Regional

Pasokan BBM Bali Ditambah, Pertamina Siapkan 38 Juta Liter Pertalite dan 10 Juta Liter Pertamax

bbm-langka-di-bali-asdvwaef

Pertamina Tambah Pasokan BBM untuk Mempercepat Pemulihan Distribusi di Bali

Beritahitam.com – Ketersediaan bahan bakar minyak di Bali diperkuat melalui tambahan suplai Pertalite dan Pertamax yang masuk lewat Integrated Terminal (IT) Manggis, Kabupaten Karangasem. Pertamina Patra Niaga menyiapkan 38 juta liter Pertalite serta 10 juta liter Pertamax untuk membantu mempercepat pemulihan distribusi, terutama ke SPBU yang persediaannya menipis.

Tambahan pasokan dijadwalkan tiba dan dibongkar pada 17 hingga 18 Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran penyaluran BBM ke sejumlah daerah di Bali, termasuk Kabupaten Buleleng yang memiliki beberapa SPBU dengan stok Pertalite terbatas.

Dua Kapal Tanker Bawa 38 Juta Liter Pertalite

Pasokan Pertalite tambahan akan dikirim menggunakan dua kapal tanker melalui IT Manggis. Terminal ini memegang peranan penting dalam memasok kebutuhan BBM untuk Buleleng, sekaligus melayani distribusi ke wilayah lain seperti Denpasar dan Badung.

Kapal Pangkalan Brandan membawa 16 juta liter Pertalite dan ditargetkan menuntaskan proses pembongkaran pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Setelah itu, kapal Offus Point dijadwalkan membawa 22 juta liter Pertalite pada 18 Oktober 2026.

“Selanjutnya, kapal Offus Point dijadwalkan membawa 22 juta liter Pertalite pada 18 Oktober 2026,” kata Aziz dalam pemaparannya.

Selain bahan bakar jenis Pertalite, Pertamina juga menyediakan tambahan 10 juta liter Pertamax. Proses bongkar untuk pasokan Pertamax tersebut diperkirakan rampung pada 18 Oktober 2026. Masuknya suplai tambahan diharapkan memperbesar ruang gerak distribusi dari terminal menuju SPBU yang membutuhkan pengisian segera.

Pengiriman Difokuskan ke SPBU dengan Stok Rendah

Rencana penguatan pasokan dibahas dalam rapat koordinasi pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM di SPBU Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Buleleng. Sales Branch Manager III Fuel Bali PT Pertamina Patra Niaga, Aziz Askaputra, mengikuti rapat secara daring.

Dalam penjelasannya, Aziz menyampaikan bahwa ketersediaan Pertalite di Terminal BBM Manggis telah berada dalam kondisi yang lebih aman dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, percepatan pengiriman tetap diperlukan agar suplai dapat segera menjangkau SPBU di berbagai titik Bali.

Penyaluran dari terminal menuju SPBU dilakukan dengan mobil tangki. Karena jumlah armada terbatas, pengaturan jadwal dan prioritas pengiriman menjadi faktor penting untuk memastikan pasokan disalurkan secara efektif. SPBU dengan level persediaan paling rendah ditempatkan sebagai prioritas guna mengurangi risiko kekosongan produk di lokasi tersebut.

Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan sejumlah SPBU di Buleleng memiliki stok Pertalite di bawah 5 kiloliter. SPBU 54.811.02 di Kelurahan Banyuasri tercatat memiliki persediaan 3,57 KL, sedangkan SPBU 54.811.03 di Kelurahan Penarukan memiliki stok 3,68 KL.

Peran IT Manggis dalam Rantai Pasok Bali

IT Manggis menjadi salah satu titik utama dalam alur pasokan BBM untuk Bali. Setelah bahan bakar diterima dari kapal tanker dan menjalani proses pembongkaran, distribusi dilanjutkan menggunakan mobil tangki ke SPBU sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Bagi Buleleng, keberlanjutan suplai dari terminal tersebut sangat penting karena hampir seluruh kebutuhan BBM daerah ini dipenuhi dari Terminal BBM Manggis. Ketersediaan stok di terminal dan kesiapan pengangkutan darat menentukan seberapa cepat BBM dapat tiba di SPBU.

Tambahan volume Pertalite dan Pertamax memberi dukungan terhadap proses normalisasi penyaluran. Namun, penempatan stok di setiap SPBU tetap bergantung pada pengaturan distribusi, kapasitas kendaraan tangki, serta kebutuhan di lapangan. Karena itu, prioritas terhadap SPBU dengan persediaan rendah menjadi bagian penting dari pengelolaan pasokan saat permintaan dan kebutuhan pengiriman perlu ditangani secara bersamaan.

Upaya Menjaga Ketersediaan bagi Masyarakat

Penguatan suplai dilakukan agar kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terus dilayani melalui jaringan SPBU. Pertalite dan Pertamax sama-sama menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas kendaraan, sehingga kelancaran distribusi dari terminal hingga titik penjualan perlu dijaga secara berkelanjutan.

Masuknya 38 juta liter Pertalite melalui dua kapal tanker, ditambah 10 juta liter Pertamax, menjadi langkah untuk memperluas ketersediaan produk di Bali. Fokus penyaluran akan diarahkan pada lokasi yang membutuhkan pengisian lebih cepat, khususnya SPBU di Buleleng dengan persediaan Pertalite yang telah berada di bawah 5 KL.

Dengan pembongkaran kapal yang berlangsung pada 17 dan 18 Oktober 2026, distribusi selanjutnya akan menjadi tahap krusial. Mobil tangki akan membawa pasokan dari IT Manggis menuju SPBU, sementara pengaturan prioritas dilakukan agar BBM dapat dialokasikan ke titik-titik dengan stok paling terbatas.

Frequently Asked Questions

What is Pasokan BBM Bali Ditambah Pertamina Siapkan 38?

Pasokan BBM Bali Ditambah Pertamina Siapkan 38 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pasokan BBM Bali Ditambah Pertamina Siapkan 38 matter?

Pasokan BBM Bali Ditambah Pertamina Siapkan 38 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *