Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emasnya?

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By David Lopez - beritahitam.com

Foto : David Lopez - beritahitam.com

Rusia Menguras Cadangan Emas untuk Menutup Celah Anggaran

Beritahitam.com – Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emangnya? Kremlin tengah melakukan penjualan besar-besaran terhadap cadangan emasnya sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis guna mengatasi defisit anggaran yang semakin melebar. Berdasarkan pengumuman Bank Sentral Rusia pada awal Juli, stok emas negara tersebut tersisa sebanyak 73,4 juta troy ons atau setara dengan 2,282 metrik ton. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 43,5 metrik ton sejak permulaan tahun berjalan.

Kondisi ini menempatkan cadangan emas Rusia pada titik terendahnya sejak sebelum dimulainya invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Sementara itu, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di awal tahun dengan rata-rata sekitar $4.800 per troy ons selama empat bulan pertama. Namun, nilai tersebut kemudian merosot kembali ke kisaran $4.000 per troy ons seperti saat ini.

Tekanan pada Sumber Pendanaan

Aksi penjualan massal oleh Moskow diyakini telah menggenjot pemasukan lebih dari $5 miliar. Elina Ribakova, ekonom dari Peterson Institute for International Economics, memberikan analisis kepada DW mengenai hal ini. Ia menyatakan bahwa penjualan emas mengindikasikan kehabisan aset likuid lainnya. "Jadi, ada tekanan pada defisit dan juga tekanan pada sumber-sumber pendanaan untuk menutupi defisit ini," jelas Ribakova lebih lanjut.

Anggaran Rusia memang menghadapi tantangan serius dalam beberapa tahun terakhir. Pengeluaran besar-besaran untuk belanja pertahanan, khususnya untuk membiayai perang di Ukraina, menjadi penyebab utamanya. Awal tahun ini, Financial Times melaporkan bahwa Kementerian Keuangan telah mengirimkan surat peringatan kepada kabinet. Surat tersebut memuat proyeksi bahwa kelebihan pengeluaran untuk perang akan mencapai setidaknya $28 miliar pada tahun 2026. Proyeksi kelebihan pengeluaran ini juga diprediksi berlanjut hingga tahun 2027 dan 2028.

Strategi Jangka Panjang, Bukan Penjualan Panik

Belanja pertahanan mengalami lonjakan dramatis, meningkat lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2021. Pada tahun 2025, totalnya mencapai sekitar 16 triliun rubel. Chris Weafer, analis keuangan dari firma konsultan Macro-Advisory yang berkantor di Moskow, menilai bahwa meskipun penjualan emas ini signifikan, hal tersebut bukanlah tindakan panik. "Ini situasi yang luar biasa, tetapi merupakan tren yang relatif normal," katanya kepada DW.

Weafer menambahkan bahwa langkah ini tidak menandakan Rusia sedang bangkrut atau kehabisan uang. Ia menjelaskan bahwa emas tersebut sebagian besar dijual oleh Kementerian Keuangan Rusia melalui Dana Kesejahteraan Nasional (NWF), bukan oleh Bank Sentral. "Sejak awal 2022, emas menjadi salah satu aset yang dapat dibeli oleh Dana Kesejahteraan Nasional, karena obligasi pemerintah AS dan Jerman tidak tersedia bagi mereka (akibat sanksi yang diberlakukan setelah invasi ke Ukraina)."

Menurut Weafer, aset ini telah menjadi komponen likuid utama dalam dana tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dana kesejahteraan nasional, yaitu untuk dijual ketika dana dibutuhkan, terutama pada masa-masa sulit. "Dalam hal itu, dapat dikatakan bahwa dana tersebut telah memenuhi tujuan yang dimaksud," tegas Weafer.

Mempertahankan Citra Stabilitas

Penjualan emas ini juga bertujuan untuk mengisi kembali aset likuid Rusia. Weafer memperkirakan bahwa nilai NWF berkisar $150 miliar, dengan sekitar $50 miliar di antaranya digambarkan sebagai likuid. Kremlin memiliki kekhawatiran tersendiri jika cadangan tersebut berkurang drastis. "Kremlin tidak ingin cadangan tersebut berkurang karena hal itu mungkin akan memicu lebih banyak spekulasi mengenai krisis keuangan atau kesulitan ekonomi, dan ini akan melemahkan posisi geopolitik Kremlin," kata Weafer.

Lebih lanjut, Weafer menyebutkan bahwa Kremlin ingin menggambarkan negaranya sebagai negara yang sangat stabil dan sangat kuat. Uang tunai sebesar $50 miliar itu merupakan bagian penting dari citra tersebut. Dengan demikian, penjualan emas bukan sekadar kebutuhan mendesak, melainkan juga strategi untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.

"Kremlin tidak ingin cadangan tersebut berkurang karena hal itu mungkin akan memicu lebih banyak spekulasi mengenai krisis keuangan atau kesulitan ekonomi, dan ini akan melemahkan posisi geopolitik Kremlin," - Chris Weafer, Macro-Advisory

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penjualan Emas Rusia

Berapa banyak emas yang dijual Rusia hingga saat ini? Rusia telah menjual sekitar 43,5 metrik ton emas sejak awal 2026, menyisakan cadangan sebesar 2,282 metrik ton atau 73,4 juta troy ons.

Siapa yang melakukan penjualan emas tersebut? Penjualan dilakukan terutama oleh Kementerian Keuangan Rusia melalui Dana Kesejahteraan Nasional (NWF), bukan oleh Bank Sentral Rusia.

Apakah penjualan ini menandakan krisis ekonomi? Menurut para analis, penjualan emas bukan tindakan panik melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga likuiditas dan citra stabilitas ekonomi.

Berapa estimasi pemasukan dari penjualan emas? Aksi penjualan massal oleh Moskow diyakini telah menggenjot pemasukan lebih dari $5 miliar untuk menutupi defisit anggaran.

Mengapa Rusia tidak menjual obligasi pemerintah AS dan Jerman? Obligasi tersebut tidak tersedia bagi Rusia akibat sanksi yang diberlakukan setelah invasi ke Ukraina pada awal 2022.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ekonomi Rusia, Anda dapat membaca artikel terkait di Tribunnews Ekonomi.

Related Reading