Superskor

Facing Challenges: Nova Arianto Belum Puas meski Timnas U19 Indonesia Menang 3-0 atas Myanmar, Soroti Mental Pemain

onesia Meski Menang Telak 3-0 atas Myanmar Facing Challenges - Dalam laga pembuka Grup A Piala AFF U19 2026, Timnas U19 Indonesia sukses meraih kemenangan

Desk Superskor
Published Juni 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Nova Arianto Tetap Menyoroti Kinerja Timnas U19 Indonesia Meski Menang Telak 3-0 atas Myanmar

Facing Challenges – Dalam laga pembuka Grup A Piala AFF U19 2026, Timnas U19 Indonesia sukses meraih kemenangan signifikan dengan skor 3-0 menghadapi Myanmar. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deliserdang, Senin (1/6/2026) malam WIB, menjadi awal yang positif bagi skuad Garuda Muda. Meski begitu, pelatih tim, Nova Arianto, mengungkapkan rasa kepuasan masih belum tercapai. Menurutnya, permainan anak asuhnya belum bisa mencapai level terbaik yang telah mereka latih secara intens.

Kemenangan atas Myanmar menjadi bukti kemampuan tim yang menggambarkan potensi di level internasional. Tiga gol kemenangan dicetak oleh Arkhan Kaka pada babak pertama, sementara dua gol tambahan berhasil dicetak oleh Dimas Wicaksono di paruh kedua. Meski hasilnya memuaskan, Nova mengakui ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki. “Kami harus terus meningkatkan performa karena ini hanya awal dari perjalanan yang lebih panjang,” tambahnya.

Mental Pemain Jadi Fokus Evaluasi Nova Arianto

Setelah pertandingan selesai, Nova Arianto menjelaskan bahwa faktor mental pemain menjadi salah satu hal yang paling penting untuk dievaluasi. Ia mengungkapkan, meskipun hasilnya memuaskan, permainan tim belum mencerminkan kemampuan maksimal. “Ketika melihat pertandingan tadi, saya merasa masih ada jarak antara latihan dan aplikasi di lapangan,” kata pelatih berusia 46 tahun tersebut.

“Pertandingan pertama memang tidak akan mudah bagi kami. Namun, saya sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Kondisi para pemain masih perlu waktu untuk menyesuaikan, terutama dalam hal kepercayaan diri dan fokus selama pertandingan,” ungkap Nova usai pertandingan, seperti dilansir Tribun Medan.

Nova menyoroti bahwa kebanyakan pemain masih dalam tahap pertama menghadapi kompetisi internasional. Hal ini membuat mereka terlihat gugup saat bertanding. “Mereka belum terbiasa dengan tekanan pertandingan internasional. Faktor pengalaman menjadi penentu utama dalam penampilan mereka,” lanjutnya.

Dalam sesi latihan sebelumnya, tim menunjukkan performa yang kompetitif. Namun, Nova menyebutkan bahwa penampilan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan. “Ada sedikit kehilangan momentum dan kepercayaan diri yang saya lihat di lapangan. Ini perlu diperbaiki agar bisa berkiprah lebih baik di babak selanjutnya,” imbuh pelatih asal Medan itu.

Persiapan Menuju Piala Asia Jadi Target Utama

Untuk memperkuat persiapan, Nova menegaskan bahwa kemenangan atas Myanmar akan menjadi bahan evaluasi penting. “Saya harap pemain bisa belajar dari pertandingan ini. Target kami adalah lolos ke Piala Asia, dan AFF U19 adalah bagian integral dari proses tersebut,” jelasnya.

Dalam perspektif lebih luas, Nova juga menilai bahwa kinerja mental pemain akan menjadi penentu kemenangan di fase berikutnya. “Mereka perlu lebih percaya diri dan stabil di setiap situasi. Kalau ini bisa diperbaiki, kami punya peluang besar untuk menghadapi tantangan lebih berat,” katanya.

Menurut Nova, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, kepercayaan diri pemain masih perlu ditingkatkan. Kedua, pengalaman pertandingan internasional pertama membuat mereka terlihat kurang konsisten. “Kami akan fokus pada perbaikan taktik dan mental. Kemenangan hari ini adalah awal, tetapi kami harus terus berbenah untuk mencapai target jangka panjang,” ujarnya.

Timnas U19 Indonesia kini berada di puncak klasemen sementara Grup A. Vietnam dan Malaysia juga menunjukkan performa yang solid. Nova menilai persaingan di grup ini sangat ketat, dan kepercayaan diri menjadi kunci untuk menjaga posisi di puncak. “Kami harus tetap waspada dan meningkatkan konsistensi. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” pungkasnya.

Dalam konteks lebih luas, Nova Arianto menegaskan bahwa kemenangan hari ini adalah langkah awal yang signifikan. “Pertandingan ini membuktikan bahwa kami mampu beradaptasi dengan level internasional. Namun, permainan terbaik belum muncul sepenuhnya,” kata pelatih yang juga pernah mengarsiteki Timnas U20 Indonesia di Piala Asia U20 2018.

Analisis Kinerja Timnas U19 Indonesia

Sejumlah faktor dipercaya Nova menjadi penyebab penampilan yang belum maksimal. Salah satunya adalah kurangnya pengalaman internasional bagi sebagian besar pemain. “Mereka masih terbiasa dengan pertandingan lokal, jadi tekanan di level internasional memengaruhi kinerja mereka,” jelasnya.

Kinerja mental juga menjadi fokus utama. Nova menilai pemain terlihat cemas dan kurang percaya diri saat menghadapi situasi sulit. “Ketika pertandingan berjalan ketat, mereka butuh mental yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan. Ini yang harus kami tingkatkan,” tambahnya.

Persiapan sebelumnya dianggap sudah cukup matang. Namun, Nova menyebutkan bahwa beberapa aspek seperti koordinasi tim dan penguasaan bola belum mencapai tingkat optimal. “Kami telah melakukan latihan intensif, tetapi penampilan di lapangan masih memerlukan perbaikan. Ini adalah evaluasi penting untuk menyesuaikan strategi di laga berikutnya,” imbuh pelatih yang telah menangani timnas sejak 2023.

Kemenangan ini juga menjadi momentum positif bagi para pemain. Nova berharap para pemain bisa belajar dari pengalaman pertama ini. “Mereka perlu terus meningkatkan kepercayaan diri dan memahami ritme pertandingan internasional. Ini adalah kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.

Dengan menang 3-0 atas Myanmar, Timnas U19 Indonesia kini memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh. Nova berharap kinerja mereka di babak selanjutnya akan lebih stabil. “Kami akan terus berusaha agar bisa menunjukkan performa terbaik di semua laga. Kemenangan hari ini adalah awal, tetapi kami tidak boleh puas sebelum target tercapai,” pungkasnya.

Leave a Comment