Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sopir BYD Kaget Usai Tabrakan Beruntun, Polisi Sebut Tak Kabur

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By David Wilson - beritahitam.com

Foto : David Wilson - beritahitam.com

Polisi Dalami Penyebab Tabrakan Beruntun Mobil Listrik BYD di Panglima Polim

Beritahitam.com – Pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) telah diperiksa polisi setelah kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi pada Jumat sore, 23 Oktober 2026, itu melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan seorang pengemudi ojek online mengalami cedera serius.

Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa S terkejut sesaat setelah terjadi benturan pertama. Kondisi tersebut diduga membuat kendaraan yang dikemudikannya oleng, kehilangan kendali, lalu menghantam kendaraan lain di sepanjang jalan sebelum akhirnya berhenti di area dekat Hotel Amaris.

Pengemudi Disebut Tidak Berniat Kabur

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto menyampaikan bahwa petugas tidak melihat adanya indikasi S sengaja meninggalkan lokasi kecelakaan. Mobil tersebut memang terus bergerak setelah insiden awal, tetapi kemudian berhenti di depan Hotel Amaris.

“Enggak kabur, kan berhenti,” kata Kompol Mujiyanto saat dikonfirmasi pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian secara utuh, termasuk bagaimana kendaraan mulai kehilangan kendali dan urutan benturan yang terjadi. Keterangan pengemudi menjadi salah satu bagian dari pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan beruntun itu.

Mujiyanto menduga kepanikan setelah benturan pertama memengaruhi kendali S atas mobil listrik tersebut. Kendaraan diduga sempat oleng dan tetap bergerak hingga menabrak beberapa kendaraan lain.

“Mungkin kaget terus oleng, mau jalan lagi, tapi berhenti di depan Hotel Amaris,” ujarnya.

Hasil Tes Alkohol dan Narkoba Negatif

Dalam pemeriksaan sementara, S juga telah menjalani tes urine. Polisi menyatakan pengemudi tersebut tidak terindikasi mengonsumsi narkoba maupun alkohol. Hasil ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan, tetapi belum menutup pemeriksaan atas faktor lain yang dapat berkaitan dengan kecelakaan.

“Itu (pengemudi) sudah diperiksa (tes urine), negatif, alkohol juga negatif,” kata Mujiyanto.

Status negatif alkohol dan narkoba berarti penyidik masih perlu menelusuri sejumlah hal lain, seperti kondisi pengemudi ketika kecelakaan terjadi, posisi kendaraan saat benturan awal, serta rangkaian gerak mobil hingga berhenti. Pemeriksaan lanjutan diperlukan agar penyebab peristiwa dapat dijelaskan secara menyeluruh dan tidak hanya bertumpu pada dugaan awal.

Pengemudi Ojol Mengalami Patah Tulang

Salah satu korban dalam kejadian ini adalah pengemudi ojek online berinisial HS (56). Ia tertabrak setelah mobil BYD tersebut diduga kehilangan kendali. HS mengalami patah tulang pada kaki kiri dan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati.

Polisi menjelaskan, S diduga sempat menyenggol kendaraan di sisi mobilnya. Setelah itu, ia membanting setir ke arah kiri. Manuver tersebut diduga menjadi titik yang membuat mobil tidak lagi terkendali hingga akhirnya menabrak HS dan sejumlah kendaraan lain di Jalan Panglima Polim.

Kecelakaan beruntun di ruas padat seperti Panglima Polim dapat dengan cepat menimbulkan dampak bagi pengguna jalan lain. Dalam situasi seperti ini, kendaraan yang masih bergerak setelah benturan awal berpotensi memperluas titik tabrakan. Karena itu, kepolisian perlu menyusun urutan peristiwa secara rinci untuk menentukan bagaimana kecelakaan berkembang dari benturan pertama hingga kendaraan berhenti.

Pemeriksaan Masih Berjalan

Meski hasil pemeriksaan awal telah menunjukkan S tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba, proses penanganan perkara belum selesai. Petugas masih mengumpulkan keterangan dan mendalami faktor yang menyebabkan mobil listrik itu melaju tidak terkendali di kawasan Blok M.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya respons pengemudi setelah benturan di jalan raya. Kepanikan dapat memperburuk situasi apabila pengendalian kendaraan terganggu, terutama di jalur yang ramai kendaraan. Penanganan medis bagi korban dan penyelidikan atas penyebab kecelakaan menjadi dua hal utama dalam peristiwa di Jalan Panglima Polim tersebut.

Untuk saat ini, polisi menegaskan bahwa berhentinya kendaraan di sekitar Hotel Amaris menjadi alasan kuat untuk tidak menganggap S melarikan diri. Fokus pemeriksaan selanjutnya adalah memastikan penyebab mobil BYD tersebut oleng dan menabrak beberapa kendaraan, termasuk pengemudi ojek online yang mengalami patah tulang pada kaki kiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sopir BYD Kaget Usai Tabrakan Beruntun?

Sopir BYD Kaget Usai Tabrakan Beruntun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sopir BYD Kaget Usai Tabrakan Beruntun matter?

Sopir BYD Kaget Usai Tabrakan Beruntun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.