Main Agenda: Dishub Jakarta Timur Kembalikan Motor Ojol yang Diangkut Saat Ambil Order
Main Agenda – Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat, Main Agenda terkait pengembalian motor ojek online yang diangkut oleh Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menjadi sorotan publik. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/6/2026), ketika Sulis Agung Wibowo, seorang pengemudi ojol, menyatakan bahwa motornya diambil oleh petugas sebagai bagian dari operasi penegakan aturan lalu lintas. Dalam pertemuan di Bekasi, Dishub Jaktim memberikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki proses pengawasan guna menghindari konflik serupa di masa depan.
Insiden dan Penjelasan Dishub Jaktim
Kejadian berawal saat Sulis, yang bekerja sejak pagi, memarkir motornya di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, dengan alasan agar lebih mudah mengambil pesanan pelanggan. Namun, petugas Dishub menilai tindakan tersebut melanggar aturan parkir. Sebagai bentuk penegakan hukum, motor diangkut ke kantor selama beberapa hari. Selama proses ini, Sulis berusaha memahami kebijakan yang diterapkan, namun juga merasa khawatir kehilangan penghasilan sehari-harinya.
“Saya memang sedikit salah, tapi ini bisa menjadi pelajaran bagi kami semua. Ke depan, kami akan lebih memperhatikan kebijakan yang humanis, terutama terhadap para pengemudi ojol,” ungkap perwakilan Dishub Jaktim, seperti yang dilaporkan oleh infojkt24.
Permintaan Maaf dan Refleksi Sulis
Sulis mengakui kesalahan dalam mengambil order, tetapi menjelaskan bahwa dirinya memprioritaskan kecepatan kerja agar bisa menyelesaikan tugas sebelum jam makan. Ia menangis saat bertemu dengan petugas dan memohon agar motor bisa segera dikembalikan. “Saya butuh uang untuk kebutuhan keluarga, jadi tolong jangan menyita motornya dulu,” teriak Sulis dalam video yang viral di media sosial.
“Setelah kejadian ini, saya lebih berhati-hati. Saya ingatkan diri sendiri bahwa parkir sembarangan bisa berdampak serius, termasuk mengganggu kegiatan sehari-hari,” tambah Sulis.
Konteks Video Viral dan Kesadaran Masyarakat
Video yang merekam insiden ini beredar cepat di platform media sosial, memicu perdebatan tentang keseimbangan antara penegakan aturan dan kebijakan yang penuh empati. Dalam video tersebut, Sulis terlihat berusaha mempertahankan sikap tenang meski menghadapi situasi yang mengganggu. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan keteraturan lalu lintas, terutama di kawasan perkotaan yang padat.
“Saya tidak bermaksud melanggar aturan, tapi saya juga perlu menghidupi keluarga. Semoga kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Dishub dan masyarakat,” pungkas Sulis.
Penegakan Aturan dan Keterlibatan Masyarakat
Pengembalian motor oleh Dishub Jaktim menjadi momentum untuk menegaskan komitmen dalam penegakan aturan. Meski proses ini awalnya memicu kekhawatiran, kini menjadi bentuk penghargaan terhadap kesadaran Sulis dan pengemudi lainnya. Dinas Perhubungan berharap insiden ini dapat mendorong pengguna ojol untuk lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas, sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat yang terdampak.
“Kami tidak ingin membuat para pengemudi ojol merasa terganggu, tapi tetap perlu mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci kelancaran transportasi,” jelas perwakilan Dishub.
Pelajaran dan Harapan Masa Depan
Proses pengembalian motor ini menjadi contoh nyata bahwa Main Agenda penegakan hukum tidak selalu bersifat keras. Dengan pendekatan yang lebih humanis, Dishub Jaktim berharap bisa memperkuat koordinasi dengan pengemudi ojol. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan ketertiban jalan juga diharapkan meningkat, karena kejadian serupa bisa terjadi di banyak titik.
“Main Agenda ini membuktikan bahwa penegakan aturan bisa dilakukan dengan cara yang tidak merugikan pengemudi. Saya yakin ini akan menjadi contoh untuk program serupa di masa mendatang,” kata seorang warga Bekasi yang mengapresiasi tindakan Dishub.
