Layanan RoRo Batam–Johor Ditargetkan Beroperasi 2027, Perkuat Logistik Indonesia–Malaysia
Layanan RoRo Batam Johor Ditargetkan 2027 Perkuat Logistik
Beritahitam.com – Posisi geografis yang saling berdekatan antara Batam dan Johor menciptakan peluang besar untuk meningkatkan hubungan Indonesia-Malaysia. Koneksi ini tidak hanya bermanfaat bagi pergerakan warga, tetapi juga mendukung perdagangan, investasi, dan sistem logistik yang melintasi batas negara. Salah satu inisiatif yang sedang dikembangkan adalah layanan RoRo Batam Johor yang akan menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor di Johor.
Layanan RoRo Batam Johor Ditargetkan Beroperasi 2027 - Koridor seluas sekitar 27 mil laut ini memiliki potensi strategis untuk mengintegrasikan pergerakan penumpang, kendaraan, serta kargo. Rio Lasse, Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Target awal layanan ini beroperasi pada pertengahan tahun 2027, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kepatuhan regulasi, serta persetujuan dari pemerintah kedua negara.
Proses Logistik yang Lebih Efisien
Layanan RoRo menghadirkan kemudahan dalam proses logistik karena kendaraan beserta muatannya dapat langsung naik ke kapal (roll-on), diangkut melalui perairan, lalu turun di pelabuhan tujuan (roll-off). Pola operasional ini berpotensi memangkas waktu penanganan barang, memperpendek durasi layanan, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok lintas batas.
Dari segi infrastruktur, fasilitas di Pelabuhan Bintang 99 Persada sudah siap digunakan. Sementara itu, terminal di Tanjung Belungkor masih memerlukan beberapa peningkatan untuk mendukung pengoperasian layanan RoRo secara optimal. Potensi pasar koridor ini juga didukung oleh tingginya mobilitas antar wilayah. Berdasarkan data ASDP, jumlah wisatawan Malaysia yang mengunjungi Batam sepanjang tahun 2024 mencapai sekitar 193 ribu orang.
Perencanaan Kapasitas dan Kolaborasi Bilateral
Batam juga memiliki komoditas ekspor potensial seperti produk hewani dan nabati, kakao, serta produk kimia. Asesmen awal menunjukkan bahwa volume angkutan pada fase awal diperkirakan masih di bawah 50 truk. Oleh karena itu, kapasitas dan pola layanan akan dikembangkan secara bertahap sesuai pertumbuhan permintaan pasar. Keseimbangan muatan pada perjalanan pergi dan kembali juga menjadi pertimbangan penting untuk menjaga keberlanjutan operasional dan keekonomian layanan.
Pengembangan koridor Batam-Johor sejalan dengan hasil 13th Annual Consultation Indonesia-Malaysia yang diselenggarakan pada 29 Juli 2025. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat konektivitas lintas batas melalui layanan RoRo guna mendukung perdagangan, investasi, pariwisata, dan integrasi logistik.
Komitmen ini ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Strategic Discussion on Cross-Border RoRo Connectivity and Bilateral Collaboration" yang diinisiasi ASDP bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru pada Rabu (12/8). Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun masukan dari pelaku usaha, calon pengguna jasa, dan pemangku kepentingan mengenai potensi pasar, kebutuhan logistik, kesiapan operasional, regulasi dan prosedur lintas batas, kesiapan infrastruktur, serta peluang komersial pengembangan koridor Batam-Johor.
"Kami berharap layanan RoRo Batam –Johor dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya terkait regulasi, infrastruktur, serta penyelarasan proses lintas batas kedua negara," ujar Rio.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit S. Widiyanto, Atase Perhubungan Republik Indonesia di Kuala Lumpur Sindu Rahayu, Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse, serta para pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait di Johor. Sigit menekankan bahwa layanan RoRo Batam-Johor tidak hanya membuka konektivitas transportasi baru, tetapi juga berpotensi menghubungkan secara lebih langsung dua kawasan pertumbuhan ekonomi di Batam dan Johor.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Layanan RoRo Batam Johor
Berapa lama waktu tempuh layanan RoRo Batam Johor? Waktu tempuh diperkirakan sekitar 1-2 jam tergantung kondisi cuaca dan laut. Layanan ini akan menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor di Johor.
Kapan layanan RoRo Batam Johor Ditargetkan Beroperasi? Layanan RoRo Batam Johor Ditargetkan Beroperasi 2027, tepatnya pada pertengahan tahun 2027 setelah melalui berbagai tahap persiapan infrastruktur dan regulasi.
Apa saja fasilitas yang tersedia di pelabuhan keberangkatan? Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam telah dilengkapi dengan fasilitas yang siap digunakan untuk layanan RoRo, termasuk area parkir kendaraan dan terminal penumpang.
Bagaimana dengan regulasi lintas batas untuk layanan ini? Regulasi lintas batas telah diselaraskan melalui berbagai pertemuan bilateral termasuk 13th Annual Consultation Indonesia-Malaysia pada 29 Juli 2025 dan FGD yang diinisiasi ASDP bersama KJRI Johor Bahru.
Apakah layanan RoRo ini hanya untuk kendaraan pribadi? Tidak, layanan RoRo ini juga melayani kendaraan komersial, kargo, dan penumpang. Volume angkutan pada fase awal diperkirakan masih di bawah 50 truk per hari.