Nasional

UPJ Wisuda 700 Mahasiswa, Lulusan Dapat Pembekalan Kerja di Living Lab

WISUDA-KE-12-Rektor-Universitas-Pembangunan-Jaya

700 Lulusan UPJ Resmi Melangkah ke Dunia Kerja dengan Bekal Pengalaman Industri Nyata

Beritahitam.com – Sebanyak 700 mahasiswa dari 11 program studi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menerima ijazah mereka pada Sabtu, 5 September 2026, di Ecovention Hall, kawasan Ancol, Jakarta. Acara wisuda ke-12 ini berlangsung serentak dengan perayaan Dies Natalis ke-15 kampus tersebut, yang mengusung tema “Journey Towards Excellence.” Yang membedakan angkatan kali ini dari lulusan universitas pada umumnya adalah satu hal: setiap wisudawan telah melewati proses pembekalan kerja langsung di lingkungan industri sebelum resmi menyandang gelar.

Pendekatan Living Lab: Belajar di Tengah Dunia Kerja yang Sesungguhnya

UPJ menerapkan model yang disebut Living Lab, sebuah pendekatan di mana mahasiswa tidak sekadar menyerap teori di ruang kelas, melainkan terjun ke operasional perusahaan untuk mengasah kompetensi praktis. Program ini dijalankan melalui kemitraan dengan lebih dari 20 anak usaha di bawah naungan grup Pembangunan Jaya. Di dalam kerangka tersebut, mahasiswa menjalani magang, internship, praktik profesi, proyek industri, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Mekanisme ini bersifat dua arah. Praktisi dari lingkungan Pembangunan Jaya juga diundang ke kampus untuk mengajar, sehingga mahasiswa memperoleh perspektif langsung dari profesional yang aktif di lapangan. Bagi mereka yang menunjukkan performa menonjol selama masa magang, jalur rekrutmen sebagai karyawan terbuka lebar.

“Pengalaman yang didapat mahasiswa selama proses belajar harus bisa menjadi bagian dari solusi di masyarakat. Kami ingin mahasiswa kami menjadi bagian dari solusi karena di masa depan ada tantangan lain,” ujar Rektor UPJ, Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D., seusai prosesi wisuda.

Prof. Elisabeth menegaskan bahwa Living Lab bukan sekadar program tambahan, melainkan inti dari strategi persiapan lulusan menghadapi transformasi pasar kerja. Melalui magang, proyek industri, kerja profesi, penelitian terapan, dan kolaborasi lintas mitra, mahasiswa memperoleh ruang untuk menguji pengetahuan yang telah dipelajari sekaligus melatih kemampuan memecahkan masalah kompleks, bekerja lintas disiplin, serta merumuskan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri maupun masyarakat luas.

Sertifikasi Keterampilan sebagai Pelengkap Kompetensi Akademik

Sebelum melangkah keluar gerbang kampus, setiap mahasiswa juga diwajibkan menyelesaikan sertifikasi keterampilan tertentu. Sertifikasi ini mencakup bidang kecerdasan buatan (AI) serta kompetensi teknis lain yang selaras dengan disiplin ilmu masing-masing. Langkah ini dimaksudkan agar lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga portofolio keterampilan yang diakui secara profesional.

Gracela Valencia: Wisudawan Terbaik dengan IPK 3,81

Dari ratusan nama yang dipanggil ke panggung, satu nama mencuat sebagai wisudawan terbaik: Gracela Valencia, mahasiswi asal Pontianak yang menempuh studi di program Psikologi. Ia menyelesaikan seluruh kurikulum dalam empat tahun dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81.

Penentuan wisudawan terbaik di UPJ tidak semata-mata bergantung pada angka IPK. Kriteria penilaian mencakup keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, partisipasi dalam organisasi kampus, sikap selama masa studi, serta daya saing secara keseluruhan. Gracela sendiri merupakan salah satu peserta program magang Living Lab.

“Jadi ingin sangat challenging (menantang),” ungkapnya ketika ditanya tentang pengalaman menjalani magang sekaligus menyelesaikan tugas kuliah secara bersamaan.

Bagi Gracela, membagi waktu antara tuntutan operasional di tempat magang dan kewajiban akademik di kampus menjadi ujian tersendiri. Namun justru di situlah ia menemukan ruang untuk menguji ketahanan diri dan kemampuan adaptasi—dua kualitas yang, menurut Prof. Elisabeth, menjadi prasyarat bagi lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja masa depan.

Data Ketenagakerjaan: 202 dari 652 Lulusan Telah Bekerja Sebelum Wisuda

Ekosistem akademik UPJ tidak berhenti pada ruang kelas. Pada tahun akademik 2024/2025, dari total 652 wisudawan, sebanyak 202 orang telah memperoleh pekerjaan sebelum prosesi wisuda dilaksanakan. Angka ini menunjukkan bahwa integrasi antara kurikulum dan kebutuhan industri menghasilkan lulusan yang lebih cepat terserap ke pasar kerja.

Prof. Elisabeth menjelaskan bahwa pendekatan Living Lab merupakan komponen strategis dalam menyiapkan lulusan menghadapi pergeseran struktur dunia kerja. Dampaknya tercermin secara nyata dalam trajektori karier lulusan UPJ yang memasuki sektor profesional dengan bekal pengalaman langsung, bukan hanya pengetahuan teoretis.

Konteks: Dies Natalis ke-15 dan Arah Strategis Kampus

Pemilihan tema “Journey Towards Excellence” untuk Dies Natalis ke-15 bukan sekadar slogan seremonial. Tema tersebut merujuk pada komitmen institusional untuk terus meningkatkan standar kualitas lulusan di tengah percepatan digitalisasi dan perubahan lanskap industri. Dengan lebih dari 20 entitas bisnis dalam grup Pembangunan Jaya yang menjadi mitra praktik, UPJ memiliki infrastruktur kolaborasi yang jarang dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi lain di Indonesia.

Ke depan, tantangan yang dihadapi lulusan tidak lagi terbatas pada satu sektor atau satu jenis pekerjaan. Prof. Elisabeth menekankan bahwa mahasiswa harus dipersiapkan untuk menjadi agen solusi—bukan sekadar pencari posisi—di tengah kompleksitas tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang akan datang. Living Lab, dalam kerangka tersebut, menjadi jembatan antara kompetensi akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Frequently Asked Questions

What is UPJ Wisuda 700 Mahasiswa Lulusan Dapat?

UPJ Wisuda 700 Mahasiswa Lulusan Dapat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does UPJ Wisuda 700 Mahasiswa Lulusan Dapat matter?

UPJ Wisuda 700 Mahasiswa Lulusan Dapat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *