Nasional

Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda jadikan Penghijauan sebagai Gerakan Berkelanjutan

Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir dalam acara peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo yang berlokasi

Desk Nasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
peresmian-Pusat-Persemaian-Sriwijaya-Kemampo
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda Jadikan Penghijauan Berkelanjutan
  2. Related Reading

Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda Jadikan Penghijauan Berkelanjutan

Beritahitam.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir dalam acara peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 2026. Kehadirannya dalam acara tersebut menandai wujud nyata upaya pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah tersebut. Dalam kesempatan penting tersebut, ia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjadikan penghijauan sebagai gerakan yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekologis serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Menurut Bima Arya, rehabilitasi hutan dan lahan tidak cukup hanya dilakukan dengan menanam pohon saja. Proses ini juga memerlukan perawatan rutin serta kolaborasi dari berbagai pihak terkait. Penanaman pohon seharusnya bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi target semata, melainkan usaha yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan penghijauan bergantung pada konsistensi dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan.

Penanaman ini bukan hanya sekadar seremoni, ini bukan sekedar aktivitas biasa, tapi ini tentang membangun ketahanan ekologis. Ini juga tentang sosial ekonomi. Ini yang tidak mudah mewujudkannya karena ini membutuhkan kolaborasi.

Kemendagri Dorong Indikator Ekologis dalam Perencanaan Daerah

Dalam konteks tersebut, Kementerian Dalam Negeri terus mendorong pemerintah daerah untuk menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Salah satunya dengan memastikan indikator ekologis menjadi perhatian dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Bima menjelaskan bahwa setiap perencanaan yang direncanakan oleh gubernur, bupati, atau wali kota harus memiliki indikator ekologis. Jadi setiap melakukan asesmen, pasti kita lihat unsur-unsur ini. Hal ini bertujuan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup.

Bima Arya menyadari bahwa mewujudkan penghijauan yang berkelanjutan bukan perkara mudah. Berbagai persoalan masih terjadi di lapangan, mulai dari alih fungsi dan konflik lahan, hingga pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan pendampingan agar program penghijauan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pusat dan daerah sangat krusial untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

Membangun Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk itu, Bima mengajak pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat membangun kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan penghijauan. Dengan keterlibatan banyak pihak, agenda penghijauan yang telah diinisiasi Presiden diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama. Ia menekankan pentingnya co-creation tidak hanya dengan sesama institusi pemerintah, provinsi, kota, kabupaten, tapi dengan kampus, dengan korporasi dan lain-lain. Dan kita jadikan bersama-sama penghijauan yang sudah diinisiasi dan diperintahkan oleh Presiden sebagai movement. Bukan hanya kegiatan, tapi gerakan.

Mari kita sama-sama bangun budaya merawat, bukan hanya sekedar menanam, bukan juga hanya sekedar seremoni, tapi semuanya berorientasi pada aksi yang permanen dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Direktur APP Group Soewarso, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, serta Forkopimda Kabupaten Banyuasin. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan pentingnya penghijauan sebagai agenda nasional yang melibatkan berbagai level pemerintahan dan sektor swasta.

Pentingnya Penghijauan untuk Masa Depan

Penghijauan yang berkelanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang sehat dan seimbang. Bima Arya menegaskan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan tantangan tersendiri dalam melaksanakan program penghijauan. Oleh karena itu, pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lokal sangat diperlukan. Melalui kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat mencapai target penghijauan yang ditetapkan secara nasional. Gerakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi dampak perubahan iklim, dan melestarikan keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penghijauan

Apa itu penghijauan berkelanjutan? Penghijauan berkelanjutan adalah program penanaman dan perawatan pohon yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial.

Mengapa indikator ekologis penting dalam perencanaan daerah? Indikator ekologis memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup.

Siapa saja yang terlibat dalam gerakan penghijauan? Gerakan penghijauan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan kolaborasi yang kuat.

Leave a Comment