Internasional

Perang AS-Iran Diyakini Akan Berakhir, Trump Klaim Teheran Tak Mampu Bertahan karena Pasokan Senjata

Perang AS Iran Diyakini Akan Berakhir dalam waktu dekat. Presiden Donald Trump mengungkapkan optimisme kuat bahwa konflik bersenjata antara kedua negara akan

Desk Internasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
DONALD-TRUMP-SAAT-BERPIDATO-DI-MICHIGAN-27072026
Foto : Emily Garcia - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Perang AS Iran Diyakini Akan Berakhir: Teheran Terancam Kehabisan Senjata
  2. Related Reading

Perang AS Iran Diyakini Akan Berakhir: Teheran Terancam Kehabisan Senjata

Beritahitam.com – Perang AS Iran Diyakini Akan Berakhir dalam waktu dekat. Presiden Donald Trump mengungkapkan optimisme kuat bahwa konflik bersenjata antara kedua negara akan segera mencapai penyelesaian. Pemimpin Amerika Serikat tersebut meyakini bahwa Iran sedang menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan persenjataan. Kekurangan ini diyakini akan melemahkan kemampuan Teheran untuk terus melakukan perlawanan terhadap kekuatan militer Amerika Serikat.

“Saya yakin situasi ini akan segera berakhir. Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi,” pernyataan Trump yang disampaikan di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis, 6 Agustus 2026, seperti dilansir oleh Al Arabiya.

Stok Amunisi Mulai Menipis

Laporan Reuters yang terbit pada Selasa, 4 Agustus 2026, mengungkap bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat telah menggunakan sebagian besar rudal jarak jauh berakurasi tinggi di seluruh dunia. Kontribusi ini terjadi selama lima bulan pertempuran dengan Iran. Ketika ditanya tentang kondisi persediaan amunisi, Trump memberikan respons yang beragam.

Menurutnya, Amerika Serikat memiliki jenis senjata tertentu dengan persediaan yang hampir tidak terbatas. Namun, ia juga mengakui adanya kategori senjata lain yang stoknya mulai berkurang signifikan.

“Kita memiliki tipe amunisi yang sangat efektif dengan persediaan hampir tak terhingga. Namun, ada juga jenis amunisi lain yang persediaannya lebih terbatas,” jelas Trump.

Trump menambahkan bahwa perusahaan pertahanan Amerika Serikat saat ini sedang memperluas kapasitas produksi. Pembangunan pabrik baru akan difokuskan untuk memproduksi rudal Patriot dan Tomahawk guna memenuhi kebutuhan operasional militer.

Para Ahli Mengkritik Kekurangan Senjata

AP News melaporkan bahwa para pakar militer menyatakan angkatan bersenjata AS kekurangan senjata canggih seperti pencegat rudal. Senjata ini selama ini melindungi pasukan Amerika dari serangan Iran. Lembaga pemikir Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington juga menerbitkan laporan yang menunjukkan penurunan signifikan dalam persediaan senjata.

Penurunan ini didasarkan pada dokumen anggaran serta informasi publik lainnya. Senator Mark Kelly, seorang Demokrat dari Arizona yang juga mantan pilot Angkatan Laut, menyoroti akar masalahnya. Menurutnya, kekurangan ini berasal dari perang yang tidak memiliki tujuan dan strategi yang jelas.

“Jika Anda mengetahui tujuannya dengan pasti, mungkin jumlah target hanya akan sekitar 500. Bisa juga hanya 200 target,” kata Kelly. Ia menambahkan bahwa Pentagon menginginkan miliaran dolar untuk memperbaiki masalah yang mereka ciptakan sendiri.

Kompromi Diperlukan untuk Selat Hormuz

Untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital secara ekonomi, Donald Trump kemungkinan perlu melakukan langkah di luar kebiasaannya, yaitu kompromi. Setiap konsesi akan terasa sulit bagi Trump, mengingat ia terus bersikeras bahwa tidak ada kebenaran di balik angka jajak pendapat yang merosot.

Ekonomi yang lesu dan menipisnya persediaan senjata utama militer AS menjadi tantangan tersendiri. Perang Iran yang dilancarkan bersama Israel lebih dari lima bulan lalu telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi domestik Amerika Serikat.

Eliot Cohen, yang pernah menjabat sebagai penasihat Departemen Luar Negeri di pemerintahan George W. Bush, memberikan pandangan kritis. Menurutnya, Trump membagi dunia menjadi pemenang dan pecundang. Pendekatan ini akan membuatnya menjadi pecundang dalam konflik yang sedang berlangsung.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Konflik AS-Iran

Berapa lama konflik AS-Iran telah berlangsung?

Konflik ini telah berlangsung lebih dari lima bulan sejak dilancarkan bersama Israel.

Apa yang menjadi penyebab utama kekurangan senjata AS?

Kekurangan ini disebabkan oleh penggunaan intensif rudal jarak jauh dan kurangnya strategi perang yang jelas.

Bagaimana posisi Selat Hormuz dalam konflik ini?

Selat Hormuz merupakan jalur ekonomi vital yang perlu dibuka kembali melalui kompromi dengan Iran.

Kapan Trump menyampaikan pernyataannya?

Trump menyampaikan pernyataannya pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Ruang Oval Gedung Putih.

Leave a Comment