Gus Salam Siap Bersaing di Muktamar NU: Yang Penting Restu dan Doa Masyayikh
Gus Salam Siap Bersaing di Muktamar NU: Restu Masyayikh Jadi Prioritas
Beritahitam.com – KH Abdussalam Shohib atau yang lebih akrab dipanggil Gus Salam telah resmi menyatakan kesiapannya untuk bersaing dalam pemilihan ketua umum PBNU mendatang. Pernyataan ini menegaskan bahwa Gus Salam Siap Bersaing di Muktamar ke-35 yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil setelah beliau menerima permintaan dan perintah langsung dari para guru serta kiai senior dalam organisasi Nahdlatul Ulama dan dunia pesantren Indonesia.
Bagi Gus Salam, amanah yang diberikan oleh para sesepuh menjadi fondasi utama dalam usahanya meraih kepercayaan para muktamirin pada ajang lima tahunan tersebut. Beliau memahami bahwa posisi sebagai calon ketua umum bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan organisasi yang telah berdiri sejak lama.
Menyongsong Muktamar ke-35 di Jombang
Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama semakin dekat dengan jadwal yang telah ditetapkan. Acara bergengsi yang diselenggarakan setiap lima tahun ini diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk para ulama, kiai pesantren, kader organisasi, serta nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia. Selain sebagai forum pemilihan kepemimpinan, Muktamar juga menjadi momen penting untuk tabarrukan dan ziarah ke makam para pendiri NU di Jombang, khususnya makam KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Tambakberas.
Dalam suasana persiapan tersebut, beberapa kandidat calon ketua umum PBNU mulai mendeklarasikan diri dan mengonsolidasikan dukungan guna memperoleh kepercayaan dari peserta muktamar. Gus Salam menyambut positif kehadiran sejumlah kandidat lain, termasuk deklarasi KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dari Jawa Timur yang juga menunjukkan minat untuk memimpin organisasi terbesar di Indonesia ini.
Kita berlomba kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU, ujar Gus Salam kepada wartawan pada Sabtu (8/8/2026).
Komitmen pada Proses yang Adil dan Terbuka
Menurut pandangan Gus Salam, kontestasi dalam Muktamar ke-35 NU hendaknya diposisikan sebagai ruang bagi kader-kader terbaik untuk menawarkan gagasan dan mendapatkan kepercayaan dari peserta. Dia menekankan bahwa proses tersebut harus berjalan secara terbuka dan adil tanpa adanya intervensi dari pihak luar yang dapat membahayakan masa depan organisasi.
Dan dalam muktamar nanti harus fair, terbuka dan kader-kader terbaik NU berpeluang sama untuk dipilih. Karena, start abad kedua NU harus dengan landasan mekanisme yang baik dan jauh dari intervensi pihak diluar NU yang membahayakan masa depan dan kepribadian jam'iyyah, tambahnya.
Dukungan Luas dari Para Masyayikh
Gus Salam telah lama menyatakan diri sebagai kandidat calon ketua umum PBNU. Langkah ini dilakukannya setelah mendapatkan permintaan sekaligus perintah dari sejumlah guru dan kiai yang merupakan sesepuh NU dan pesantren. Menurutnya, amanah tersebut menjadi dasar bagi dirinya untuk berikhtiar mendapatkan kepercayaan dalam Muktamar ke-35 NU yang akan datang.
Yang terpenting bagi saya, restu dan do'a dari sesepuh NU dan Pesantren. Karena, ruh dan penjaga jam'iyyah Nahdlatul Ulama adalah beliau-beliau; memiliki sanad ideologis dan keilmuan serta keteladan dari muassis dan pendahulu NU, kata dia.
Dukungan terhadap pencalonan Gus Salam juga disampaikan oleh KH M. Makmun Mahfudz atau Gus Makmun, Pengasuh Pondok Pesantren Tabassam Al-Falah di Ploso, Kediri, sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Kediri. Menurut Gus Makmun, permintaan para masyayikh kepada Gus Salam membawa harapan agar NU ke depan dapat keluar dari konflik internal dan kembali fokus menjalankan khidmah kepada warga.
Di balik perintah masyayikh itu kan ada harapan kepada Gus Salam, supaya NU ke depan, terutama PBNU lebih tentrem, ayem dan marem. Harapan sederhana, namun memiliki makna yang dalam dan luas, ujar Gus Makmun.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gus Salam dan Muktamar NU
1. Kapan Muktamar ke-35 NU akan diselenggarakan? Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diadakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Acara ini merupakan ajang lima tahunan yang menjadi momen penting untuk pemilihan kepemimpinan PBNU.
2. Siapa saja kandidat yang mendeklarasikan diri untuk Muktamar ke-35? Selain Gus Salam, kandidat lain yang telah mendeklarasikan diri termasuk KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dari Jawa Timur. Mereka berkompetisi secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan para muktamirin.
3. Apa yang menjadi prioritas utama Gus Salam dalam kontestasi ini? Prioritas utama Gus Salam adalah mendapatkan restu dan doa dari para masyayikh serta sesepuh NU. Beliau meyakini bahwa dukungan dari para pendiri dan pendahulu NU menjadi fondasi penting dalam memimpin organisasi.
4. Mengapa Gus Salam memutuskan untuk bersaing di Muktamar? Keputusan ini diambil setelah beliau menerima permintaan dan perintah langsung dari para guru dan kiai senior. Bagi Gus Salam, amanah tersebut menjadi dasar untuk berikhtiar memimpin NU ke arah yang lebih baik.
5. Apa harapan para masyayikh terhadap Gus Salam jika terpilih? Para masyayikh berharap NU, terutama PBNU, dapat lebih tentrem, ayem, dan marem. Mereka ingin organisasi kembali fokus pada khidmah kepada warga dan keluar dari konflik internal yang selama ini terjadi.