Regional

Gunung Bromo Terbakar, BNPB Kerahkan 2 Helikopter Water Bombing Mulai Hari Ini

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mengatasi kebakaran yang melanda kawasan wisata Gunung Bromo

Desk Regional
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Gunung Bromo Terbakar BNPB Kerahkan 2 Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Api
  2. Related Reading

Gunung Bromo Terbakar BNPB Kerahkan 2 Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Api

Beritahitam.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mengatasi kebakaran yang melanda kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur. Operasi pemadaman udara ini dimulai sejak hari ini sebagai respons cepat terhadap situasi darurat yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dengan adanya dukungan helikopter, diharapkan proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif dan cepat dibandingkan hanya mengandalkan tim darat.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo telah membakar kurang lebih 60 hektare lahan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Tim gabungan dari berbagai instansi telah disiagakan di lokasi untuk memastikan operasi pemadaman berjalan optimal. BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, atau yang lebih dikenal dengan nama Aam, menjelaskan bahwa koordinasi antara tim darat dan udara menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Detail Luas Area dan Sebaran Titik Api

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 16.45 WIB, data terbaru dari BNPB menunjukkan bahwa kebakaran telah memakan sekitar 10 hektare di wilayah Probolinggo, tepatnya di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, area terbakar di Kabupaten Malang mencapai 50 hektare yang berlokasi di kawasan Jantur, TNBTS. Total luas area yang terbakar mencapai 60 hektare dengan sebaran yang cukup luas di kedua wilayah tersebut.

Kebakaran ini pertama kali terdeteksi sejak Senin (3/8/2036) pukul 17.00 WIB. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa yang disebabkan oleh peristiwa tersebut. Namun, aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo mengalami gangguan signifikan karena asap tebal yang menyelimuti kawasan. Para pengunjung disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas keamanan.

Operasi Water Bombing dan Tim Darat

Untuk mengatasi api yang sulit dijangkau, BNPB telah mengerahkan dua helikopter water bombing yang akan melakukan penyemprotan air dari udara. Operasi ini dilakukan secara bergiliran untuk memastikan area yang terbakar dapat dipadamkan secara menyeluruh. Selain dukungan udara, pemadaman darat juga dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan seperti gepyok, sprayer, dan satu unit mobil pemadam kebakaran. BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyediakan satu mobil tangki air untuk mendukung operasi.

“Berdasarkan perkembangan terkini pada Rabu (5/8/2026), api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, wilayah administratif Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, telah berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB,” kata Abdul Muhari dalam Siaran Pers BNPB, Kamis (6/8/2026) pagi.

Abdul Muhari menambahkan bahwa masih ada satu titik api yang belum berhasil dipadamkan karena berada di medan ekstrem dengan kontur yang terjal. Tim darat terus berupaya menjangkau lokasi tersebut dengan bantuan drone atau pesawat nirawak yang digunakan untuk memantau sebaran titik api dari udara. Hal ini memungkinkan petugas di darat untuk lebih mudah menjangkau lokasi yang sulit diakses.

“Namun, masih terdapat satu titik api di kawasan tersebut yang belum dapat dipadamkan karena berada di medan ekstrem dengan kontur terjal,” lanjutnya.

Dampak terhadap Wisata dan Langkah Pencegahan

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada aktivitas wisata. Sejumlah jalur pendakian dan area wisata ditutup sementara untuk memastikan keamanan pengunjung. BNPB bersama dengan BB TNBTS dan instansi terkait terus melakukan evaluasi terhadap kondisi cuaca dan kelembaban udara yang dapat mempengaruhi perkembangan api.

Langkah pencegahan juga dilakukan dengan meningkatkan patroli dan pemasangan alat deteksi dini di berbagai titik rawan. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak membuang puntung rokok atau sumber api lainnya di kawasan hutan. Selain itu, BNPB juga telah menyiapkan rencana kontinjensi jika api meluas ke area yang lebih luas.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Gunung Bromo

1. Kapan operasi water bombing dimulai? Operasi water bombing menggunakan dua helikopter dimulai sejak hari ini untuk membantu memadamkan api di kawasan Gunung Bromo.

2. Berapa luas total area yang terbakar? Total luas area yang terbakar mencapai 60 hektare, dengan 10 hektare di Probolinggo dan 50 hektare di Kabupaten Malang.

3. Apakah ada korban jiwa akibat kebakaran? Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa yang disebabkan oleh peristiwa tersebut.

4. Apakah wisata di Gunung Bromo ditutup? Sebagian jalur pendakian dan area wisata ditutup sementara untuk memastikan keamanan pengunjung, namun tidak seluruh kawasan ditutup.

5. Apa yang menyebabkan satu titik api belum padam? Satu titik api belum berhasil dipadamkan karena berada di medan ekstrem dengan kontur yang terjal, sehingga sulit dijangkau oleh tim darat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kebakaran Gunung Bromo, pembaca dapat mengunjungi halaman regional Tribunnews melalui https://www.tribunnews.com/regional.

Leave a Comment