Sindikat Meterai Palsu Gunakan Alat Khusus Hingga Hasil Mirip Aslinya, Ini Tips Untuk Membedakannya
Metode Produksi Meterai Palsu Dibongkar: Alat Khusus Membuat Hasil Hampir Identik
Beritahitam.com – Tim Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengurai teknik yang dipakai jaringan pembuat materai palsu dalam memproduksi barang tiruan. Menurut Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anton Hermawan, para pelaku mengandalkan berbagai perangkat khusus sehingga secara visual produk tiruan nyaris tidak bisa dipisahkan dari materai resmi.
Uji Sederhana: Cukup Air Liur
Anton menjelaskan bahwa masyarakat umum dapat melakukan pengecekan cepat tanpa alat tambahan. Cukup oleskan sedikit air liur ke permukaan meterai. Apabila cairan tidak menempel, maka barang tersebut dipastikan palsu.
"Kalau rekan-rekan beli, dikasih air liur tidak nempel artinya palsu, simpel jadi bagi orang awam sangat simpel sekali."
Pernyataan itu disampaikan Anton dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026).
Alat Pressing dan Mesin Jahit untuk Detail Fisik
Untuk menciptakan gradasi warna pada bagian tertentu meterai, sindikat memakai mesin pressing yang menekan permukaan materai. Sementara itu, lubang-lubang kecil yang menjadi ciri khas meterai asli dibuat satu per satu menggunakan mesin jahit, bukan dicetak sekaligus.
"Jadi ini alat pressing, fungsinya untuk menekan materai yang akan dibuat sehingga timbul ada gradasinya kemudian lubang-lubang tadi yang dijelaskan oleh Pak Dirjen Pajak, itu menggunakan alat jahit."
Pewarnaan ala Sablon, Bukan Printer Biasa
Proses pewarnaan tidak mengandalkan printer konvensional. Pelaku memakai perangkat pewarna yang bekerja dengan prinsip menyerupai teknik sablon. Metode inilah yang membuat hasil akhir cetakan tiruan tampak sangat mendekati produk resmi.
"Untuk mewarnai, dia tidak pakai printer biasa. Dia menggunakan alat pewarna seperti ini. Seperti sablon. Makanya hasilnya maksimal sekali."
Kemiripan 98 Persen dan Perbedaan pada Hologram
Hasil pemeriksaan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menunjukkan tingkat kemiripan meterai palsu mencapai 98 persen. Jaringan tersebut bahkan menambahkan lapisan hologram agar tampilan visual semakin menyerupai materai asli. Akan tetapi, ketika hologram itu diuji dengan sinar ultraviolet (UV), perbedaan antara tiruan dan produk resmi mulai terlihat jelas.
Kasus ini turut melibatkan penyitaan 3,4 juta keping meterai palsu serta penyelamatan potensi kerugian negara senilai Rp1,03 triliun. Sebanyak 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara lintas wilayah tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sindikat Meterai Palsu Gunakan Alat Khusus?Sindikat Meterai Palsu Gunakan Alat Khusus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sindikat Meterai Palsu Gunakan Alat Khusus matter?Sindikat Meterai Palsu Gunakan Alat Khusus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.