Beijing Meluncurkan Serangkaian Tindakan Retaliasi Terhadap Kebijakan Perdagangan Washington
Beritahitam.com – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas. Pada hari Selasa, tanggal 5 Agustus 2026, pemerintah Tiongkok mengumumkan serangkaian langkah balasan terhadap kebijakan perdagangan Washington. Langkah-langkah ini mencakup pembatasan ekspor drone serta penjatuhan sanksi kepada enam perusahaan asal Amerika Serikat.
Langkah Balasan Setelah Penetapan Tarif Baru
Keputusan ini diambil tidak lama setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap Tiongkok dan sejumlah mitra dagang lainnya. Washington mengenakan tarif tambahan sebesar 10 hingga 12,5 persen. Alasan utamanya adalah sejumlah negara dinilai belum mampu mengendalikan masuknya barang yang diduga diproduksi menggunakan kerja paksa.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menilai kebijakan terbaru Washington telah merugikan kepentingan ekonomi Beijing. Juru bicara kementerian tersebut menyatakan:
“China terpaksa mengambil tindakan balasan yang diperlukan, termasuk memperketat kontrol ekspor terhadap drone, komponen utama, dan teknologi terkait ke Amerika Serikat.”
Dampak pada Sektor Drone dan Industri AS
Drone menjadi salah satu sektor yang sensitif dalam hubungan kedua negara. Selain memiliki pasar komersial yang besar, teknologi drone juga memiliki aplikasi strategis di bidang pertahanan, pemetaan, logistik, hingga kecerdasan buatan (AI). Karena itu, pembatasan ekspor komponen drone diperkirakan dapat berdampak pada sejumlah industri di Amerika Serikat yang masih bergantung pada rantai pasok dari Tiongkok.
Sanksi Terhadap Enam Perusahaan Amerika
Selain pembatasan ekspor drone, Beijing juga mengumumkan sanksi terhadap enam perusahaan Amerika Serikat. Di antaranya perusahaan bioteknologi Applied DNA Sciences dan perusahaan riset geologi Stratum Reservoir. Pemerintah Tiongkok melarang organisasi maupun individu di wilayahnya melakukan transaksi bisnis, kerja sama, atau aktivitas lain dengan perusahaan-perusahaan tersebut.
Menurut Beijing, perusahaan-perusahaan itu dinilai mendukung penerapan sanksi Amerika Serikat terkait isu Xinjiang. Isu ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sumber utama ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Sebagai bagian dari langkah balasan, Tiongkok juga mengumumkan sejumlah kebijakan lain, antara lain:
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is China Balas Tarif Baru AS Perketat?
China Balas Tarif Baru AS Perketat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does China Balas Tarif Baru AS Perketat matter?
China Balas Tarif Baru AS Perketat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
