Pentagon Bantah Perang Iran Kuras Stok Rudal AS
Beritahitam.com – Isu mengenai penurunan persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran kembali menjadi sorotan publik. Berbagai media Amerika Serikat melaporkan adanya penurunan signifikan pada jumlah rudal pencegat THAAD dan Patriot yang digunakan dalam operasi militer. Namun, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dengan tegas membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa kesiapan militer Washington tetap terjaga dengan baik.
Klaim bahwa stok rudal menipis ini muncul setelah laporan dari berbagai sumber terpercaya menyebutkan bahwa penggunaan rudal dalam konflik Iran-Amerika Serikat mencapai level yang cukup tinggi. Beberapa analis militer bahkan memperkirakan bahwa persediaan rudal Patriot dan THAAD bisa berkurang hingga separuh dari kapasitas semula jika tren penggunaan ini terus berlanjut. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pejabat pertahanan AS.
Analisis CSIS: Penggunaan Rudal Mencapai Level Tinggi
Menurut laporan CNN yang mengutip data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan hampir 80 persen rudal pencegat THAAD selama periode konflik dengan Iran. Sementara itu, jumlah rudal Patriot juga mengalami penurunan drastis hingga mendekati setengah dari kapasitas awal. Angka-angka ini menjadi dasar dari berbagai spekulasi mengenai kesiapan militer AS di masa depan.
Lembaga analisis strategis tersebut memperkirakan bahwa sejak konfrontasi langsung dimulai pada 27 Februari hingga berakhir pada 27 Juli 2026, pasukan AS telah menembakkan sekitar 1.500 hingga 1.600 rudal Patriot ke berbagai target. Selain itu, sekitar 200 rudal pencegat THAAD juga digunakan untuk melindungi aset-aset strategis di kawasan Timur Tengah. Jika estimasi ini akurat, maka stok rudal Patriot diperkirakan turun dari 2.300 unit menjadi antara 760 hingga 830 unit. Untuk rudal THAAD, jumlahnya berkurang dari 452 unit menjadi sekitar 234 hingga 278 unit.
Dampak Terhadap Kebijakan Militer dan Trump
Laporan CSIS juga mengungkap bahwa beberapa pejabat militer tingkat tinggi telah memperingatkan Gedung Putih mengenai cadangan amunisi pertahanan udara yang kini berada pada level rendah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keputusan militer Washington jika konflik kembali memanas di masa depan. Hal ini diyakini menjadi alasan Donald Trump berkali-kali membatalkan ancaman serangan besar yang sebelumnya sering ia sampaikan dalam konflik tersebut.
Para ahli pertahanan juga menyoroti bahwa penurunan stok rudal ini tidak hanya berdampak pada operasi saat ini, tetapi juga pada kemampuan AS untuk merespons ancaman di berbagai front secara bersamaan. Kemampuan untuk melakukan multiple engagement menjadi lebih terbatas ketika persediaan rudal pencegat menipis.
Reaksi Resmi Pentagon dan CENTCOM
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menolak keras laporan yang menyebutkan penurunan drastis stok rudal. Melalui akun media sosial X pada 4 Agustus, Hegseth menyebut pemberitaan CNN sebagai informasi yang keliru dan menyesatkan publik.
“Judul berita CNN itu tidak benar. Sangat disayangkan kita memiliki begitu banyak media penyebar berita palsu,” tulis Hegseth dengan tegas.
Komando Pusat AS (CENTCOM) juga memberikan klarifikasi resmi bahwa Pentagon masih memiliki fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan operasi di Timur Tengah. Hal ini dilakukan dengan memindahkan rudal dari berbagai pangkalan militer Amerika yang tersebar di kawasan lain, termasuk Eropa dan Asia Pasifik. Strategi redistribusi ini diyakini dapat menjaga kesiapan operasional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada stok yang ada di kawasan Timur Tengah.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Stok Rudal AS
Berapa total stok rudal Patriot sebelum konflik? Sebelum konflik dimulai, Amerika Serikat memiliki sekitar 2.300 rudal Patriot dalam persediaan.
Apa yang dilakukan Pentagon untuk mengatasi penurunan stok? Pentagon melakukan redistribusi rudal dari berbagai pangkalan militer di Eropa dan Asia Pasifik ke kawasan Timur Tengah.
Kapan konflik antara AS dan Iran dimulai? Konfrontasi langsung antara pasukan AS dan Iran dimulai pada 27 Februari 2026.
Apakah klaim penurunan stok rudal sudah dibantah? Ya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara resmi membantah klaim tersebut melalui media sosial X pada 4 Agustus.
