Nasional

Dituding Pengecut, Dokter Tifa: Beli dan Borong Buku Saya, Jangan Cuma Jadi Komentator

Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan nama Dokter Tifa, kembali menegaskan posisinya dalam kasus yang melibatkan Presiden Joko Widodo. Terdakwa dalam

Desk Nasional
Published Agustus 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
dokter-tifa-ahli-cls-di-solo-ijazah-jokowi
Foto : Mary Smith - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Dokter Tifa Bantah Dituding Pengecut: Tolak Tawaran Damai Rp50 Miliar
  2. Related Reading

Dokter Tifa Bantah Dituding Pengecut: Tolak Tawaran Damai Rp50 Miliar

Beritahitam.com – Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan nama Dokter Tifa, kembali menegaskan posisinya dalam kasus yang melibatkan Presiden Joko Widodo. Terdakwa dalam tuduhan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI ini merasa tidak adil karena selama ini dianggap sebagai sosok pengecut yang mundur dari perjuangan. Melalui akun X pribadinya pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ia menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

Dokter Tifa menjelaskan bahwa ia tidak pernah berniat untuk berdamai dengan pihak yang menuduhnya. Ia menegaskan bahwa jika memang ada keinginan untuk rekonsiliasi, tawaran penyelesaian perkara yang pernah ia terima akan segera disetujui sejak lama. Ketegasan ini menunjukkan bahwa sikapnya bukan karena takut, melainkan karena merasa perjuangannya telah mencapai titik akhir.

Transparansi Tawaran Restorative Justice Rp50 Miliar

Dalam pernyataannya, Dokter Tifa membuka transparansi mengenai adanya penawaran restorative justice yang datang bersama paket finansial yang cukup besar. Ia menyebutkan secara tegas bahwa nilai paket tersebut mencapai Rp50 miliar. Penawaran ini datang sebagai bentuk upaya penyelesaian perkara di luar pengadilan.

“Saya buka transparan ini. Tawaran Restorative Justice kepada saya lengkap dengan paket Rp 50 M!”

“Apakah saya ambil? Tidak!”

Ketegasan penolakan ini disampaikan untuk menunjukkan bahwa ia tidak takut atau mundur dari perjuangan. Sebaliknya, ia merasa tugasnya sebagai peneliti dan pejuang sudah mencapai titik akhir. Dengan demikian, penolakan tawaran damai bukan berarti ia kehilangan semangat, melainkan karena ia merasa sudah menyelesaikan misinya.

Keputusan Hijrah Bukan Karena Rasa Takut

Dokter Tifa mempertanyakan para pihak yang masih menilai dirinya sebagai pengkhianat atau orang yang mundur dari perjuangan. Bagi ia, keputusan untuk berhijrah dari polemik ijazah Jokowi bukan didasari rasa takut, melainkan karena merasa perjuangannya telah selesai. Eksepsi yang diterima oleh pengadilan menjadi momen penting yang menandai kebebasannya dalam kasus tersebut.

“Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas. Karena itu saya katakan: saya hijrah,”

Dengan demikian, ia merasa tidak perlu lagi terlibat dalam kontroversi yang sama. Ia ingin fokus pada hal-hal yang lebih bermakna bagi masyarakat dan dirinya sendiri.

Fokus pada Isu-Isu Strategis Baru

Setelah memutuskan untuk hijrah, Dokter Tifa ingin mengalihkan perhatiannya kepada berbagai persoalan lain yang menurutnya membutuhkan pemikiran dan kontribusi lebih besar. Ia menyebutkan beberapa isu strategis yang sedang berkembang dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat.

“Ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III,”

Di antara isu-isu tersebut, ia juga memasukkan persoalan kesehatan mental sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Dengan demikian, ia berharap masyarakat dapat melihat kontribusinya di bidang-bidang yang lebih luas daripada sekadar kasus ijazah Jokowi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Dokter Tifa

Apa itu restorative justice yang ditawarkan kepada Dokter Tifa? Restorative justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar pengadilan yang melibatkan para pihak terkait. Dalam kasus ini, tawaran tersebut datang bersama paket finansial senilai Rp50 miliar.

Mengapa Dokter Tifa menolak tawaran damai tersebut? Dokter Tifa menolak karena ia merasa perjuangannya telah selesai setelah eksepsinya diterima oleh pengadilan. Ia tidak ingin dianggap mundur atau pengecut.

Apa isu-isu yang akan difokuskan Dokter Tifa ke depannya? Dokter Tifa akan fokus pada isu-isu strategis seperti ancaman kesehatan, teknologi vaksin, senjata biologis, dan kesehatan mental.

Kapan Dokter Tifa menyampaikan pernyataannya melalui akun X? Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Leave a Comment