Regional

Gunung Anak Krakatau Erupsi 17 Kali dalam Tiga Hari, Status Masih Level III Siaga

Perairan Selat Sunda kembali diguncang aktivitas vulkanik. Dalam rentang waktu tiga hari—mulai Jumat, 14 Agustus 2026, hingga Senin pagi, 17 Agustus

Desk Regional
Published Agustus 17, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Visual-Gunung-Anak-Krakatau232
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Gunung Anak Krakatau Catat 17 Erupsi dalam Tiga Hari, Status Siaga Tetap Berlangsung
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Gunung Anak Krakatau Catat 17 Erupsi dalam Tiga Hari, Status Siaga Tetap Berlangsung

Beritahitam.com – Perairan Selat Sunda kembali diguncang aktivitas vulkanik. Dalam rentang waktu tiga hari—mulai Jumat, 14 Agustus 2026, hingga Senin pagi, 17 Agustus 2026—Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di wilayah Kabupaten Lampung Selatan tercatat meletus sebanyak 17 kali. Seluruh kejadian terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum berkisar 42 sampai 64 mm, sementara durasinya membentang dari beberapa puluh detik hingga melampaui satu menit penuh.

Status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Senin: Tujuh Letusan Beruntun, Satu Kolom Abu Menonjol

“Pada Senin (17/8/2026), aktivitas erupsi berlangsung cukup intens. Hingga pukul 06.26 WIB, GAK tercatat mengalami tujuh kali erupsi,” ujar Suwarno, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Letusan pertama pada Senin terjadi pukul 01.30 WIB (amplitudo maksimum 57 mm, durasi 36 detik). Disusul kejadian pada pukul 02.13, 03.04, 03.29, 04.05, 04.20, dan 06.26 WIB. Enam letusan awal tidak menghasilkan pengamatan visual; amplitudo maksimumnya masing-masing tercatat 57 mm, 61 mm, 64 mm, 57 mm, 58 mm, dan 55 mm.

Letusan pukul 06.26 WIB menjadi yang paling mencolok secara visual. Kolom abu teramati menjulang sekitar 400 meter di atas puncak, setara dengan ketinggian kira-kira 557 meter di atas permukaan laut. Warna kolom berkisar kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, bergerak ke arah utara dan barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 57 mm dengan durasi 107 detik.

Minggu: Delapan Letusan, Tiga Di antaranya Teramati

“Dalam sehari, GAK tercatat mengalami delapan kali erupsi, yakni pada pukul 09.12 WIB, 14.32 WIB, 17.06 WIB, 20.09 WIB, 22.11 WIB, 22.19 WIB, 22.36 WIB, dan 23.16 WIB,” kata Suwarno.

Tiga dari delapan letusan tersebut berhasil diamati secara visual:

Pukul 09.12 WIB, kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak (±357 meter di atas permukaan laut), berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang sampai tebal, mengarah ke barat daya dan barat. Amplitudo maksimumnya 43 mm, durasi 59 detik.

Pukul 14.32 WIB, kolom abu menjulang sekitar 250 meter di atas puncak (±407 meter di atas permukaan laut), berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, bergerak ke arah barat dan barat laut.

Pukul 17.06 WIB, kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak (±457 meter di atas permukaan laut), berwarna hitam dengan intensitas tebal, mengarah ke barat dan barat laut.

Jumat: Dua Letusan Tanpa Pengamatan Visual

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, GAK tercatat meletus dua kali—pukul 08.24 WIB dan 14.40 WIB. Keduanya tidak menghasilkan kolom abu yang dapat diamati secara visual.

Frequently Asked Questions

What is Gunung Anak Krakatau Erupsi 17 Kali?

Gunung Anak Krakatau Erupsi 17 Kali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gunung Anak Krakatau Erupsi 17 Kali matter?

Gunung Anak Krakatau Erupsi 17 Kali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment