Nasional

2 Tahun Jabat Wakil Presiden, Harta Kekayaan Gibran Naik Rp 395 Juta jadi Rp 27,9 Miliar

Wapres-Gibran-Rakabuming-Raka-ke-Biak-Numfor-Papua

2 Tahun Jabat Wakil Presiden, Harta Gibran Rp27,9 Miliar

Beritahitam.com – Setelah 2 Tahun Jabat Wakil Presiden, harta kekayaan Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar Rp27.915.654.176 atau sekitar Rp27,9 miliar. Angka tersebut tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 23 Maret 2026.

Jumlah kekayaan itu naik sekitar Rp395 juta dibandingkan laporan sebelumnya. Dalam LHKPN bertanggal 28 Maret 2025, Gibran melaporkan total harta senilai Rp27.519.975.620 atau kurang lebih Rp27,5 miliar.

Perbandingan dua laporan tersebut menunjukkan adanya kenaikan nilai harta dalam periode satu tahun pelaporan. Meski totalnya bertambah, susunan aset Gibran masih didominasi kepemilikan tanah dan bangunan, disusul surat berharga serta kas dan setara kas.

Tanah dan Bangunan Menjadi Aset Terbesar

Nilai tanah dan bangunan yang dilaporkan Gibran mencapai Rp17.440.000.000. Pos ini merupakan bagian terbesar dari total kekayaan yang dicatatkan dalam LHKPN terbaru.

Aset properti tersebut terdiri atas tujuh bidang tanah dan bangunan yang berada di Surakarta serta Sragen, Jawa Tengah. Nilai properti itu jauh lebih besar dibandingkan kategori kendaraan bermotor, harta bergerak lainnya, maupun kas.

Dalam pelaporan LHKPN, tanah dan bangunan dicatat sebagai aset tidak bergerak. Nilai yang dilaporkan menggambarkan nilai aset pada saat pelaporan dan menjadi salah satu unsur dalam perhitungan total kekayaan penyelenggara negara.

Dominasi aset properti membuat perubahan nilai pada kelompok tanah dan bangunan berpotensi memengaruhi jumlah harta secara keseluruhan. Namun, LHKPN juga memisahkan setiap kategori aset agar publik dapat melihat komposisi kekayaan secara lebih jelas.

Surat Berharga dan Kas Menempati Posisi Penting

Selain properti, Gibran melaporkan surat berharga senilai sekitar Rp5,5 miliar. Kategori ini menjadi salah satu aset terbesar setelah tanah dan bangunan.

Surat berharga pada umumnya mencakup instrumen keuangan seperti saham, obligasi, surat utang, atau bentuk sekuritas lainnya. Dalam LHKPN, kategori tersebut dipisahkan dari uang tunai agar jenis kepemilikan aset dapat dilihat secara terperinci.

Kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai sekitar Rp4,3 miliar. Pos ini mencakup dana yang tersedia atau aset yang mudah dicairkan, sehingga menjadi bagian penting dalam total perhitungan kekayaan.

Dengan nilai surat berharga dan kas yang cukup besar, harta Gibran tidak hanya terkonsentrasi pada aset properti. Komposisinya memperlihatkan adanya aset tidak bergerak, instrumen keuangan, dan dana likuid yang tercatat dalam laporan resmi.

Kendaraan dan Harta Bergerak Lainnya

Untuk kendaraan bermotor, Gibran melaporkan aset senilai Rp286 juta. Rinciannya mencakup empat unit mobil dan tiga unit sepeda motor.

Ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp280 juta. Kelompok ini berbeda dari kendaraan, properti, surat berharga, dan kas, tetapi tetap masuk dalam penghitungan total harta kekayaan.

Nilai kendaraan serta harta bergerak lainnya memang lebih kecil dibandingkan aset properti. Meski demikian, kedua kategori tersebut tetap menjadi bagian dari informasi yang wajib dilaporkan oleh penyelenggara negara dalam LHKPN.

Tidak Ada Utang dalam Laporan Terbaru

Dalam dokumen terbaru, Gibran tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, tidak ada kewajiban yang mengurangi nilai total harta yang dilaporkan sebesar Rp27,9 miliar.

LHKPN berfungsi sebagai instrumen pelaporan kekayaan penyelenggara negara. Dokumen ini mencatat aset dan kewajiban dalam sejumlah kategori agar perkembangan harta pada periode tertentu dapat diketahui publik.

Setelah 2 Tahun Jabat Wakil Presiden, kenaikan sekitar Rp395 juta terlihat dari perbandingan laporan 28 Maret 2025 dan 23 Maret 2026. Aset tanah dan bangunan di Surakarta serta Sragen tetap menjadi penopang utama nilai kekayaannya.

FAQ Harta Kekayaan Gibran

Berapa total harta kekayaan Gibran dalam LHKPN terbaru? Total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp27.915.654.176 atau sekitar Rp27,9 miliar.

Berapa kenaikan harta Gibran dibandingkan laporan sebelumnya? Nilainya meningkat sekitar Rp395 juta dari Rp27.519.975.620 pada laporan 28 Maret 2025.

Apakah Gibran memiliki utang? Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 23 Maret 2026, Gibran tercatat tidak memiliki utang.

Aset apa yang paling besar nilainya? Tanah dan bangunan menjadi aset terbesar dengan nilai Rp17,44 miliar dari tujuh bidang properti di Surakarta dan Sragen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *