Regional

Mulai Hari Ini, Pembelian BBM di Bali Terapkan Sistem Ganjil-Genap Kendaraan

Alasan-BBM-Langka-di-Bali-Demand-Lebi-f

Pembelian BBM Bersubsidi di Bali Diatur dengan Skema Ganjil-Genap

Beritahitam.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Bali mendorong penerapan aturan sementara untuk pembelian BBM bersubsidi. Mulai Sabtu, 17 Oktober 2026, kendaraan diwajibkan mengikuti jadwal pengisian berdasarkan angka terakhir pelat nomornya.

Kebijakan ini diberlakukan di seluruh SPBU di Bali sebagai langkah pengendalian saat pasokan bensin di Pulau Dewata menipis dalam beberapa hari terakhir. Pengaturan tersebut tercantum dalam surat Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM, tertanggal Jumat, 16 Oktober 2026.

Berlangsung hingga 19 Oktober

Sistem ganjil-genap dijadwalkan berlaku selama tiga hari, dari 17 sampai 19 Oktober 2026. Pelaksanaan pada hari pertama diprioritaskan bagi kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil.

Pengaturan nomor kendaraan dimaksudkan untuk membagi arus konsumen di SPBU, sehingga antrean dapat dikendalikan dan distribusi BBM bersubsidi tetap menjangkau pengguna yang membutuhkan. Pengendara perlu memeriksa angka terakhir pada pelat kendaraannya sebelum mendatangi SPBU selama masa kebijakan berjalan.

Langkah ini menjadi bagian dari penanganan kondisi pasokan yang sedang terbatas. Ketersediaan bahan bakar tetap dipantau, sementara distribusi terus diperkuat agar pelayanan di SPBU tidak terganggu lebih lama.

Pengisian Dibatasi untuk Mobil dan Sepeda Motor

Selain pengaturan pelat nomor, Pertamina menetapkan batas maksimal pembelian BBM bagi kendaraan pribadi. Kendaraan roda empat hanya dapat mengisi hingga 20 liter, sedangkan kendaraan roda dua dibatasi paling banyak 3 liter dalam satu kali pengisian.

Pembatasan ini bersifat sementara dan akan diterapkan hingga kondisi distribusi dinilai kembali normal. Ketentuan tersebut diharapkan membantu pemerataan pasokan, khususnya ketika permintaan meningkat dan antrean masih terjadi di berbagai titik.

Bagi pengendara, aturan ini berarti kebutuhan perjalanan perlu direncanakan dengan lebih cermat. Pengisian bahan bakar dalam jumlah wajar akan membantu menjaga ketersediaan di SPBU untuk pengguna lain, termasuk pekerja, layanan angkutan, dan kendaraan yang memiliki kebutuhan mobilitas harian.

Stok Disebut Cukup untuk Dua Pekan

Hingga 17 Oktober 2026, stok BBM yang tersedia mencapai 48 juta liter. Persediaan itu berada di Terminal BBM Manggis di Karangasem serta Terminal BBM Sanggaran di Denpasar.

Jumlah tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan Bali selama sekitar 14 hingga 15 hari ke depan. Penambahan pasokan juga akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan agar stok di jaringan distribusi tetap terjaga.

Keberadaan cadangan di dua terminal tersebut menjadi bagian penting dari rantai pasok energi di Bali. Dari terminal, BBM disalurkan menggunakan mobil tangki menuju SPBU di berbagai wilayah. Kelancaran jalur ini sangat menentukan seberapa cepat antrean dapat berkurang dan stok di masing-masing SPBU kembali stabil.

SPBU Beroperasi 24 Jam

Untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, operasional 24 jam ditingkatkan di 66 SPBU. Sebanyak 42 lokasi berada di wilayah Denpasar, sementara 24 SPBU lainnya berada di Badung.

Perpanjangan jam operasional memberi pilihan waktu yang lebih luas bagi pengendara untuk melakukan pengisian. Warga yang tidak memiliki kebutuhan mendesak dapat mempertimbangkan datang di luar jam ramai agar kepadatan di SPBU pada siang atau sore hari tidak semakin panjang.

Pertamina juga menambah 16 mobil tangki guna memperkuat penyaluran BBM ke SPBU. Tambahan armada ini ditujukan untuk mempercepat pengiriman dari terminal penyimpanan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan suplai.

Dukungan TNI dan Pengawalan Kepolisian

Penanganan distribusi melibatkan dukungan personel lintas instansi. Sebanyak 100 personel TNI dari Kodam IX/Udayana disiapkan untuk membantu operasional SPBU pada malam hari.

Kehadiran personel tambahan diharapkan membantu pelayanan tetap berjalan ketika SPBU beroperasi sepanjang hari. Pada saat yang sama, patroli dan pengawalan dari Polda Bali disiapkan untuk memperlancar perjalanan mobil tangki yang membawa BBM menuju titik distribusi.

Pengawalan kendaraan pengangkut bahan bakar penting untuk menjaga ketepatan jadwal suplai, terutama ketika lalu lintas dan tingginya aktivitas pengisian berpotensi memperlambat perjalanan. Dengan distribusi yang lebih lancar, SPBU dapat lebih cepat menerima pasokan baru setelah stoknya menipis.

Truk Diarahkan Mengisi pada Malam Hari

Pengaturan juga menyasar kendaraan truk. Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pertamina menata ulang waktu pengisian BBM untuk kendaraan tersebut dengan mengalihkannya ke malam hari.

Penjadwalan pengisian truk pada malam hari bertujuan mengurangi pertemuan antrean kendaraan besar dengan kendaraan pribadi pada waktu sibuk. Pemisahan waktu layanan dapat membantu ruang di area SPBU digunakan secara lebih tertib dan mengurangi gangguan terhadap arus kendaraan lain.

Selama kebijakan berlaku, masyarakat diimbau memperhatikan jadwal ganjil-genap, batas volume pembelian, serta waktu pengisian yang tersedia. Pengaturan sementara ini diarahkan untuk menjaga akses BBM bersubsidi tetap merata sambil distribusi pasokan di Bali terus diperkuat.

Frequently Asked Questions

What is Mulai Hari Ini Pembelian BBM di Bali?

Mulai Hari Ini Pembelian BBM di Bali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mulai Hari Ini Pembelian BBM di Bali matter?

Mulai Hari Ini Pembelian BBM di Bali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *