Nasional

Anggota Cipayung Menggugat Ditangkap saat Demo: Massa Tak Terima – lalu Saling Dorong dengan Polisi

Anggota Cipayung Ditangkap Saat Demo: Massa Mengeluh dan Saling Dorong dengan Petugas Anggota Cipayung Menggugat Ditangkap saat Demo - Pada Senin (15/6/2026)

Desk Nasional
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Anggota Cipayung Ditangkap Saat Demo: Massa Mengeluh dan Saling Dorong dengan Petugas

Anggota Cipayung Menggugat Ditangkap saat Demo – Pada Senin (15/6/2026), seorang anggota dari kelompok Cipayung Menggugat ditangkap oleh polisi saat berdemo di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Insiden tersebut terjadi ketika massa berusaha menyampaikan tuntutan mereka. Anggota Cipayung Menggugat ini turut serta dalam aksi yang digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap situasi tertentu. Penangkapan mendapat perhatian dari peserta demo, yang merasa tidak puas dengan tindakan pihak kepolisian.

Detail Penangkapan dan Reaksi Massa

Dalam video yang didokumentasikan Tribunnews.com, Reza Deni, seorang anggota Cipayung Menggugat, ditangkap oleh dua petugas berpakaian preman. Salah satu petugas mengenakan hoodie hitam dan celana panjang gelap, sementara yang lain berpakaian topi abu-abu, kaos cokelat, serta celana hitam. Reza ditarik ke luar area aksi, sementara massa terus menantikan penjelasan dari polisi. Kebingungan terlihat saat anggota Cipayung Menggugat berusaha mengetahui alasan penangkapan.

“Lo nggak bakal kuat, tenaga lo kecil,” ujar pria ber topi kepada orang yang ditangkap. Reaksi ini memicu reaksi dari massa yang menuntut transparansi dalam tindakan penangkapan.

Kelompok Cipayung Menggugat merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa seperti Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Jakarta Timur, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jakarta Timur, dan lainnya. Mereka turut serta dalam aksi yang dianggap sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tertentu. Anggota Cipayung Menggugat ini ditangkap saat sedang berada di tengah kerumunan, dengan keberatan dari peserta demo lainnya.

“Kembalikan teman kami,” kata anggota Cipayung Menggugat sambil berusaha mendekati petugas. Massa meminta penjelasan mengenai alasan penangkapan tersebut, tetapi pihak kepolisian hanya merespons secara singkat.

Selama aksi berlangsung, ketegangan terjadi antara peserta demo dan polisi. Beberapa anggota Cipayung Menggugat mengangkat suara agar rekan mereka diberi kesempatan untuk menjelaskan diri. Anggota Cipayung Menggugat juga memberikan tanggapan terhadap tindakan petugas. “Teman kami di mana?” tanya massa sambil berusaha memperjelas situasi.

Petugas kemudian menanyakan nama orang yang ditangkap. “Siapa nama temanmu?” sahut polisi, sementara anggota Cipayung Menggugat menjawab, “Pokoknya mana kawanku?” Reaksi ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap cara penangkapan yang dilakukan. Selain itu, kejadian tersebut menimbulkan keluhan dari para peserta aksi.

Konteks Demo dan Tindakan Petugas

Demo Cipayung Menggugat ini diadakan sebagai respons atas situasi politik dan sosial yang dirasa memicu ketidakpuasan di tengah masyarakat. Anggota Cipayung Menggugat menggugat petugas saat aksi berlangsung, dengan menunjukkan tindakan mereka sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Penangkapan anggota Cipayung Menggugat menjadi sorotan karena terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan yang jelas.

Beberapa anggota demo menganggap penangkapan tersebut sebagai bentuk represi. Mereka menuntut agar pihak kepolisian memberikan penjelasan yang transparan. Anggota Cipayung Menggugat juga menegaskan bahwa aksi mereka dilakukan dengan damai dan sesuai aturan. Namun, tindakan petugas dianggap terlalu keras, terutama saat mereka menggandeng anggota Cipayung Menggugat dan mengarahkannya ke luar area.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan mengejar konflik,” kata seorang peserta demo. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa anggota Cipayung Menggugat hanya ingin menunjukkan ketidakpuasan mereka.

Ketegangan antara massa dan polisi berlanjut hingga beberapa saat setelah penangkapan. Peserta demo tetap berusaha mengatur suasana agar tidak memanas, sementara pihak kepolisian menjaga ketat pengawasan di sekitar aksi. Anggota Cipayung Menggugat terus menekankan bahwa penangkapan mereka terjadi saat mereka sedang berada dalam lingkaran massa yang tenang.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, kejadian ini menjadi bahan perdebatan di media sosial. Banyak warganet menyoroti aksi penangkapan anggota Cipayung Menggugat dan menyebutnya sebagai bentuk penyiksaan. Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan mereka dilakukan sesuai dengan protokol pengamanan yang berlaku. Anggota Cipayung Menggugat menilai bahwa interaksi dengan petugas bisa lebih harmonis jika ada komunikasi yang lebih terbuka.

Leave a Comment