Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bos Bulog Ungkap Kebutuhan Jagung Pakan Meningkat karena Tingginya Permintaan Ayam untuk MBG

Published Oktober 24, 2026 · Updated Oktober 24, 2026 · By William Gonzalez - beritahitam.com

Foto : William Gonzalez - beritahitam.com

Bulog Percepat Pasokan Jagung Pakan untuk Peternak Mikro di Jawa

Beritahitam.com – Kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak di banyak wilayah Pulau Jawa tengah meningkat. Situasi ini berkaitan dengan tingginya permintaan telur dan daging ayam, termasuk kebutuhan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk menjaga ketersediaan bahan pakan bagi peternak rakyat, Perum Bulog mulai mengalirkan stok dari daerah penghasil menuju wilayah yang membutuhkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengiriman 10.000 ton jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Pulau Jawa. Komoditas tersebut diprioritaskan bagi peternak mikro yang menghadapi kebutuhan bahan pakan lebih besar di tengah peningkatan permintaan produk unggas.

Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memantau persiapan pengiriman tersebut di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pergeseran stok dapat segera berjalan dan jagung tiba di daerah tujuan tanpa penundaan yang tidak diperlukan.

Respons atas kebutuhan peternak

“Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pergeseran jagung SPHP bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya peternak mikro di Pulau Jawa, benar-benar berjalan dan dapat dikirim secepatnya,” kata Rizal dalam keterangan resminya, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pengiriman dari Sulawesi Selatan menjadi bagian dari respons atas kebutuhan yang disampaikan kalangan peternak. Rizal menyebut aspirasi mengenai pasokan jagung juga telah disampaikan di DPR RI. Bulog kemudian mempercepat mobilisasi jagung dari wilayah sentra produksi agar bahan pakan lebih cepat tersedia di kawasan dengan permintaan tinggi.

“Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para peternak yang disampaikan di DPR RI dan langsung kami respons dengan mempercepat pengiriman jagung dari daerah-daerah sentra produksi,” sambung dia.

Jagung merupakan salah satu komponen penting dalam formulasi pakan unggas. Karena itu, kelancaran pasokan bahan baku memiliki arti besar bagi peternak, terutama usaha mikro yang umumnya membutuhkan akses bahan pakan dengan harga yang dapat dijangkau. Ketersediaan jagung yang lebih terjaga diharapkan membantu mereka menjalankan kegiatan produksi secara berkelanjutan.

Permintaan ayam dan telur mendorong kebutuhan bahan pakan

Rizal menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan jagung pakan berkaitan dengan bertambahnya permintaan terhadap telur dan daging ayam. Kebutuhan tersebut tidak hanya datang dari pasar konsumsi sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan pelaksanaan MBG yang memerlukan dukungan pasokan pangan bergizi.

Program tersebut turut membuat kebutuhan bahan baku pakan menjadi perhatian, sebab produksi ayam dan telur bergantung pada keberlanjutan usaha peternakan. Meski demikian, Bulog belum menyampaikan angka rinci mengenai total kebutuhan jagung pakan di sentra-sentra produksi ternak di Pulau Jawa sepanjang 2026.

“Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan bahan baku pakan, khususnya bagi peternak mikro,” ucap Rizal.

Dalam kondisi seperti ini, distribusi antarwilayah menjadi unsur penting. Daerah penghasil dapat menopang wilayah yang memiliki kebutuhan lebih besar, sehingga pasokan tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan. Pengiriman dari Sulawesi Selatan ke Jawa merupakan contoh pemanfaatan stok di sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan peternak di daerah lain.

Tambahan pasokan dari Gorontalo

Selain 10.000 ton jagung yang diberangkatkan dari Sulawesi Selatan, Bulog juga menyiapkan pengiriman sekitar 15.000 ton dari Gorontalo. Persiapan tersebut memperluas sumber pasokan bagi peternak di Jawa dan menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi jagung pakan tetap berjalan.

Pemerintah juga telah menetapkan penugasan tambahan SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton. Dengan tambahan volume tersebut, Bulog akan mengoptimalkan penyaluran dari wilayah produksi menuju daerah yang membutuhkan. Fokus utamanya adalah mempercepat ketersediaan jagung bagi peternak mikro ketika kebutuhan pakan meningkat.

“Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi. Pemerintah selalu hadir dan merespons dengan cepat kebutuhan masyarakat, termasuk para peternak mikro,” tegas Rizal.

Kecepatan distribusi penting bagi usaha peternakan karena pakan diperlukan secara rutin untuk menjaga kegiatan budidaya. Keterlambatan pasokan dapat menyulitkan pelaku usaha kecil dalam mengatur pembelian bahan baku. Karena itu, penyaluran melalui jalur yang telah ditetapkan diarahkan agar jagung sampai kepada kelompok sasaran secara lebih teratur.

Harga SPHP untuk menjaga keterjangkauan

Untuk program SPHP, Bulog menetapkan harga jagung pakan sebesar Rp5.000 per kilogram dari gudang. Harga di tingkat peternak maksimal Rp5.500 per kilogram melalui mekanisme distribusi yang telah ditentukan. Skema harga tersebut ditujukan untuk membantu menjaga biaya bahan baku pakan tetap lebih terjangkau bagi penerima program.

Penyaluran jagung SPHP diperuntukkan khusus bagi peternak mikro. Distribusinya dilakukan melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan. Pendekatan ini dimaksudkan agar bantuan pasokan tepat sasaran dan dapat mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Bagi peternak kecil, biaya pakan menjadi salah satu hal yang perlu dikelola secara cermat. Akses terhadap jagung dengan harga yang ditetapkan dalam program SPHP diharapkan dapat memberi ruang bagi mereka untuk mempertahankan kegiatan produksi di tengah kenaikan kebutuhan telur dan daging ayam. Bulog pun menempatkan pengiriman dari Sulawesi Selatan dan Gorontalo sebagai bagian dari langkah menjaga pasokan bagi peternak mikro di Pulau Jawa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bos Bulog Ungkap Kebutuhan Jagung Pakan?

Bos Bulog Ungkap Kebutuhan Jagung Pakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bos Bulog Ungkap Kebutuhan Jagung Pakan matter?

Bos Bulog Ungkap Kebutuhan Jagung Pakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.