budaya kolaborasi yang sehat antara lembaga pendidikan dan dunia industri,” ujar Doddy Rahadi, Kepala BPSDMI.

Doddy menjelaskan bahwa kegiatan kerja sama strategis ini telah memberikan hasil nyata dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, penyediaan peralatan praktik modern, peningkatan kapasitas puluhan ribu pendidik dan peserta didik, serta penguatan struktur kelembagaan sesuai standar manufaktur terkini. “Kita mulai merasakan perubahan signifikan, baik dari segi kualitas maupun keterlibatan industri dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, BPSDMI bersama Pemerintah Swiss dan Jerman meluncurkan acara National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 pada 21–23 Juli 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri masa depan serta merumuskan kebijakan SDM vokasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Comment