Tingkatkan Keamanan Pelayaran, Industri Kapal Wisata Didorong Perkuat Penerapan Standar Keselamatan
TRIBUNNEWS.COM, - Industri kapal wisata nasional didorong menerapkan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang lebih terukur untuk meningkatkan keamanan
Table of Contents
Beritahitam.com – TRIBUNNEWS.COM, – Industri kapal wisata nasional didorong menerapkan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang lebih terukur untuk meningkatkan keamanan pelayaran sekaligus memperkuat daya saing wisata bahari Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. KMP Putri Yasmin Terbakar, Anggota DPR Desak Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026, Nova Y.
Mugijanto, mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk membangun sistem keselamatan dan pengelolaan risiko kapal wisata secara lebih terintegrasi. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangkaian INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Benoa, Bali, beberapa waktu lalu. Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran Pasca-kebakaran KMP Mutiara Sentosa II “Dengan standar keselamatan dan klasifikasi yang lebih baik, risiko operasional kapal wisata diharapkan dapat dikelola secara lebih terukur, sehingga perlindungan asuransi dapat menjadi lebih optimal dan premi diharapkan semakin kompetitif,” kata Nova dikutip Minggu (16/8/2026).
Salah satu langkahnya adalah penerapan notasi khusus kapal wisata oleh BKI sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar klasifikasi kapal wisata di Indonesia. Menurut dia, pemenuhan standar klasifikasi dan perlindungan asuransi juga diharapkan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kapal wisata sebagai aset yang dibiayai. “Pada akhirnya, hal ini dapat membuka akses pembiayaan yang lebih baik dan mendorong percepatan pengembangan industri wisata bahari nasional,” ujarnya.
Direktur Utama BKI R. Benny Susanto mengatakan, pengembangan wisata bahari tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan armada, tetapi juga pada standar keselamatan , manajemen risiko, dan tata kelola yang memenuhi ketentuan nasional maupun internasional. BKI, kata Benny, memiliki peran dalam memastikan kelaikan kapal sekaligus mendukung penyusunan standar, kajian teknis, inovasi digital, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kemaritiman.
“BKI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem dunia maritim di sektor pariwisata yang aman dan berdaya saing,” ujar Benny. Sejauh ini, komitmen tersebut dilakukan melalui pengembangan standar dan regulasi teknis, kajian dan survei, penerapan best practices, pengembangan metode asesmen risiko, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan keselamatan. BKI juga mendorong pelatihan dan sertifikasi, pelaksanaan pilot project inovasi keselamatan , serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan industri pelayaran.
Sementara itu, dari sisi perlindungan risiko, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan kerja sama tersebut merupakan upaya membangun pengelolaan risiko yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem wisata bahari. Menurut Abdul Haris, pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, – Industri kapal wisata nasional didorong menerapkan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang lebih terukur untuk meningkatkan keamanan pelayaran sekaligus memperkuat daya saing wisata bahari Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. KMP Putri Yasmin Terbakar, Anggota DPR Desak Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026, Nova Y.
Mugijanto, mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk membangun sistem keselamatan dan pengelolaan risiko kapal wisata secara lebih terintegrasi. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangkaian INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Benoa, Bali, beberapa waktu lalu. Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran Pasca-kebakaran KMP Mutiara Sentosa II “Dengan standar keselamatan dan klasifikasi yang lebih baik, risiko operasional kapal wisata diharapkan dapat dikelola secara lebih terukur, sehingga perlindungan asuransi dapat menjadi lebih optimal dan premi diharapkan semakin kompetitif,” kata Nova dikutip Minggu (16/8/2026).
Salah satu langkahnya adalah penerapan notasi khusus kapal wisata oleh BKI sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar klasifikasi kapal wisata di Indonesia. Menurut dia, pemenuhan standar klasifikasi dan perlindungan asuransi juga diharapkan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kapal wisata sebagai aset yang dibiayai. “Pada akhirnya, hal ini dapat membuka akses pembiayaan yang lebih baik dan mendorong percepatan pengembangan industri wisata bahari nasional,” ujarnya.
Direktur Utama BKI R. Benny Susanto mengatakan, pengembangan wisata bahari tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan armada, tetapi juga pada standar keselamatan , manajemen risiko, dan tata kelola yang memenuhi ketentuan nasional maupun internasional. BKI, kata Benny, memiliki peran dalam memastikan kelaikan kapal sekaligus mendukung penyusunan standar, kajian teknis, inovasi digital, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kemaritiman.
“BKI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem dunia maritim di sektor pariwisata yang aman dan berdaya saing,” ujar Benny. Sejauh ini, komitmen tersebut dilakukan melalui pengembangan standar dan regulasi teknis, kajian dan survei, penerapan best practices, pengembangan metode asesmen risiko, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan keselamatan. BKI juga mendorong pelatihan dan sertifikasi, pelaksanaan pilot project inovasi keselamatan , serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan industri pelayaran.
Sementara itu, dari sisi perlindungan risiko, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan kerja sama tersebut merupakan upaya membangun pengelolaan risiko yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem wisata bahari. Menurut Abdul Haris, pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tingkatkan Keamanan Pelayaran Industri Kapal Wisata?
Tingkatkan Keamanan Pelayaran Industri Kapal Wisata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tingkatkan Keamanan Pelayaran Industri Kapal Wisata matter?
Tingkatkan Keamanan Pelayaran Industri Kapal Wisata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
