Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

HP Sutrimo Hilang, Pentingkah Pencarian Dilakukan Demi Ungkap Sebab Kematian? Kompolnas Beri Jawaban

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By David Wilson - beritahitam.com

Foto : David Wilson - beritahitam.com

HP Sutrimo Hilang: Pentingkah Pencarian untuk Ungkap Kematian?

Beritahitam.com – Publik kembali menyoroti kasus kematian Sutrimo, seorang mantan pegawai Eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah HP Sutrimo Hilang Pentingkah Pencarian dilakukan untuk mengungkap sebab pasti kematiannya. Hingga kini, ponsel milik almarhum belum berhasil ditemukan oleh pihak berwajib. Keberadaan perangkat ini diyakini memiliki peran penting dalam merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, memberikan penjelasan mengenai urgensi pencarian HP tersebut. Menurutnya, perangkat ini menyimpan jejak komunikasi vital yang dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan seputar kondisi terakhir Sutrimo. Rekaman digital dari ponsel tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai siapa saja yang berinteraksi dengan korban dalam periode terakhir.

"Apa pentingnya HP? Ya, pentingnya HP itu dalam konteks rekam jejak digital penting sekali gitu. Siapa yang menghubungi terakhir, bagaimana komunikasi terakhir atau di momen-momen penting bagaimana komunikasi terakhirnya," kata Anam dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Choirul Anam, dinamika pergerakan Sutrimo sebelum ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri juga perlu dikaji lebih dalam. Perjalanan dari Jakarta ke Banyumas dan pemanggilan mendadak untuk kembali ke ibu kota menjadi bagian dari teka-teki yang belum terpecahkan. Seluruh informasi mengenai siapa yang mengarahkan pergerakan tersebut diyakini tersimpan dalam data digital ponsel.

"Termasuk juga misalnya ketika almarhum ini di Banyumas, kenapa dia dari Jakarta ke Banyumas setelah sekian hari balik lagi ke Jakarta, itu siapa yang menelepon atau memanggil dan sebagainya. Itu kan ada dalam rekam digital itu dan itu penting dalam konstruksi peristiwa ini," tegasnya.

Dugaan HP Dibawa Febrio Adiono

Pegawai Kejaksaan Agung, Febrio Adiono, diduga menjadi orang terakhir yang membawa ponsel milik Sutrimo. Sutrimo bekerja di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang meninggal pada Kamis (23/7/2026). Jenazah korban ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan terbengkalai, tidak jauh dari rumah Febrie, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan death on arrival atau sudah meninggal saat tiba di rumah sakit. Dugaan bahwa Febrio adalah orang terakhir yang membawa ponsel Sutrimo disampaikan oleh kuasa hukum keluarga almarhum, Aan Rohaeni. Hal ini semakin memperkuat argumen bahwa pencarian HP menjadi langkah krusial dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Barang-barang Belum Dikembalikan

Keluarga Sutrimo hingga kini belum menerima kembali barang-barang milik almarhum, termasuk ponselnya. Kuasa hukum keluarga Aan Rohaeni bersama perwakilan keluarga Sutrimo, yaitu Abi sebagai keponakan dan Tukim sebagai kakak tiri, telah membuat laporan di SPKT Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026). Mereka meminta kepastian hukum terkait penyebab kematian yang hingga saat ini masih menjadi tanda tanya dan dianggap janggal.

Pencarian HP Sutrimo tidak hanya penting untuk kepentingan penyidikan, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga. Tanpa perangkat tersebut, banyak pertanyaan seputar komunikasi terakhir dan pergerakan korban tetap belum terjawab. Pihak berwajib diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan pengungkapan fakta-fakta penting yang tersimpan dalam ponsel tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Sutrimo

1. Kapan Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri? Sutrimo ditemukan di depan klinik kecantikan terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Banyumas.

2. Siapa yang diduga membawa HP Sutrimo terakhir kali? Febrio Adiono, seorang pegawai Kejaksaan Agung, diduga menjadi orang terakhir yang membawa ponsel milik Sutrimo sebelum perangkat tersebut hilang.

3. Mengapa pencarian HP dianggap penting? Pencarian HP Sutrimo dianggap penting karena perangkat tersebut menyimpan rekam jejak digital yang dapat mengungkap komunikasi terakhir dan pergerakan korban sebelum kematiannya.

4. Di mana laporan keluarga telah dibuat? Laporan telah dibuat di SPKT Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) untuk meminta kepastian hukum terkait penyebab kematian yang masih menjadi tanda tanya.

Related Reading