Pentagon Perintahkan 30 Universitas AS Audit Kerja Sama Asing, Terancam Kehilangan Dana
30 Kampus AS Diwajibkan Audit Kemitraan Asing oleh Departemen Perang
Beritahitam.com – Pemerintahan Trump bersama Departemen Perang terus memperketat pengawasan atas pemanfaatan riset dan teknologi Amerika yang berpotensi memperkuat kapasitas militer Tiongkok. Di tengah dinamika tersebut, langkah konkret kini diarahkan ke sektor pendidikan tinggi: 30 institusi di seluruh negeri Amerika Serikat menerima perintah untuk meninjau ulang seluruh hubungan akademik dan riset mereka dengan pihak asing.
Audit Komprehensif dan Batas Waktu 31 Agustus
Pekan ini, Departemen Perang mengirim pemberitahuan resmi kepada 30 universitas. Dokumen tersebut menegaskan bahwa agar institusi bersangkutan tetap memenuhi syarat memperoleh pendanaan riset federal ke depan, mereka wajib melaksanakan "audit komprehensif" atas setiap kerja sama dengan entitas luar negeri yang berisiko membuka akses informasi sensitif.
Setelah proses audit rampung, tiap universitas diwajibkan menyusun dan menerapkan rencana mitigasi yang ketat. Hasilnya harus dilaporkan kembali ke departemen paling lambat 31 Agustus, sebagaimana ditegaskan Pentagon.
"Departemen Perang tidak memiliki toleransi terhadap kemitraan akademik yang membahayakan keamanan nasional kita," ujar Emil Michael, wakil menteri perang untuk penelitian dan rekayasa.
"Institusi yang menerima pendanaan dari pembayar pajak Amerika harus memenuhi standar keamanan penelitian tertinggi, dan audit yang diwajibkan ini akan memastikan akuntabilitas secara menyeluruh," tambahnya.
Fokus pada Confucius Institutes dan Entitas Terkait
Menurut Pentagon, pemberitahuan tersebut menyasar "hubungan dan kerja sama institusional aktif dengan entitas asing", termasuk organisasi yang berafiliasi dengan Confucius Institutes. Lembaga ini merupakan kemitraan pendidikan yang didanai pemerintah Tiongkok guna mempromosikan bahasa dan budaya Tiongkok di luar negeri. Dalam beberapa negara, Confucius Institutes telah menjadi sasaran kritik hingga penutupan akibat kekhawatiran terhadap kebebasan akademik dan intervensi politik.
Reaksi Kampus dan Daftar yang Belum Diumumkan Penuh
Departemen Perang pada awalnya tidak merinci identitas 30 universitas yang dimaksud. Namun, berdasarkan laporan The Guardian, nama-nama bergengsi seperti Harvard dan Cornell University tercantum dalam daftar tersebut.
Lindsey Knewstub, juru bicara Cornell University, menyatakan kepada The Center Square bahwa pihak kampus telah menerima permintaan audit dan akan menjawab seluruh pertanyaan dari departemen. Sementara itu, The Center Square berupaya menghubungi Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Georgetown University, serta Johns Hopkins University untuk meminta tanggapan, tetapi tidak satu pun memberikan respons.
Stanford University tidak termasuk dalam daftar Pentagon. Akan tetapi, kekhawatiran soal pengaruh asing di kampus California itu sudah muncul pada 2025. Surat kabar mahasiswa Stanford sebelumnya menyoroti apa yang mereka sebut peningkatan pengaruh Partai Komunis Tiongkok di lingkungan kampus.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pentagon Perintahkan 30 Universitas AS Audit?Pentagon Perintahkan 30 Universitas AS Audit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pentagon Perintahkan 30 Universitas AS Audit matter?Pentagon Perintahkan 30 Universitas AS Audit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.