Berbagi Pengalaman Karier, Direktur Pegadaian Ajak Mahasiswa Universitas Andalas Terus Berkembang
Pegadaian Dorong Mahasiswa Unand Menyiapkan Kepemimpinan Masa Depan
Beritahitam.com – Ratusan mahasiswa Universitas Andalas mendapat kesempatan berdialog langsung dengan salah satu alumninya yang kini berkiprah di tingkat nasional. Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, hadir untuk membagikan pengalaman profesional, pandangan tentang kepemimpinan, serta arti penting membangun kemampuan sejak masa kuliah.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam sesi “Alumni Calling” di Universitas Andalas pada Selasa, 15 September 2026. Acara ini menjadi bagian dari program Indonesia Punya Kamu 2026 bertajuk “Connecting Generations”, yang diselenggarakan Pegadaian bersama Garuda TV.
Dalam pertemuan bertema “Dari Ranah Minang, untuk Nusantara”, Ismail mengajak mahasiswa memandang proses pendidikan sebagai bekal yang lebih luas daripada sekadar mengejar kelulusan. Pengalaman menghadapi tugas, tekanan, perbedaan pandangan, dan tantangan lain di kampus dapat membantu membentuk sikap yang diperlukan ketika memasuki dunia profesional.
Pengalaman Alumni sebagai Jembatan Pembelajaran
Sesi Alumni Calling dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan figur yang telah menempuh perjalanan karier di berbagai bidang. Bagi peserta, perjumpaan semacam ini membuka gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, termasuk kesiapan menghadapi perubahan dan tuntutan kerja.
Ismail membahas perjalanan hidup serta pengalaman profesionalnya, termasuk dinamika dalam menjalankan tugas dan menghadapi keputusan-keputusan strategis. Cerita tersebut memberi sudut pandang mengenai proses panjang yang dilalui seorang profesional sebelum memegang tanggung jawab pada skala nasional.
Kembali ke lingkungan kampus juga memiliki arti khusus bagi Ismail. Sebagai alumni Universitas Andalas, ia melihat kampus sebagai tempat awal pembentukan cara berpikir, karakter, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Kembali ke kampus almamater selalu menjadi momen yang berkesan bagi saya. Melalui sesi Alumni Calling ini, kami ingin membuka ruang pemikiran bagi adik-adik mahasiswa bahwa setiap proses dan tantangan yang dihadapi di bangku kuliah adalah pembentuk karakter kepemimpinan di masa depan,
Pesan tersebut menempatkan pengalaman mahasiswa sebagai bagian penting dari pembelajaran jangka panjang. Perjalanan akademik tidak selalu berjalan mulus, tetapi setiap proses dapat menjadi kesempatan untuk mengasah ketahanan, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan bekerja bersama orang lain.
Ajakan untuk Terus Berkembang
Dalam dialog bersama mahasiswa, Ismail juga memberikan dorongan khusus kepada generasi muda dari Ranah Minang agar tidak ragu mengambil peran di berbagai ruang. Pengembangan diri, keberanian berkontribusi, dan kesediaan menghadirkan manfaat bagi lingkungan menjadi hal yang ditekankan dalam arah pembicaraannya.
Generasi muda dari Ranah Minang harus berani mengambil peran, terus berkembang, serta memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas sebagai bagian dari langkah bersama untuk MengEMASkan Indonesia,
Ajakan itu relevan bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan diri menuju dunia kerja. Kompetensi akademik tetap penting, namun kebutuhan profesional juga mencakup kemampuan beradaptasi, memahami persoalan, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan bekerja dengan tujuan yang memberi nilai bagi masyarakat.
Pengalaman dari alumni dapat membantu mahasiswa melihat bahwa pengembangan karier bukan proses instan. Ada tahapan belajar, penyesuaian terhadap lingkungan kerja, serta kebutuhan untuk terus memperbarui keterampilan. Perspektif ini memberi konteks bagi mahasiswa untuk mulai membangun kesiapan sejak berada di perguruan tinggi.
Memperkuat Hubungan Kampus dan Industri
Program Connecting Generations dalam rangka Indonesia Punya Kamu 2026 turut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para pemimpin dengan aspirasi generasi muda. Melalui dialog langsung, mahasiswa dapat mengenali kompetensi dan karakter yang akan dibutuhkan ketika berhadapan dengan dunia kerja yang dinamis.
Hubungan antara perguruan tinggi dan industri memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami kebutuhan profesional tanpa mengabaikan proses akademik. Pertukaran gagasan dengan praktisi dan alumni dapat memperluas wawasan peserta tentang jenis tantangan yang mungkin muncul setelah lulus.
Bagi Universitas Andalas, kehadiran alumninya dalam sesi tersebut memberi nilai tersendiri. Mahasiswa memperoleh contoh nyata bahwa latar belakang pendidikan di kampus dapat menjadi titik awal untuk berkontribusi pada bidang-bidang strategis di tingkat nasional.
Pegadaian menempatkan pengembangan talenta muda sebagai bagian dari kontribusinya terhadap penguatan sumber daya manusia melalui semangat MengEMASkan Indonesia. Interaksi antara mahasiswa dan alumni diharapkan dapat memunculkan gagasan baru, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendorong kesiapan generasi muda dalam menentukan arah masa depannya.
Melalui kegiatan seperti Alumni Calling, mahasiswa tidak hanya mendengar kisah keberhasilan, melainkan juga memahami pentingnya proses di balik perjalanan karier. Bekal tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kemampuan untuk terus belajar, berani mengambil peran, dan memberi manfaat bagi orang lain merupakan fondasi yang relevan dalam menghadapi masa depan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Berbagi Pengalaman Karier Direktur Pegadaian Ajak?Berbagi Pengalaman Karier Direktur Pegadaian Ajak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Berbagi Pengalaman Karier Direktur Pegadaian Ajak matter?Berbagi Pengalaman Karier Direktur Pegadaian Ajak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.