Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Fokus Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Anthony Moore - beritahitam.com

Foto : Anthony Moore - beritahitam.com

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut: Fokus Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

Beritahitam.com – Proses Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut dengan berbagai strategi intensif untuk memastikan rehabilitasi berjalan optimal. Wilayah Kabupaten Solok dan Kota Solok menghadapi tantangan besar pasca-bencana, namun pemerintah pusat dan daerah bekerja sama mempercepat pemulihan melalui fokus pada infrastruktur dan ketahanan pangan. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk menangani kerusakan infrastruktur, menyediakan hunian tetap, serta memulihkan lahan pertanian seluas 115 hektare yang terdampak bencana.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menggelar agenda monitoring dan evaluasi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Tim yang dipimpin oleh Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, melakukan peninjauan langsung ke berbagai lokasi terdampak. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pemerintah daerah, Forkopimda, BPBD, serta organisasi perangkat daerah teknis untuk memastikan sinergi yang efektif.

Realisasi Anggaran Infrastruktur di Kabupaten Solok

Kabupaten Solok telah menerima dukungan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp144 miliar untuk program pemulihan. Realisasi tertinggi tercatat pada sektor kesehatan, yakni mencapai 91 persen dari alokasi lebih dari Rp6 miliar. Sektor ekonomi menyusul dengan capaian 57 persen dari Rp45 miliar. Sementara itu, realisasi pendidikan masih rendah di kisaran 6–7 persen dari alokasi lebih dari Rp3 miliar. Infrastruktur baru mencapai 6,7 persen dari alokasi lebih dari Rp88 miliar.

Penurunan realisasi anggaran infrastruktur disebabkan oleh proses penyesuaian harga satuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum selesai. Hal ini menghambat pelaksanaan lelang dan pekerjaan fisik. Satgas PRR mendorong Pemkab Solok menetapkan batas waktu penyelesaian dokumen tersebut agar seluruh kegiatan dapat segera masuk ke Sistem Pengadaan Secara Elektronik. Proses ini krusial untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai jadwal.

Penyesuaian harga satuan dan RAB harus segera dituntaskan. Sisa waktu tahun anggaran perlu dimanfaatkan secara disiplin karena anggaran infrastruktur ini berkaitan langsung dengan pemulihan konektivitas dan pelayanan masyarakat. Kami mendorong proyek segera masuk tahap pengadaan agar manfaatnya cepat dirasakan warga,

— Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono

Relokasi Hunian dan Penanganan Sungai Sawah

Perhatian Satgas PRR juga tertuju pada kebutuhan relokasi 259 keluarga yang rumahnya rusak berat di Kabupaten Solok. Kuota awal pembangunan hunian tetap saat ini hanya mencakup 60 unit. Pemkab Solok didorong untuk menuntaskan pengajuan penambahan kuota sebanyak 199 unit kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Selain itu, legalitas pemanfaatan 50 unit Rusun Nelayan di Nagari Muaro Pingai bagi masyarakat terdampak juga perlu dipercepat.

Penanganan sedimentasi dan material kayu sisa galodo di Sungai Sawah, Nagari Junjung Sirih, juga perlu diperkuat guna mencegah luapan air kembali merusak lahan pertanian warga. Satgas PRR akan mengoordinasikan dukungan alat berat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah melanjutkan pembersihan sungai, normalisasi darurat, serta penyediaan jembatan transisi di Nagari Muaro Pingai untuk mendukung aksesibilitas masyarakat.

Dampak Bencana di Kota Solok dan Solusi Jangka Panjang

Banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 di Kota Solok berdampak terhadap 2.978 keluarga atau 9.375 jiwa di sembilan kelurahan. Bencana tersebut merusak sekitar 14 kilometer badan jalan, empat ruas sungai, 11 titik jaringan irigasi, 292 fasilitas UMKM, satu koperasi, serta empat sistem penyediaan air minum. Kerusakan ini memerlukan penanganan komprehensif untuk pemulihan menyeluruh.

Sebagai bagian dari penanganan permanen, proyek pengendalian banjir dan normalisasi Batang Gawan serta Batang Lembang senilai Rp170 miliar kini telah memasuki tahapan tender tahun jamak. Proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat Kota Solok. Implementasi proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut untuk mencegah dampak serupa di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pemulihan Pascabencana Solok Raya

Berapa total anggaran yang dialokasikan untuk pemulihan di Kabupaten Solok? Kabupaten Solok menerima Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp144 miliar untuk berbagai sektor pemulihan termasuk infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Berapa keluarga yang perlu direlokasi di Kabupaten Solok? Terdapat 259 keluarga yang rumahnya rusak berat dan memerlukan relokasi. Kuota awal hunian tetap hanya 60 unit, dengan pengajuan penambahan 199 unit lagi.

Apa penyebab keterlambatan realisasi anggaran infrastruktur? Penurunan realisasi disebabkan oleh proses penyesuaian harga satuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum selesai, menghambat pelaksanaan lelang dan pekerjaan fisik.

Berapa nilai proyek pengendalian banjir di Kota Solok? Proyek pengendalian banjir dan normalisasi Batang Gawan serta Batang Lembang senilai Rp170 miliar telah memasuki tahapan tender tahun jamak untuk solusi jangka panjang.

Related Reading