Nasional

Key Strategy: Janji Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru: Rutin Konferensi Pers, Lakukan Efisiensi Anggaran

dan Pengawasan Key Strategy menjadi fokus utama dalam visi kepemimpinan Nanik S Deyang sebagai kepala baru Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pergantian

Desk Nasional
Published Juni 5, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pemimpin Baru BGN: Strategi Efisiensi dan Pengawasan

Key Strategy menjadi fokus utama dalam visi kepemimpinan Nanik S Deyang sebagai kepala baru Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pergantian kepemimpinan yang terjadi pada Senin (8/6/2026). Dengan menggantikan Dadan Hindayana, yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026, Nanik menegaskan komitmen untuk menerapkan strategi penghematan anggaran dan peningkatan akuntabilitas. Dalam konferensi pers pertamanya, ia menyampaikan rencana konkrit untuk mengoptimalkan penggunaan dana serta memperkuat sistem pengawasan internal BGN.

Key Strategy dalam Pengelolaan Program MBG

Key Strategy akan diwujudkan melalui pembaharuan mekanisme pengelolaan anggaran yang lebih transparan. Nanik menyatakan bahwa salah satu langkah awalnya adalah melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana MBG, dengan memastikan setiap pengeluaran diakui secara akurat. “Kita perlu menciptakan pola pengelolaan keuangan yang efisien, jadi pertama-tama akan dilakukan evaluasi terhadap penggunaan dana selama periode sebelumnya,” jelasnya dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

“Key Strategy ini juga mencakup peningkatan kolaborasi dengan lembaga pemerintah lain untuk memastikan koordinasi yang lebih baik, sehingga mencegah pemborosan,” tambah Nanik, dilansir dari Kompas.com.

Dalam perannya sebagai kepala BGN, Nanik berjanji menghadirkan kebijakan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, dengan memanfaatkan data dan teknologi untuk memantau efektivitas program. Ia menyatakan bahwa setiap minggu akan diadakan konferensi pers untuk menjawab pertanyaan publik dan menjaga komunikasi yang terbuka. “Key Strategy ini tidak hanya tentang efisiensi anggaran, tetapi juga tentang kemudahan akses masyarakat kepada layanan BGN,” ujarnya.

Langkah Konkret dalam Menjaga Transparansi

Nanik S Deyang menegaskan bahwa Key Strategy akan diprioritaskan dengan mengedepankan sistem informasi yang lebih modern. Ia berencana mengintegrasikan platform digital untuk memudahkan akses informasi mengenai progres program MBG, termasuk anggaran, realisasi, dan capaian peningkatan gizi masyarakat. “Dengan adanya sistem ini, kita bisa memastikan bahwa setiap pengeluaran berdampak langsung pada masyarakat yang kita layani,” jelasnya.

“Key Strategy juga mencakup penguatan pengawasan di lapangan, jadi kita akan menambahkan tim evaluasi untuk melacak kegiatan di setiap provinsi,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menjadi saksi dalam pelantikan Nanik.

Strategi ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. DPR telah menegaskan bahwa peningkatan transparansi menjadi syarat utama untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Nanik berjanji akan menjawab seluruh pertanyaan terkait anggaran dan pengawasan secara rutin melalui konferensi pers mingguan, sebagaimana yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam keputusan pembentukan BGN baru.

Key Strategy: Efisiensi dan Reformasi Struktur

Di samping efisiensi anggaran, Key Strategy juga mencakup reformasi struktur organisasi BGN untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Nanik menyatakan bahwa struktur yang baru akan diatur agar lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat secara real-time. “Key Strategy ini memperhatikan dinamika masyarakat, jadi kita perlu sistem yang bisa menyesuaikan kebutuhan di lapangan secara cepat,” ujarnya.

“Key Strategy juga berfokus pada keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan, jadi kita akan melibatkan lebih banyak perwakilan daerah dalam evaluasi kebijakan,” terang Menteri Pangan dan Kelautan, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap visi Nanik.

Penggunaan teknologi dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam Key Strategy. Nanik berencana menerapkan sistem pelaporan elektronik agar setiap kegiatan BGN dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat dan lembaga pemerintah. Ia juga berharap kebijakan ini bisa memberikan dampak lebih besar terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau.

Strategi Keberlanjutan dalam Pembangunan Gizi

Key Strategy Nanik S Deyang meliputi pengembangan kebijakan jangka panjang yang dapat berdampak pada peningkatan gizi masyarakat secara berkelanjutan. Ia berencana menetapkan indikator spesifik untuk mengukur keberhasilan program MBG, termasuk peningkatan akses makanan bergizi, pengurangan stunting, dan peningkatan keterlibatan masyarakat. “Key Strategy ini dirancang untuk mengoptimalkan kegiatan BGN dalam jangka panjang, bukan hanya pada periode tertentu,” jelasnya.

“Key Strategy yang kita lakukan juga didasarkan pada umpan balik dari masyarakat, jadi kita akan menyusun survei kecil untuk mengetahui kebutuhan masyarakat setiap bulan,” kata Nanik dalam sesi konferensi pers tersebut.

Dengan Key Strategy ini, BGN berharap bisa mencapai target peningkatan gizi masyarakat dalam waktu singkat. Nanik menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas layanan, tetapi justru akan meningkatkan efektivitas. “Kita perlu Key Strategy yang tajam, agar setiap rupiah bisa berdampak optimal,” tambahnya.

Leave a Comment