Internasional

Iran Sebut Amerika Alami Kelelahan Strategis, IRGC Ancam Inggris Jika Bantu Serangan AS

Iran Sebut Amerika Alami Kelelahan - Pemerintah Iran secara resmi menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang menghadapi kondisi kelelahan strategis. Pernyataan

Desk Internasional
Published Juli 26, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com

Teheran Klaim Washington Kehabisan Kekuatan, IRGC Peringatkan London

Beritahitam.com – Pemerintah Iran secara resmi menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang menghadapi kondisi kelelahan strategis. Pernyataan ini disampaikan setelah Washington memutuskan untuk menghentikan sementara gelombang serangan udara yang telah berlangsung selama dua malam berturut-turut. Meskipun penghentian ini memberikan jeda, berbagai indikator menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah masih sangat tinggi dan berpotensi memanas kembali.

Instruksi Presiden Trump untuk Jeda Operasi

Berdasarkan laporan dari Axios, Presiden Donald Trump memberikan perintah langsung untuk menunda operasi udara pada tanggal 25 Juli. Keputusan ini diambil setelah rangkaian serangan yang berlangsung selama 13 hari penuh. Namun, sumber dari Pentagon mengonfirmasi bahwa militer AS masih menyiapkan berbagai skenario darurat untuk melanjutkan operasi jika situasi memerlukan tindakan lebih lanjut dalam skala besar.

Media CBS juga melaporkan hal yang serupa. Juru bicara mereka mengutip pejabat regional yang tidak ingin namanya disebut bahwa tujuan utama penghentian serangan udara adalah untuk menjaga kelancaran jalur diplomatik antara Iran dan Oman. Jalur komunikasi ini dinilai krusial untuk mencegah eskalasi yang tidak terkendali.

Posisi Militer Iran dan Analisis Strategis

Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan operasi ini sepenuhnya sejalan dengan prinsip strategi pertahanan Teheran. Pendekatan yang dianut bersifat responsif terhadap setiap langkah yang diambil oleh pihak lawan.

“Karena strategi kami pada dasarnya bersifat pembalasan, kami juga telah menghentikan operasi pembalasan,” ujar Akraminia pada Sabtu (26/7/2026).

Lebih jauh, Akraminia menilai bahwa penghentian serangan udara oleh AS merupakan indikator jelas bahwa Washington sedang mengalami kondisi kelelahan strategis. Kondisi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat mungkin membutuhkan waktu untuk mengevaluasi kembali pendekatan militernya di kawasan tersebut.

Eskalasi dan Diplomasi di Washington

Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah membahas potensi eskalasi konflik dalam pertemuan yang digelar di Gedung Putih. Setelah pertemuan tersebut, seorang pejabat Pentagon menyatakan bahwa operasi ofensif saat ini “ditangguhkan” untuk sementara waktu. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi diplomasi.

Dialog Iran-Oman dan Keamanan Selat Hormuz

Sementara itu, Iran dan Oman terus melanjutkan dialog mengenai keamanan di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Iran menginformasikan bahwa kedua negara telah menggelar beberapa putaran pembicaraan pada tanggal 24 hingga 25 Juli di Teheran. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil menteri luar negeri dari masing-masing negara.

Tema utama yang dibahas adalah prinsip-prinsip umum serta mekanisme praktis untuk menjamin keselamatan pelayaran di jalur energi paling strategis di dunia tersebut. Meskipun telah menghasilkan sejumlah kemajuan, situasi keamanan di Selat Hormuz masih dinilai rapuh dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari semua pihak yang terlibat.

Leave a Comment