Regional

Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma Bengkulu Diduga Terlibat Judi Online, Ini Kata Bupati

ilustrasi-judi-online-126

Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma Diduga Terkait Judi Online

Beritahitam.com – Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma menjadi perhatian Bupati Seluma Teddy Rahman setelah muncul dugaan keterlibatan aparatur pemerintah daerah dalam aktivitas judi online. Dugaan tersebut disebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten.

Identitas para pejabat yang diduga terlibat belum dipublikasikan. Namun, Teddy menegaskan bahwa persoalan judi online di lingkungan aparatur sipil negara tidak dapat dianggap sepele karena berhubungan dengan integritas pegawai serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

“Aktivitas judi online yang dilakukan ASN menjadi perhatian serius saya,” ujar Teddy Rahman.

ASN Seluma Telah Diingatkan Lewat Surat Edaran

Sebelum adanya dugaan terhadap tiga kepala OPD tersebut, Pemkab Seluma telah mengeluarkan surat edaran yang mengingatkan ASN agar tidak terlibat judi online. Peringatan ini berlaku bagi seluruh aparatur, baik pejabat maupun pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Melalui surat edaran itu, ASN diminta menjauhi aktivitas perjudian digital, termasuk afiliasi maupun keterlibatan langsung dalam permainan judi melalui platform online. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar aparatur tidak terseret persoalan yang dapat memengaruhi kedisiplinan dan kinerja.

“Sebelumnya saya sudah memberikan warning kepada ASN melalui surat edaran. Jangan sampai ada ASN yang terafiliasi atau bermain judi online,” kata Teddy.

Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma yang diduga berkaitan dengan judi online kini masuk dalam perhatian khusus Bupati. Posisi kepala organisasi perangkat daerah dinilai memiliki tanggung jawab penting dalam menjalankan program pemerintahan dan memimpin unit kerja masing-masing.

Data Indikasi Mencakup 253 Aparatur

Teddy mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menerima data aparatur yang diduga melakukan transaksi terkait judi online. Data tersebut diperoleh melalui koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK Provinsi Bengkulu.

Jumlah aparatur yang tercantum dalam data indikasi mencapai 253 orang. Rinciannya meliputi 135 ASN, 99 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK, serta 19 PPPK Paruh Waktu atau PPPK PW.

Data tersebut menunjukkan pengawasan tidak hanya diarahkan kepada satu kelompok pegawai. ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu sama-sama menjadi perhatian apabila terdapat indikasi transaksi yang berkaitan dengan judi online.

Meski demikian, informasi transaksi masih memerlukan penelusuran lebih lanjut sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku. Karena itu, pemerintah daerah belum menyampaikan identitas aparatur yang masuk dalam data tersebut kepada publik.

Hasil Evaluasi Akan Menjadi Pertimbangan Bupati

Bupati Seluma menyatakan dugaan yang mengarah kepada Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma akan dipertimbangkan dalam evaluasi terhadap pejabat bersangkutan. Evaluasi diperlukan terutama apabila aktivitas tersebut diduga dilakukan secara berulang dalam jangka waktu lama.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi saya untuk yang bersangkutan,” tegas Teddy.

Belum ada penjelasan mengenai bentuk evaluasi atau langkah lanjutan yang akan ditempuh. Namun, pernyataan tersebut menegaskan bahwa dugaan keterlibatan judi online dipandang sebagai bagian dari pengawasan internal terhadap aparatur pemerintah daerah.

Pemantauan Akan Diperbarui Setiap Bulan

Pemkab Seluma berencana melakukan pemantauan secara berkala terhadap aparatur yang diduga terlibat judi online. Teddy mengatakan pembaruan pemantauan akan dilakukan setiap bulan untuk melihat perkembangan aktivitas yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Saya akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas ASN terlibat judol ini. Saya akan terus update setiap bulan,” ujar Teddy.

Pemantauan rutin diharapkan dapat memperkuat pencegahan sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan evaluasi. Tiga Kepala OPD di Pemkab Seluma yang disebut dalam dugaan tersebut pun akan menjadi bagian dari perhatian dalam proses pengawasan itu.

FAQ Judi Online di Lingkungan ASN Seluma

Berapa jumlah aparatur Seluma yang masuk data indikasi?

Data yang diterima Pemkab Seluma mencakup 253 aparatur, terdiri dari 135 ASN, 99 PPPK, dan 19 PPPK Paruh Waktu.

Apakah identitas tiga kepala OPD telah diumumkan?

Belum. Pemerintah Kabupaten Seluma belum menyampaikan identitas pejabat yang diduga terlibat karena informasi tersebut masih memerlukan penelusuran dan evaluasi lebih lanjut.

Bagaimana langkah Pemkab Seluma menangani dugaan tersebut?

Pemkab Seluma mengandalkan surat edaran sebagai peringatan bagi ASN, melakukan pemantauan berkala, serta menjadikan dugaan keterlibatan judi online sebagai bahan evaluasi terhadap aparatur yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *