Survei 36 Negara: Kepercayaan Dunia Bergeser dari Amerika Serikat ke China
Survei 36 Negara: Kepercayaan Dunia Bergeser dari Amerika Serikat ke China
Survei 36 Negara - Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center, hasil survei 36 negara menunjukkan pergeseran signifikan dalam citra global, di mana China kini menempati posisi lebih unggul dibandingkan Amerika Serikat. Ini adalah pertama kalinya dalam hampir dua dekade bahwa negara-negara di seluruh dunia mengalami perubahan persepsi yang mencerminkan peningkatan kepercayaan terhadap mitra seperti Beijing dibandingkan Washington. Survei ini memperlihatkan bahwa pandangan internasional terhadap China terus berkembang, sementara dukungan terhadap AS mengalami penurunan, terutama karena kebijakan luar negeri dan tindakan politik yang dianggap lebih kontroversial oleh sebagian besar responden.
Metode Penyusunan Survei 36 Negara
Survei 36 Negara ini dilakukan antara 8 Februari hingga 13 Mei 2026, mencakup lebih dari 42.000 partisipan di 36 negara dan wilayah, yang tersebar di enam benua. Proses pengumpulan data memastikan representativitas yang luas, dengan pertanyaan yang dirancang untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap kepercayaan negara-negara tersebut. Hasil survei ini menyoroti dampak global dari perubahan kebijakan dan peristiwa politik dalam beberapa tahun terakhir, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas sepanjang masa pengumpulan data.
Meski survei ini mencakup berbagai wilayah, kepercayaan terhadap China lebih dominan di 25 negara, sementara AS hanya unggul di enam negara: Polandia, Filipina, Korea Selatan, India, Jepang, dan Israel. Di lima negara lainnya, dukungan terhadap kedua negara relatif seimbang. Ini menunjukkan bahwa citra China semakin mendapat respons positif di berbagai lapisan masyarakat internasional, baik dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik maupun yang bersifat kompetitif.
Konteks Globalisasi dan Perubahan Persepsi
Survei 36 Negara ini juga menyoroti bagaimana dinamika globalisasi memengaruhi perubahan persepsi. Peningkatan kepercayaan terhadap China terjadi karena faktor-faktor seperti kemajuan teknologi, keterlibatan dalam kemitraan ekonomi, dan peran aktif dalam isu-isu global seperti perubahan iklim. Sementara itu, penurunan kepercayaan terhadap AS terkait dengan kebijakan luar negeri, seperti intervensi militer di berbagai wilayah, serta polarisasi politik yang mengganggu citra negara sebagai kekuatan utama.
Perbandingan data menunjukkan bahwa secara umum, masyarakat internasional menilai China lebih konsisten dalam menjaga stabilitas dan menghasilkan manfaat ekonomi. Di sisi lain, AS masih dianggap sebagai negara dengan kebebasan individu yang lebih terjamin, meskipun selisihnya tidak terlalu besar. Dalam survei ini, sekitar 46 persen responden menyatakan dukungan lebih besar terhadap China, dibandingkan 36 persen yang mengapresiasi AS, sehingga menggarisbawahi pergeseran yang signifikan dalam sikap publik global.
Tren Perubahan Persepsi di Berbagai Wilayah
Dari 20 negara yang dilacak sejak 2023, peningkatan citra China terlihat di hampir setengah dari jumlah tersebut, sementara AS mengalami penurunan di sebagian besar wilayah. Survei 36 Negara ini mencatat bahwa kepercayaan terhadap Xi Jinping sebagai pemimpin global mengalami peningkatan dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Meski begitu, angka dukungan terhadap pemimpin dunia masih relatif rendah, dengan sekitar 38 persen responden memberikan penilaian positif terhadap China dan 30 persen untuk AS.
Konteks geopolitik dunia menjadi faktor penting dalam pergeseran ini. China menunjukkan keberhasilan dalam membangun kemitraan ekonomi dengan negara-negara berkembang, sementara AS terus menghadapi kritik atas kebijakan perang dan pemisahan kekuasaan yang dinilai kurang konsisten. Dalam survei ini, 22 negara menunjukkan bahwa masyarakat lebih percaya pada Xi Jinping dibandingkan Trump, meski tidak semua negara mengalami perubahan drastis. Survei ini menjadi bukti bahwa kepercayaan global sedang bergeser dari satu kekuatan ke kekuatan lainnya.
Kemungkinan Dampak di Tahun Mendatang
Dengan hasil survei 36 Negara yang menunjukkan pergeseran citra, dampaknya pada dinamika hubungan internasional bisa terasa signifikan. Peningkatan kepercayaan terhadap China mungkin akan memperkuat kemitraan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara lain, terutama di wilayah Asia dan Afrika. Sementara itu, AS perlu memperbaiki strateginya untuk menjaga kepercayaan internasional, termasuk menekankan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan individu yang masih menjadi daya tarik utama.
Survei ini juga menyoroti perubahan yang terjadi dalam sejarah percepatan globalisasi. Dukungan terhadap China meningkat karena keberhasilannya dalam menjaga hubungan bilateral dan menjadi mitra yang stabil, sementara AS terus menghadapi tantangan dalam mengubah persepsi negatif. Dengan memperhatikan hasil survei 36 Negara, para pemimpin politik dan ekonomi dapat menyesuaikan kebijakan mereka agar lebih relevan dengan harapan masyarakat internasional.