JK Dorong Pendekatan Damai dalam Penyelesaian Konflik di Papua
JK Tekankan Dialog untuk Meredakan Persoalan Papua
Beritahitam.com – Jusuf Kalla menilai penyelesaian persoalan keamanan di Papua perlu ditempuh melalui kombinasi langkah yang tepat, dengan ruang dialog dan pemahaman kepada masyarakat tetap ditempatkan sebagai unsur utama. Mantan Wakil Presiden RI yang kini memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) itu menekankan bahwa pendekatan damai penting agar pembangunan di Papua dapat dipahami dan dijalankan bersama oleh seluruh pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan JK di Yogyakarta pada Minggu, 13 September 2026. Saat itu, ia menghadiri pelantikan Gusti Prabukusumo sebagai Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2031. Acara berlangsung di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY.
“Papua, tentu sangat disayangkan. Maka tentu perlu operasi yang betul, tapi juga harus ada pendekatan ke masyarakat untuk adanya suatu pengertian yang baik, agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu harus dibangun secara bersama-sama,” kata JK.
Pembangunan dan Keterlibatan Masyarakat
JK menyayangkan persoalan keamanan yang masih terjadi di Papua. Ia memandang penanganannya tidak cukup bila semata-mata bertumpu pada operasi keamanan. Komunikasi yang baik dengan masyarakat diperlukan agar kebijakan pembangunan, tujuan program pemerintah, serta arah penyelesaian persoalan di wilayah tersebut dapat diterima secara lebih luas.
Dalam pandangannya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari proses membangun situasi yang lebih kondusif. Pemahaman bersama dapat membantu mengurangi jarak antara kebijakan yang dirancang pemerintah dan harapan warga di lapangan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya dilihat sebagai penyediaan anggaran atau pelaksanaan proyek, tetapi juga sebagai proses yang membutuhkan partisipasi dan kepercayaan.
Papua telah memperoleh alokasi anggaran pembangunan yang besar. JK menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai penggunaan dukungan tersebut serta berbagai kebijakan yang dilaksanakan pemerintah.
“Papua itu sudah diberikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan,” ujarnya.
Penekanan itu membawa pesan bahwa hasil pembangunan akan lebih mudah dirasakan apabila prosesnya dipahami secara bersama-sama. Bagi masyarakat, informasi yang jelas mengenai tujuan pembangunan dapat menjadi landasan untuk ikut mengawasi, mendukung, dan menyampaikan kebutuhan yang relevan dengan kondisi daerahnya.
Langkah Keamanan Tetap Diperlukan
Meski mendorong jalur persuasif, JK tidak mengabaikan kebutuhan menjaga ketertiban dan keamanan. Ia menyatakan tindakan oleh TNI dan Polri tetap diperlukan apabila terdapat gangguan yang mengancam keamanan. Namun, langkah tersebut tidak menghapus kebutuhan untuk mengutamakan pengertian dan penyelesaian secara damai.
“Apabila mereka masih begitu, tentu operasi daripada TNI, polisi. Tapi yang paling perlu ada upaya pengertian secara baik, secara damai,” katanya.
Pernyataan itu menggambarkan pentingnya keseimbangan antara penegakan keamanan dan usaha membangun komunikasi. Operasi keamanan dapat diarahkan untuk merespons ancaman atau gangguan, sedangkan dialog menjadi ruang untuk mencari pemahaman, memperkuat hubungan dengan warga, dan membuka peluang penyelesaian yang lebih berkelanjutan.
Dalam konteks Papua, pendekatan yang melibatkan masyarakat memiliki arti penting karena persoalan keamanan bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari warga. Situasi yang aman diperlukan agar pelayanan publik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta program pembangunan dapat berjalan dengan lebih baik. Karena itu, upaya meredakan ketegangan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, melainkan juga dengan kesinambungan kehidupan masyarakat.
Pengalaman Perdamaian sebagai Pelajaran
JK juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman menyelesaikan konflik melalui jalur damai. Ia menyinggung Aceh sebagai contoh bahwa persoalan yang rumit dapat ditangani melalui upaya perdamaian. Pengalaman dari berbagai wilayah, dalam pandangannya, dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menghadapi tantangan di Papua.
“Itu di mana-mana kita bisa laksanakan, kayak di Aceh, kayak di mana-mana,” ujar JK.
JK dikenal memiliki pengalaman dalam sejumlah proses perdamaian di Indonesia, termasuk penyelesaian konflik Aceh. Penekanannya terhadap dialog di Papua memperlihatkan keyakinan bahwa jalan damai perlu terus dibuka, bersamaan dengan upaya menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Pesan utamanya adalah bahwa penyelesaian persoalan Papua membutuhkan kerja bersama. Pemerintah perlu menjalankan pembangunan dan menjaga ketertiban, sementara masyarakat perlu memperoleh ruang pemahaman serta keterlibatan yang memadai. Dialog yang konsisten dapat menjadi bagian dari usaha membangun kepercayaan dan menciptakan kondisi yang lebih stabil.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan Papua tidak berhenti pada respons terhadap gangguan keamanan. Prosesnya juga diarahkan pada pencarian pemahaman yang baik, penguatan partisipasi warga, dan upaya damai yang memungkinkan pembangunan berjalan secara lebih inklusif.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is JK Dorong Pendekatan Damai dalam Penyelesaian?JK Dorong Pendekatan Damai dalam Penyelesaian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does JK Dorong Pendekatan Damai dalam Penyelesaian matter?JK Dorong Pendekatan Damai dalam Penyelesaian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.