Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

LDII Jakarta Dorong Pola Asuh Tanpa Kekerasan untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Published Oktober 19, 2026 · Updated Oktober 19, 2026 · By David Lopez - beritahitam.com

Foto : David Lopez - beritahitam.com

Beritahitam.com – LDII DKI Jakarta mendorong penerapan pola asuh tanpa kekerasan melalui komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menjaga kesehatan mental anak di tengah tantangan era digital. Hal itu disampaikan dalam Pembinaan Keputrian bertajuk “Mendidik Tanpa Luka, Komunikasi yang Sehat untuk Generasi Tangguh” yang digelar Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga LDII DKI Jakarta di Masjid Baitul Fatah, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026). LDII Dorong Kurban Jadi Gerakan Sosial dan Ramah Lingkungan saat Iduladha 2026 Sekretaris LDII Jakarta , Teguh Sugiyono, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan bangsa melalui penguatan keluarga.

“Kegiatan ini termasuk wujud pengabdian LDII untuk bangsa, dengan memberikan wawasan dan edukasi terkait keutuhan komunikasi terhadap keluarga,” tegas Teguh dikutip Senin (19/10/2026). Menurutnya, komunikasi yang sehat dalam keluarga menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, LDII berharap para peserta dapat menerapkan pola komunikasi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Konselor sekolah sekaligus narasumber utama, Puri Fitriani, mengungkapkan bahwa sebagian orang tua tanpa sadar dapat mewariskan luka pengasuhan dari masa lalu kepada anak-anak mereka. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengalaman emosional yang belum terselesaikan memengaruhi cara orang tua berkomunikasi dan mendidik anak. “Imbasnya tidak sepele, ini bisa memengaruhi kesehatan mental anak secara signifikan.

Banyak luka masa lalu yang dipendam karena masyarakat kita dulu belum terbiasa mengungkapkan pendapat. Bahkan untuk menyadari bahwa diri kita terluka saja membutuhkan usaha,” ujar Puri. Ia menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk mengenali pengalaman emosional masa lalu agar tidak terbawa dalam pola pengasuhan anak.

Dengan demikian, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, memberikan batasan secara tepat, serta menciptakan suasana keluarga yang aman bagi perkembangan mental anak. Inisiatif DPW LDII DKI Jakarta tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketua Subkelompok Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta , Retno Astriani, menilai kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan serta memperkuat perlindungan anak dan keluarga.

“Kami berharap kolaborasi dan sinergi dengan LDII terus berlanjut. Ke depan, penguatan petugas di lapangan terkait program pemerintah akan terus ditingkatkan agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat,” kata Retno. TRIBUNNEWS.COM - LDII DKI Jakarta mendorong penerapan pola asuh tanpa kekerasan melalui komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menjaga kesehatan mental anak di tengah tantangan era digital.

Hal itu disampaikan dalam Pembinaan Keputrian bertajuk “Mendidik Tanpa Luka, Komunikasi yang Sehat untuk Generasi Tangguh” yang digelar Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga LDII DKI Jakarta di Masjid Baitul Fatah, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026). LDII Dorong Kurban Jadi Gerakan Sosial dan Ramah Lingkungan saat Iduladha 2026 Sekretaris LDII Jakarta , Teguh Sugiyono, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan bangsa melalui penguatan keluarga. “Kegiatan ini termasuk wujud pengabdian LDII untuk bangsa, dengan memberikan wawasan dan edukasi terkait keutuhan komunikasi terhadap keluarga,” tegas Teguh dikutip Senin (19/10/2026).

Menurutnya, komunikasi yang sehat dalam keluarga menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, LDII berharap para peserta dapat menerapkan pola komunikasi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Konselor sekolah sekaligus narasumber utama, Puri Fitriani, mengungkapkan bahwa sebagian orang tua tanpa sadar dapat mewariskan luka pengasuhan dari masa lalu kepada anak-anak mereka.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengalaman emosional yang belum terselesaikan memengaruhi cara orang tua berkomunikasi dan mendidik anak. “Imbasnya tidak sepele, ini bisa memengaruhi kesehatan mental anak secara signifikan. Banyak luka masa lalu yang dipendam karena masyarakat kita dulu belum terbiasa mengungkapkan pendapat.

Bahkan untuk menyadari bahwa diri kita terluka saja membutuhkan usaha,” ujar Puri. Ia menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk mengenali pengalaman emosional masa lalu agar tidak terbawa dalam pola pengasuhan anak. Dengan demikian, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, memberikan batasan secara tepat, serta menciptakan suasana keluarga yang aman bagi perkembangan mental anak.

Inisiatif DPW LDII DKI Jakarta tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketua Subkelompok Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta , Retno Astriani, menilai kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan serta memperkuat perlindungan anak dan keluarga. “Kami berharap kolaborasi dan sinergi dengan LDII terus berlanjut.

Ke depan, penguatan petugas di lapangan terkait program pemerintah akan terus ditingkatkan agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat,” kata Retno.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is LDII Jakarta Dorong Pola Asuh Tanpa?

LDII Jakarta Dorong Pola Asuh Tanpa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does LDII Jakarta Dorong Pola Asuh Tanpa matter?

LDII Jakarta Dorong Pola Asuh Tanpa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.