Sonny Sonjaya Pilih Elza Syarief Sebagai Kuasa Hukum dalam Kasus Korupsi MBG
Special Plan – Jakarta – Setelah menjadi tersangka dalam kasus korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sonny Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), resmi menunjuk Elza Syarief sebagai kuasa hukumnya. Pengumuman ini dilakukan setelah Elza terlibat langsung dalam pemeriksaan Sonny di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (4/6/2026). Elza Syarief, yang sebelumnya dikenal sebagai pengacara dalam berbagai kasus hukum, diberikan tugas khusus untuk membela Sonny dalam investigasi yang menjeratnya.
Background of the Special Plan
Elza Syarief mengungkapkan bahwa ia menerima mandat dari Sonny Sonjaya secara langsung pada Rabu (3/6/2026). Ia menjelaskan, pengambilan keputusan untuk menunjuknya sebagai kuasa hukum terkait dengan Special Plan yang ditetapkan dalam upaya mengelola kasus korupsi MBG. Dalam pernyataannya, Elza mengatakan, “Klien saya memberikan kepercayaan penuh untuk menghadapi proses hukum ini dengan strategi yang tepat.” Namun, ia belum memberikan penjelasan rinci mengenai alur kasus, karena masih dalam proses penyelidikan yang terus berlangsung.
Dalam Special Plan ini, kejaksaan menargetkan tata kelola program MBG yang dianggap tidak transparan. Program MBG, yang seharusnya memberikan bantuan pangan kepada masyarakat, telah menjadi sorotan karena dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. Sonny Sonjaya, sebagai salah satu dari tiga tersangka utama, menjadi fokus utama dalam penyelidikan ini. Elza Syarief ditemani dalam proses pemeriksaan, yang berlangsung di Jampidsus, sebagai langkah awal dalam menghadapi tuduhan korupsi.
Details of the Corruption Case
Kasus korupsi MBG diduga terjadi karena adanya intervensi dari para tersangka dalam pengadaan barang yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan nyata. Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, ketiga tersangka—Sonny Sonjaya, Dadan Hindayana, dan Loedwijk Pusung—melakukan mark up harga pada beberapa item penting. Contoh pengadaan yang disebutkan meliputi 21.801 motor listrik senilai sekitar Rp 1 triliun, 32.000 pasang sepatu dengan ketidaksesuaian ketentuan, 31.000 tablet yang tidak memenuhi standar, serta 5.400 unit televisi 75 inch dengan harga yang dinaikkan.
Elza Syarief menegaskan bahwa ia akan menggali fakta-fakta dalam Special Plan ini dengan komprehensif. “Kami ingin menjamin bahwa semua pihak terlibat akan diperiksa secara adil,” ujarnya. Meski belum berbicara banyak tentang isu internal atau keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia menyatakan bahwa tim hukumnya akan fokus pada dokumen-dokumen yang menjadi dasar penyelidikan. Penyidik menemukan indikasi bahwa keputusan pengadaan barang dilakukan dengan pemberian insentif atau kepentingan pribadi, sehingga memicu kerugian negara.
Special Plan ini juga mencakup investigasi terhadap tata kelola MBG yang dianggap kurang memadai. Dalam penyelidikan yang berlangsung selama beberapa bulan, Kejagung mengungkap bahwa para tersangka memanipulasi Kerangka Acuan Kerja (KAK) sehingga pengadaan dilakukan secara tidak efisien. Elza Syarief, dengan latar belakang pengalaman di berbagai kasus korupsi, diberikan peran penting untuk membantu Sonny menghadapi pemeriksaan yang bisa berdampak signifikan pada reputasinya. Ia juga berharap bisa mengungkap seluruh aspek dari kasus ini secara jelas.
Dalam konteks Special Plan, penuntutan terhadap Sonny Sonjaya menggambarkan upaya pemerintah untuk memastikan akuntabilitas dalam program sosial. MBG, yang diharapkan meringankan beban masyarakat miskin, justru menjadi korban dari dugaan kesalahan administratif dan korupsi. Elza Syarief diperkirakan akan memperkuat posisi Sonny dengan memanfaatkan kredibilitasnya dalam proses hukum. Meski Sonny belum memberi komentar terbuka, tim hukumnya siap memberikan argumen untuk menghadapi tuduhan yang menimpanya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggota lembaga pemerintah yang berwenang. Special Plan yang dijalankan oleh Kejaksaan Agung menunjukkan komitmen untuk mengungkap kebenaran meski ada tekanan dari pihak tertentu. Dengan Elza Syarief sebagai kuasa hukum, Sonny Sonjaya memiliki kesempatan untuk menjelaskan perannya dalam pengadaan barang dan jasa MBG. Penyidik akan terus mengumpulkan bukti hingga kasus ini dapat diproses secara lengkap.
