Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trump Diingatkan Penasihatnya, Perang dengan Iran Berlanjut Sampai Akhir Masa Jabatannya

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Emily Rodriguez - beritahitam.com

Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com

Penasihat Trump Nilai Konflik Iran Bisa Berlangsung Lama

Beritahitam.com – Trump Diingatkan Penasihatnya Perang dengan Iran berpotensi tidak selesai dalam waktu singkat. Sejumlah penasihat Gedung Putih dilaporkan khawatir konfrontasi dengan Teheran dapat berlanjut hingga akhir masa jabatan Presiden Donald Trump, bahkan melewati pelantikan presiden berikutnya pada Januari 2029.

Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio termasuk pejabat yang menilai Iran kemungkinan tidak akan segera menghentikan perlawanannya terhadap tekanan Amerika Serikat. Peringatan tersebut disampaikan dalam pembicaraan internal di Ruang Oval dan Situation Room.

Penilaian itu berbeda dengan optimisme Trump di depan publik. Pada Rabu, 9 September, Trump memperkirakan perang dapat berakhir tidak lama setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November. Ia menilai Iran berupaya memengaruhi situasi politik, tetapi tidak akan mampu mempertahankan perlawanan dalam jangka panjang.

Meski demikian, Trump belum sepenuhnya menutup peluang diplomasi. Namun, perundingan tampaknya belum menjadi jalur utama pemerintahannya, sementara tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran terus berjalan.

Serangan kapal tanker di sekitar Teluk Oman

Ketegangan terbaru berpusat di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, kawasan penting bagi perdagangan energi global. Aksi saling serang yang menyasar kapal komersial dan aset militer meningkatkan risiko gangguan pelayaran di wilayah tersebut.

Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah melumpuhkan sekitar sembilan kapal tanker minyak Iran. Ia juga memberi isyarat bahwa serangan terhadap kapal tambahan masih mungkin terjadi.

“Kami telah melumpuhkan sekitar sembilan kapal tanker mereka. Anda akan melihat lebih banyak lagi,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi penghancuran delapan kapal pengangkut minyak mentah Iran dalam dua operasi terpisah. Tiga kapal diserang pada 5 September, sedangkan lima kapal lainnya menjadi sasaran pada Selasa setelah IRGC dituduh menembakkan rudal balistik ke arah kapal perang Amerika.

Lima kapal yang disasar dalam operasi Selasa ialah Kaviz, Charminar, Horizon 1, dan Riesco di Teluk Oman, serta Derya di dekat Pulau Kharg. Kawasan Pulau Kharg dikenal sebagai salah satu titik penting bagi ekspor minyak Iran.

Sebelum serangan, pasukan Amerika memerintahkan awak kapal meninggalkan kapal. Kapal-kapal tersebut kemudian diserang hingga tidak lagi dapat beroperasi.

Rubio soroti tekanan militer dan ekonomi

Marco Rubio menegaskan Iran akan menghadapi konsekuensi apabila menyerang kapal angkatan laut Amerika Serikat. Menurutnya, lima kapal tambahan terdampak dalam serangan terbaru, dengan empat mengalami kerusakan dan satu lainnya tenggelam.

“Mereka kehilangan lima kapal lagi tadi malam. Empat rusak. Satu tenggelam. Jadi, mereka akan terus menanggung akibatnya,” ujar Rubio.

Rubio juga menyatakan Washington akan terus memberikan tekanan ekonomi kepada Teheran. Strategi ini menunjukkan bahwa pendekatan Amerika tidak hanya berfokus pada operasi militer di laut, tetapi juga pada pembatasan kemampuan ekonomi Iran untuk menopang konflik.

Gangguan terhadap kapal tanker dapat berdampak luas terhadap rantai pasok minyak. Eskalasi di Teluk Oman, Selat Hormuz, dan sekitar Pulau Kharg berpotensi menambah kekhawatiran pasar atas kelancaran distribusi energi.

Prospek Konflik Amerika Serikat dan Iran

Peringatan internal bahwa Trump Diingatkan Penasihatnya Perang Iran dapat berlangsung lama memperlihatkan bahwa tekanan militer dan ekonomi belum tentu menghasilkan penyelesaian cepat. Bila Iran meneruskan perlawanan, konflik dapat berkembang menjadi krisis berkepanjangan dengan dampak politik, keamanan, dan ekonomi yang semakin besar.

Diplomasi tetap menjadi kemungkinan, tetapi belum terlihat tanda bahwa perundingan akan segera menggantikan operasi militer dan tekanan ekonomi. Negara-negara yang bergantung pada stabilitas jalur energi di kawasan Teluk pun akan terus memantau perkembangan situasi.

FAQ Konflik AS-Iran

Apakah konflik ini dapat memengaruhi harga minyak? Gangguan di Selat Hormuz, Teluk Oman, atau jalur ekspor minyak Iran berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Mengapa Selat Hormuz penting? Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang digunakan untuk pengiriman energi, sehingga ketegangan di kawasan ini dapat memengaruhi pelayaran komersial dan pasar minyak.

Apakah masih ada peluang perundingan? Peluang diplomasi belum tertutup, tetapi Trump memberi sinyal bahwa negosiasi belum menjadi pilihan utama di tengah berlanjutnya tekanan terhadap Iran.

Related Reading