Nasional

Topics Covered: Mahfud MD: Korupsi MBG Sudah Lama Diteriakkan tapi Dibela Pak Prabowo, Imbasnya BGN Luput dari Hukum

Topics Covered: Mahfud MD Ungkap Korupsi MBG Dibela Prabowo, BGN Luput dari Hukum Topics Covered - Pendahuluan: Penyelidikan Korupsi MBG dan Isu Pembelaan

Desk Nasional
Published Juni 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Topics Covered: Mahfud MD Ungkap Korupsi MBG Dibela Prabowo, BGN Luput dari Hukum

Topics Covered –

Pendahuluan: Penyelidikan Korupsi MBG dan Isu Pembelaan Prabowo

Topics Covered – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memberikan penjelasan terkait penyelidikan kasus korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dan dua pejabat pembantunya, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung serta Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, ditetapkan sebagai tersangka. Mahfud menegaskan bahwa dugaan tindak pidana korupsi dalam MBG, program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sudah lama menjadi sorotan publik. Namun, ia mengkritik bagaimana pembelaan yang terus-menerus diberikan oleh Prabowo membuat BGN menghindari konsekuensi hukum.

Kasus Korupsi MBG dan Tindakan Pembelaan Prabowo

Topics Covered – Mahfud MD menyatakan bahwa Prabowo terus mempertahankan sikap defensif terhadap tata kelola MBG, sehingga masyarakat merasa kasus ini tidak mendapat penanganan serius. Menurutnya, meskipun berbagai bukti korupsi sudah diungkapkan selama berbulan-bulan, pembelaan dari pihak Prabowo membuat investigasi justru terhambat. “Masalah korupsi di BGN sudah diteriakkan sejak lama, tetapi selalu didukung oleh Pak Prabowo,” tutur Mahfud dalam video yang diunggah ke YouTube Mahfud MD Official, Rabu (3/6/2026). Hal ini, menurutnya, mengakibatkan lembaga penegak hukum menjadi lambat merespons dan mempercepat proses hukum.

Mahfud menambahkan, meski rakyat sudah menyampaikan data yang cukup jelas, BGN tetap berjalan tanpa hukuman karena penjelasan dari Prabowo yang terus-menerus memperkuat kedudukan mereka. “Ini seperti kasus korupsi yang selalu dibela, padahal ada cukup bukti untuk menunjukkan kesalahan mereka,” ujarnya.

Praktik Pengadaan Barang dengan Mark Up Besar

Topics Covered – Dalam penjelasannya, Mahfud MD juga mengungkap praktik mark up dalam pengadaan barang dan jasa di BGN, seperti pembelian motor listrik, tablet, televisi, serta peralatan pendukung lainnya. Salah satu bidang yang paling kontroversial adalah pengadaan infrastruktur teknologi informasi (IT) yang diduga mencapai Rp1,2 triliun. Menurut Mahfud, nilai kontrak yang dianggap tidak wajar ini memicu kekecewaan publik karena lembaga pengawasan tidak segera bertindak.

Respons BGN dan Ketidakaktifan Aparat Hukum

Topics Covered – Mahfud menyebut bahwa BGN dinilai tidak aktif memberikan penjelasan resmi mengenai transaksi besar yang dilakukan. Padahal, masyarakat menyoroti adanya kecurangan dalam penggunaan anggaran MBG. “BGN berjalan bebas karena tidak ada tindakan dari aparat hukum yang tegas,” lanjut Mahfud. Ia menilai, kebijakan ini menunjukkan ketidakseimbangan antara akuntabilitas dan kekuasaan, terutama dalam penanganan kasus korupsi yang berkaitan dengan program sosial.

Penyelidikan TII dan Ketidakhadiran Prabowo

Topics Covered – Mahfud MD juga menyebutkan bahwa Tim Investigasi Independen (TII) telah mengundang BGN untuk membahas potensi korupsi MBG sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini Presiden Prabowo belum hadir dalam rapat tersebut. “Ini menunjukkan bahwa pembelaan dari Prabowo memang menjadi faktor utama yang menghambat proses investigasi,” kata Mahfud. Meski akhirnya Kejagung memulai penyelidikan resmi, ia menilai langkah tersebut terlambat dan tidak sepenuhnya mencerminkan keadilan.

Impak pada Publik dan Proses Hukum

Topics Covered – Penyelidikan kasus korupsi MBG yang lambat ini memicu kekecewaan masyarakat luas. Mahfud MD menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin melemah karena tidak ada tindakan tegas terhadap BGN. “Kasus ini tidak hanya tentang uang, tapi juga tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa jika korupsi dalam MBG tidak ditangani secara cepat, maka BGN akan terus menjadi lembaga yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan: Kebutuhan Penanganan Hukum yang Lebih Berimbang

Topics Covered – Mahfud MD menilai bahwa kasus korupsi MBG seharusnya menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintahan Prabowo Subianto. “Kita perlu menunjukkan bahwa kekuasaan tidak bisa menjadi alasan untuk menghindari hukum,” pungkasnya. Ia menyerukan agar lembaga penegak hukum lebih independen dan tidak dipengaruhi oleh tekanan politik. Dengan penanganan yang lebih transparan, ia berharap masyarakat dapat merasa lebih percaya pada proses hukum dan reformasi di sektor pemerintahan.

Leave a Comment