Nasional

Muktamar ke-35 NU di Jombang Jawa Timur Diharapkan Tak Ada Intimidasi hingga ‘Culik-menculik’

Jakarta — Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin, menyampaikan aspirasi penting terkait penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang

Desk Nasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
diskusi-jelangg-muktamarrrrr-nu
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Muktamar ke 35 NU di Jombang: Bebas Intimidasi dan Culik-menculik
  2. Related Reading

Muktamar ke 35 NU di Jombang: Bebas Intimidasi dan Culik-menculik

Beritahitam.com – Jakarta — Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin, menyampaikan aspirasi penting terkait penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur. Ia berharap pertemuan tertinggi organisasi tersebut tidak diwarnai oleh berbagai bentuk intimidasi yang dapat membatasi kebebasan para muktamirin dalam memilih.

Keprihatinan tersebut disampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Suluh Nahdliyin di kawasan Menteng, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam acara bertajuk “Muktamar NU Untuk Semua”, Anis berharap forum ini dapat berjalan dengan suasana yang damai, terbuka, dan penuh sukacita bagi seluruh peserta.

Khawatir Terjadi Praktik Culik-menculik

Anis secara khusus mengingatkan agar tidak muncul praktik yang ia sebut sebagai “culik-menculik” terhadap para peserta Muktamar. Ia menegaskan bahwa para muktamirin harus memiliki ruang yang cukup untuk menggunakan hak pilih mereka secara bebas, tanpa campur tangan dari pihak manapun.

“Kami hadir dengan gembira, kami di sana memilih dengan gembira, tanpa ada tekanan, tanpa ada intimidasi, apalagi culik-menculik,” tegas Anis Maftuhin.

Menurutnya, ajang Muktamar seharusnya menjadi momentum konsolidasi organisasi, bukan menjadi ajang yang menimbulkan rasa takut atau ketegangan di kalangan peserta. Kekhawatiran ini muncul setelah ia mencermati berbagai dinamika yang berkembang menjelang penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.

Situasi di Ponpes Tambakberas

Anis menyoroti kondisi yang ada di Ponpes Tambakberas sebagai salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya praktik culik-menculik. Ia menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat memungkinkan hal tersebut terjadi, yang pada akhirnya dapat membuat Muktamar menjadi mencekam.

“Ini yang mengerikan. Sebab situasinya kalau kita lihat petanya hari ini, di Ponpes Tambakberas itu sangat memungkinkan culik-menculik. Akhirnya kan Muktamar jadi mencekam,” ujarnya disambut tawa para peserta diskusi.

Meskipun demikian, Anis tidak memberikan penjelasan rinci mengenai dasar kekhawatirannya maupun pihak-pihak yang ia maksud dalam pernyataannya. Ia lebih menekankan pentingnya menjaga suasana Muktamar agar seluruh peserta dapat mengikuti proses organisasi secara nyaman dan demokratis.

Muktamar untuk Semua Warga NU

Selain menyoroti potensi intimidasi, Anis juga mengingatkan agar perhatian warga NU tidak hanya terfokus pada kontestasi pemilihan pengurus. Energi organisasi seharusnya lebih diarahkan untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi oleh jam’iyah serta kebutuhan warga Nahdliyin.

Anis berharap Muktamar Ke-35 NU mampu melahirkan kepemimpinan yang fokus membenahi organisasi sekaligus mengembalikan NU pada fungsi utamanya dalam melayani umat. Ia ingin Muktamar NU benar-benar menjadi milik semua warga NU.

“Kami pengin bahwa Muktamar NU untuk semua. Kami hadir dengan gembira, memilih dengan gembira, tanpa tekanan, tanpa intimidasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Organisasi Muktamar NU juga telah mendorong pemilihan Ketua Umum PBNU melalui metode AHWA (Amanat Haul Walasan) untuk menghindari politik uang. Sementara itu, panitia Muktamar NU telah menyiapkan posko kesehatan 24 jam dengan RSUD Jombang dan Ploso Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan utama.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Muktamar ke 35 NU di Jombang

1. Kapan Muktamar ke 35 NU di Jombang akan berlangsung? Muktamar ke 35 NU di Jombang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026, dengan lokasi utama di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

2. Apa saja fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk peserta Muktamar? Panitia telah menyiapkan posko kesehatan 24 jam dengan RSUD Jombang dan Ploso Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan utama untuk memastikan kenyamanan peserta.

3. Bagaimana metode pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ini? Komisi Organisasi Muktamar NU mendorong pemilihan melalui metode AHWA (Amanat Haul Walasan) untuk menghindari praktik politik uang dalam proses pemilihan.

4. Apa yang dimaksud dengan praktik culik-menculik dalam konteks Muktamar? Praktik culik-menculik merujuk pada upaya membatasi kebebasan para muktamirin dalam menggunakan hak pilih mereka, baik melalui tekanan fisik maupun psikologis dari pihak tertentu.

5. Siapa saja tokoh yang menyampaikan pandangan tentang Muktamar ke 35 NU di Jombang? Selain KH Anis Maftuhin, berbagai tokoh NU dan anggota Komisi Organisasi Muktamar juga telah menyampaikan pandangan mereka terkait penyelenggaraan Muktamar ini.

Leave a Comment