Direktur Baru CDC Janji AS Siap Hadapi Wabah, Meski Seperempat Staf Hengkang
CDC di Bawah Kepemimpinan Baru: Janji Kesiapan di Tengah Krisis Tenaga
Beritahitam.com – Wabah campak terbesar dalam 35 tahun terakhir kini mengguncang Amerika Serikat, dengan minimal 2.566 kasus terkonfirmasi tercatat di seluruh negara. Status eliminasi campak AS pun terancam hilang menjelang akhir tahun. Di tengah situasi tersebut, Dr. Erica Schwartz — perempuan kulit hitam pertama yang menjabat direktur Centers for Disease Control and Prevention — menegaskan bahwa lembaganya tetap mampu merespons ancaman wabah.
Pernyataan itu ia sampaikan pada Rabu (19/8/2026) dalam rapat internal yang melibatkan seluruh pegawai CDC. NBC News telah meninjau transkrip pertemuan tersebut, yang merupakan agenda pertama Schwartz sejak resmi memimpin lembaga pada bulan ini.
Kekhawatiran dari Dalam
Sesi tanya jawab di ruang rapat diwarnai kekhawatiran mendalam. Seorang pegawai mempertanyakan kapasitas CDC untuk melanjutkan pekerjaan teknis yang dibutuhkan dalam menangani wabah aktif, termasuk campak dan Ebola, setelah gelombang pengurangan personel yang masif. Selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, sekitar seperempat dari total tenaga kerja CDC telah pergi atau diberhentikan.
"Pengurasan tenaga ahli sangat parah," kata pegawai tersebut menurut transkrip. "Bagaimana kita bisa mempertahankan citra CDC sebagai standar emas ketika pintu belakang dan pintu depan terbuka lebar dan orang-orang terus pergi?"
Jawaban Schwartz: Optimisme Berhati-hati
Schwartz mengakui adanya gejolak internal, namun menilai bahwa CDC tetap berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Ia kemudian menjawab kekhawatiran kolega secara langsung:
"Bisakah kita melakukan lebih banyak? Tentu saja. Kita bisa melakukan lebih banyak. Apakah kita akan siap menghadapi wabah berikutnya? Saya rasa kita akan siap."
Latar Belakang dan Hubungan dengan Kennedy
Schwartz merupakan pemimpin permanen pertama CDC dalam kurun satu tahun terakhir. Pendahulunya, Susan Monarez, dipecat pada musim panas lalu setelah kurang dari sebulan menjabat, akibat perselisihan dengan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. Sebelumnya, Schwartz pernah menduduki posisi wakil surgeon general selama masa jabatan pertama Trump.
Di hadapan para pegawai, ia menyatakan merasa "sangat nyaman" berkolaborasi dengan Kennedy dan mengungkapkan telah bertemu dengannya "tiga atau empat kali." Meski demikian, ia menambahkan catatan tegas:
"Namun, ketahuilah bahwa saya akan terus menyampaikan kebenaran kepada pihak yang berkuasa."
Satuan Tugas Vaksin
Dalam rapat yang sama, Schwartz mengonfirmasi keikutsertaannya dalam satuan tugas vaksin yang dibentuk berdasarkan perintah eksekutif Trump. Tujuannya adalah mengurangi jumlah penyakit menular yang proteksinya diberikan kepada anak-anak melalui vaksinasi. Satuan tugas ini juga melibatkan perwakilan dari Food and Drug Administration (FDA) dan National Institutes of Health (NIH), meskipun hingga kini belum pernah mengadakan pertemuan.
Schwartz menegaskan bahwa, berdasarkan pemahamannya, satuan tugas tersebut tidak dirancang untuk menggantikan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) — kelompok penasihat independen yang memberikan rekomendasi kepada CDC terkait siapa yang berhak menerima vaksin, kapan diberikan, termasuk untuk anak-anak.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Direktur Baru CDC Janji AS Siap?Direktur Baru CDC Janji AS Siap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Direktur Baru CDC Janji AS Siap matter?Direktur Baru CDC Janji AS Siap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.