Bisnis

Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Siswa Diajak Belajar Nabung Lewat Rekening

BNI-Sahabat-Sekolah-Rakyat-OK

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Perkenalkan Menabung Lewat Rekening kepada Siswa

Beritahitam.com – Kebiasaan menyisihkan uang tidak harus selalu dimulai dari celengan. Melalui kegiatan BNI Sahabat Sekolah Rakyat, para pelajar diperkenalkan pada cara lain untuk menabung, yakni menggunakan rekening dan buku tabungan. Pengalaman ini memberi gambaran bahwa pengelolaan uang dapat dipelajari sejak usia sekolah, bahkan sebelum seseorang memiliki pekerjaan.

Salah satu peserta kegiatan, Selfi Nawawi N, siswi kelas 2 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti program tersebut. Ia sebelumnya belum mengetahui bahwa rekening tabungan dapat dimiliki meski belum bekerja.

“Ternyata kita bisa menabung menggunakan buku rekening meskipun belum kerja. Saya ingin mempunyai tabungan yang banyak untuk dipakai kuliah nantinya,” ujar Selfi dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Bagi Selfi, rekening bukan sekadar tempat menyimpan uang. Ia melihatnya sebagai langkah awal untuk menyiapkan kebutuhan pendidikan pada masa mendatang. Pemahaman seperti ini penting bagi pelajar karena membuat tujuan menabung menjadi lebih nyata: bukan hanya menyimpan sisa uang, melainkan mulai merencanakan kebutuhan yang ingin dicapai.

Antusiasme Siswa dalam Mengenal Rekening

Minat siswa terlihat saat mereka mencoba berbagai hal yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, termasuk ID card yang dapat dipindai, buku rekening, serta konsep tabungan. Hal-hal yang mungkin sudah biasa bagi sebagian orang dewasa menjadi pengalaman baru bagi banyak peserta didik.

Guru Biologi SMA SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan, Tiyah Wasma Terru, menilai rasa ingin tahu para siswa cukup tinggi. Mereka tidak hanya memperhatikan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya tentang fungsi rekening dan mekanisme tabungan.

“Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga dan baru bagi mereka,” ujar Tiyah.

Pengenalan sederhana terhadap rekening dapat membantu siswa memahami bahwa uang yang disimpan tidak selalu harus berbentuk fisik dan disimpan di rumah. Dalam rekening, dana tercatat sehingga pemiliknya dapat melihat jumlah simpanan yang dimiliki. Dari sana, siswa dapat mulai mengenal pentingnya mencatat, mengatur, dan menjaga uang untuk kebutuhan di kemudian hari.

Pembelajaran yang Dikaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari

Tiyah memandang pembelajaran langsung memberi arti lebih besar dibanding penyampaian teori semata. Ketika siswa melihat contoh penerapannya, sebuah materi menjadi lebih mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks keuangan, mereka dapat memahami bahwa kegiatan menabung dapat menjadi bagian dari perencanaan masa depan.

Praktik semacam ini juga diterapkan pada materi lingkungan. Pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari melalui pelajaran di kelas dapat dilihat dan dicoba secara langsung. Dengan demikian, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami satu persoalan dari beberapa sudut pandang, mulai dari konsep hingga penerapannya.

“Ini sangat penting karena siswa bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Dalam hal keuangan, mereka bisa melihat bahwa menabung bukan hanya di celengan, tetapi juga bisa dibukukan dan mereka dapat melihat nominalnya. Begitu juga dengan pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari melalui teori, sekarang mereka bisa mempraktikkannya secara langsung,” jelas Tiyah.

Pengalaman praktik membantu pelajar menghubungkan kebiasaan kecil dengan dampak yang lebih luas. Menyisihkan uang secara rutin, misalnya, dapat melatih kedisiplinan. Sementara itu, memahami pengelolaan limbah dapat menumbuhkan perhatian terhadap lingkungan sekitar. Dua materi tersebut sama-sama mengajak siswa untuk membangun tanggung jawab dalam keputusan sehari-hari.

Empat Pilar Program BNI Sahabat Sekolah Rakyat

Kegiatan ini merupakan bagian dari BNI Sahabat Sekolah Rakyat, program PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam mendukung Program Sekolah Rakyat. Program tersebut dijalankan melalui empat pilar, yaitu Cerdas Belajar, Cerdas Menabung, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Keempat pilar itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan siswa. Materinya tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan agar dapat diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui kegiatan yang relevan.

“Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa sekaligus memperluas pengalaman belajar di lingkungan sekolah,” ujar Okki.

Pembiasaan sejak dini menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada layanan keuangan, tetapi juga diajak melihat kaitan antara pilihan sederhana hari ini dengan rencana mereka pada masa depan. Menabung, menjaga lingkungan, dan memahami kebutuhan pribadi dapat menjadi dasar bagi pembentukan sikap yang lebih terarah.

Mendorong Ruang Belajar yang Lebih Praktis

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan yang menyentuh kebutuhan dasar generasi muda. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman memberi ruang bagi siswa untuk mencoba terlebih dahulu, kemudian memahami manfaatnya.

Memasuki delapan dekade perjalanan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI menempatkan kegiatan seperti BNI Sahabat Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih membumi. Bagi para siswa, pengenalan terhadap rekening dan tabungan dapat menjadi pengalaman awal untuk membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, pelajar memperoleh pesan sederhana namun penting: persiapan masa depan dapat dimulai dari langkah kecil. Ketika siswa mengenal cara menyimpan dan mencatat uang sejak dini, mereka juga belajar menetapkan tujuan serta memahami nilai dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Frequently Asked Questions

What is Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini Siswa?

Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini Siswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini Siswa matter?

Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini Siswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *