Dokter Ungkap Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan bagi Saluran Pernapasan, Bisa Picu Iritasi
Kabut Asap Kebakaran Hutan Dapat Mengganggu Pernapasan
Beritahitam.com – Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan serta penurunan jarak pandang. Asap yang terbentuk dari peristiwa tersebut juga membawa risiko bagi kesehatan, terutama karena mengandung campuran partikel sangat kecil dan berbagai gas yang dapat terhirup.
Saat kabut asap menyelimuti suatu wilayah, paparan tidak berhenti pada rasa tidak nyaman di mata atau tenggorokan. Zat-zat di dalamnya bisa masuk melalui saluran napas, menyebabkan iritasi, dan berpotensi mengganggu fungsi pernapasan apabila seseorang terpapar berulang kali atau dalam waktu yang lama.
Dokter Spesialis Paru RS Hermina Solo, dr. Thifla Farhani, Sp.P, menjelaskan bahwa bahaya utama kabut asap berkaitan dengan kandungan partikel serta senyawa kimia yang bersifat toksik. Ukuran partikel yang amat kecil membuat sebagian di antaranya mampu menembus lebih jauh ke dalam sistem pernapasan.
Campuran Partikel dan Gas di Dalam Asap
Asap akibat kebakaran hutan dapat mengandung partikulat, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, ozon, benzena, karbon monoksida, karbon dioksida, serta hidrokarbon. Kandungan tersebut tidak seluruhnya memiliki dampak yang sama, tetapi keberadaannya dalam udara yang dihirup menjadi alasan kabut asap perlu diwaspadai.
Partikulat menjadi salah satu perhatian karena ukurannya dapat sangat kecil. Ketika terhirup, partikel tidak hanya tertahan di bagian atas saluran napas. Sebagian berpotensi mencapai alveolus, yakni bagian terdalam paru-paru yang berperan dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
“Kenapa asap kebakaran hutan ini berbahaya? Karena mengandung partikel-partikel yang toksik dan berbahaya,” jelas dr. Thifla dalam wawancara khusus di Kantor Tribunnews Redaksi Solo, Jawa Tengah, dikutip Kamis (29/10/2026).
Keberadaan gas dan partikel tersebut menjadikan kabut asap berbeda dari sekadar udara berkabut biasa. Gangguan jarak pandang mungkin menjadi dampak yang paling mudah terlihat, tetapi konsekuensi terhadap tubuh dapat berlangsung tanpa selalu langsung disadari, khususnya ketika udara tercemar dihirup terus-menerus.
Iritasi Dapat Terjadi pada Saluran Napas
Saluran pernapasan memiliki lapisan sel epitel yang berfungsi sebagai salah satu pelindung ketika udara masuk ke tubuh. Paparan komponen berbahaya dari asap dapat memicu iritasi pada bagian ini. Keluhan iritasi dapat menjadi tanda bahwa sistem pernapasan sedang bereaksi terhadap kualitas udara yang buruk.
dr. Thifla menggambarkan dampak paparan berulang seperti kulit yang terus mengalami gesekan. Kulit dapat berubah kemerahan dan mengalami peradangan; pada saluran napas, iritasi yang berulang juga dapat memengaruhi lapisan epitel. Karena itu, paparan yang terus terjadi tidak semestinya dianggap sebagai kondisi biasa.
Dalam konteks kabut asap, durasi paparan menjadi hal penting. Sekali menghirup udara tercemar dan paparan yang berlangsung berkepanjangan tentu memiliki situasi berbeda. Ketika partikel dan senyawa iritan hadir secara terus-menerus di udara, saluran napas mendapat rangsangan yang berulang untuk bereaksi.
Mengapa Partikel Kecil Perlu Diperhatikan
Paru-paru bekerja dengan sistem bercabang: udara melewati jalur pernapasan sebelum akhirnya mencapai alveolus. Di lokasi inilah pertukaran oksigen dari udara dan karbon dioksida dari tubuh berlangsung. Partikel yang dapat mencapai area tersebut berpotensi mengganggu bagian paru-paru yang memiliki peran penting dalam proses bernapas.
Ukuran yang kecil bukan berarti dampaknya kecil. Justru, partikel berukuran sangat halus lebih mudah terbawa bersama udara yang dihirup. Hal ini menjelaskan mengapa kondisi kabut asap perlu dipandang sebagai isu kesehatan, bukan hanya gangguan aktivitas di luar ruangan atau persoalan berkurangnya jarak pandang.
Kandungan seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, ozon, benzena, karbon monoksida, karbon dioksida, dan hidrokarbon memperlihatkan bahwa asap kebakaran merupakan campuran yang kompleks. Ketika campuran tersebut masuk ke tubuh melalui pernapasan, iritasi dapat muncul dan risiko gangguan saluran napas dapat meningkat bila paparan berlanjut.
Waspada Saat Kualitas Udara Memburuk
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan patut diperhatikan karena dampaknya dapat menyentuh proses dasar yang dilakukan tubuh setiap saat, yakni bernapas. Udara yang tampak berkabut dapat membawa zat yang tidak terlihat, sementara sebagian partikelnya mampu masuk hingga area paru-paru yang lebih dalam.
Pemahaman mengenai kandungan asap membantu masyarakat melihat alasan di balik pentingnya kewaspadaan terhadap kualitas udara. Iritasi bukan semata rasa tidak nyaman sesaat, melainkan reaksi yang dapat terjadi ketika saluran napas berhadapan dengan partikel dan gas berbahaya.
Dengan demikian, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan asap di lingkungan sekitar. Peristiwa ini juga dapat menciptakan paparan zat toksik bagi manusia, mulai dari saluran pernapasan bagian atas hingga alveolus. Risiko tersebut semakin relevan saat kabut asap bertahan dan paparan terjadi berulang dalam keseharian.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dokter Ungkap Bahaya Kabut Asap Kebakaran?Dokter Ungkap Bahaya Kabut Asap Kebakaran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dokter Ungkap Bahaya Kabut Asap Kebakaran matter?Dokter Ungkap Bahaya Kabut Asap Kebakaran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.