Nasional

Jokowi Disebut ‘Bapak Infrastruktur’ di Sidang Tahunan MPR 2026, Anggota DPD: Ada Faktanya

Julukan Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang resmi mendapat pengakuan dari anggota legislatif dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD

Desk Nasional
Published Agustus 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Joko-Widodo-Jokowi-didampingi-Menteri-Pertahanan-Prabowo-Subianto-meninjau-IKN
Foto : Mary Smith - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang MPR 2026
  2. Related Reading

Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang MPR 2026

Beritahitam.com – Julukan Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang resmi mendapat pengakuan dari anggota legislatif dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan penghormatan kepada para presiden sebelumnya, dan saat itulah gelar tersebut disematkan secara resmi kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Bustami Zainudin, Anggota DPD RI/MPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan Lampung, menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar penghormatan belaka. Menurutnya, sebutan itu memiliki landasan nyata berdasarkan bukti-bukti yang terlihat di berbagai wilayah selama dua periode kepemimpinan Jokowi. Tribunnews mencatat bahwa pernyataan ini disampaikan dengan penuh keyakinan.

Fakta di Lapangan Mendukung Gelar Tersebut

Menurut Bustami, masyarakat di hampir seluruh daerah merasakan dampak langsung dari pembangunan infrastruktur yang masif. Ia menjelaskan bahwa hal ini melampaui sekadar pemberian nama atau julukan biasa. Infrastruktur yang dibangun mencakup jalan, jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga bendungan. Semua ini berkontribusi dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Menurut saya, ketika Pak Jokowi disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, itu bukan sekadar memberikan julukan. Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin, kata Bustami pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah sifat pembangunan yang tidak lagi Jawa-sentris. Infrastruktur yang dibangun mencakup jalan, jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga bendungan. Semua ini berkontribusi dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Warisan yang Berkelanjutan

Bustami menyoroti bagaimana daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau kini memiliki akses yang lebih baik. Sentra-sentra produksi juga menjadi lebih mudah terhubung dengan pasar. Menurutnya, warisan pembangunan ini memberikan manfaat yang tidak akan berakhir seiring pergantian pemerintahan.

Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar. Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti, ujarnya.

Lebih jauh, anggota DPD ini menekankan pentingnya menempatkan apresiasi terhadap capaian mantan presiden dalam kerangka etika dan perspektif kebangsaan. Menghargai karya para pendahulu dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

Yang paling penting adalah bagaimana karya yang sudah baik dilanjutkan, disempurnakan, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Pembangunan Indonesia tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Apa yang sudah menjadi fondasi harus kita rawat dan terus kita kembangkan, tegasnya.

Harapan untuk Pemerintahan Berikutan

Bustami menyampaikan harapannya agar pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat melanjutkan serta memperkuat fondasi pembangunan. Fokus utamanya adalah pemerataan keadilan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa bagi masyarakat daerah, pembangunan memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar angka dan statistik. Pembangunan adalah jalan yang bisa dilalui, jembatan yang menghubungkan, irigasi yang menghidupkan pertanian, pelabuhan yang membuka perdagangan, dan akses yang membuat masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Frequently Asked Questions

Kapan Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang?

Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan penghormatan tersebut secara resmi.

Siapa yang Menyatakan Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur di Sidang?

Bustami Zainudin, Anggota DPD RI/MPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan Lampung, menyatakan bahwa gelar tersebut memiliki landasan nyata berdasarkan bukti-bukti yang terlihat di berbagai wilayah selama dua periode kepemimpinan Jokowi.

Apa Saja Infrastruktur yang Dibangun Selama Kepemimpinan Jokowi?

Infrastruktur yang dibangun mencakup jalan, jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga bendungan. Semua ini berkontribusi dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Apakah Pembangunan Infrastruktur Sudah Tidak Jawa-Sentris?

Ya, menurut Bustami, pembangunan infrastruktur selama kepemimpinan Jokowi tidak lagi Jawa-sentris. Infrastruktur yang dibangun mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia, membuka akses bagi daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Leave a Comment