Makalah MBG Catut Prabowo untuk Nobel Perdamaian 2026
Beritahitam.com – Isu Nama Prabowo Dicatut di Makalah kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, resmi memberikan klarifikasi terkait temuan sebuah dokumen ilmiah yang menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mencantumkan nama Presiden RI Prabowo Subianto sebagai kandidat penerima Nobel Perdamaian tahun 2026.
Dokumen akademik dengan judul lengkap ‘Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth’ ini memiliki ketebalan mencapai 69 halaman. Menariknya, di dalamnya nama Prabowo Subianto tercatat sebagai salah satu penulis dokumen tersebut, meskipun belum jelas apakah pencatutan tersebut dilakukan secara resmi atau tidak.
Klarifikasi Asal Makalah dari Hasan Nasbi
Menurut Hasan Nasbi, dokumen yang membahas program MBG untuk nominasi Nobel Perdamaian tersebut tidak berasal dari instansi pemerintah. Ia menilai perlu adanya verifikasi lebih lanjut guna mengidentifikasi pihak yang menyusun makalah ini secara detail.
“Kayaknya bukan dari pemerintah itu. Saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu kita harus cek,” kata Hasan di Istana, Jakarta, Kamis (6/8/2026) malam.
Investigasi Berjalan di Beberapa Instansi Pemerintah
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Mohammad Qodari, telah menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses investigasi terkait pencatutan nama Prabowo dalam makalah tentang MBG tersebut. Proses ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan legitimasi dokumen akademik yang beredar luas di masyarakat.
“Lagi diinvestigasi,” ujarnya di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Benni Irawan sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga mengonfirmasi adanya penyelidikan yang dilakukan oleh instansinya. Investigasi ini dilakukan mengingat pada bab lampiran makalah terdapat surat yang menggunakan kop resmi Kemendagri, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah surat tersebut benar-benar berasal dari kementerian tersebut.
“Sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu,” katanya usai menghadiri acara Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pasca Bencana di Sumatra, di Gedung Bakom, Jakarta, Rabu.
Detail Penulis dan Institusi dalam Makalah
Sebagai catatan tambahan, makalah MBG ini masih terdaftar pada sebuah platform website repositori digital yang berbasis data akademik. Selain Prabowo Subianto, terdapat beberapa penulis lain yang merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Dari Universitas Borobudur Jakarta, di antaranya terdapat Prof. Dr. Cicih Ratnasih, Mansuri, Dr. Sugiyanto Saleh, serta Prof. Dr. Dian Damayanti. Sementara dari Universitas Negeri Jakarta, hadir Prof. Dr. Ninuk Lustyantie dan Iwan Iwan sebagai kontributor dalam dokumen tersebut.
Program MBG dan Potensi Nominasi Nobel
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah Indonesia telah menjadi sorotan internasional karena skalanya yang masif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan pencapaian yang signifikan, tidak heran jika nama Indonesia dan para pemimpinnya mulai masuk dalam radar nominasi penghargaan bergengsi dunia.
Hasil investigasi dari berbagai instansi pemerintah diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai status sebenarnya dari makalah yang mencantumkan nama Prabowo Subianto ini. Masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan nama atau dokumen resmi dalam proses nominasi Nobel Perdamaian 2026.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Makalah MBG dan Nobel Perdamaian
Apa itu program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program MBG adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang menyediakan makanan bergizi secara gratis untuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Siapa saja penulis dalam makalah yang mencantumkan Prabowo Subianto?
Penulis dalam makalah tersebut meliputi akademisi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Prof. Dr. Cicih Ratnasih, Mansuri, Dr. Sugiyanto Saleh, Prof. Dr. Dian Damayanti dari Universitas Borobudur Jakarta, serta Prof. Dr. Ninuk Lustyantie dan Iwan Iwan dari Universitas Negeri Jakarta.
Apakah makalah ini resmi dari pemerintah?
Berdasarkan klarifikasi Hasan Nasbi, makalah tersebut tidak berasal dari instansi pemerintah. Proses investigasi masih berlangsung di beberapa instansi termasuk Bakom dan Kemendagri untuk memastikan keaslian dokumen.
Kapan hasil investigasi diharapkan keluar?
Proses investigasi sedang berlangsung dan hasilnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai status sebenarnya dari makalah yang mencantumkan nama Prabowo Subianto dalam nominasi Nobel Perdamaian 2026.
