Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mundur dari Stafsus Menteri Komdigi, Raline Shah Punya Harta Kekayaan Rp 56,9 Miliar

Published Oktober 14, 2026 · Updated Oktober 14, 2026 · By James Miller - beritahitam.com

Foto : James Miller - beritahitam.com

Raline Shah Catat Kekayaan Rp56,99 Miliar Usai Lepas Jabatan Staf Khusus Komdigi

Beritahitam.com – Raline Shah memiliki total harta kekayaan senilai Rp56.991.396.748. Nilai tersebut tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan posisi pelaporan per 31 Maret 2025.

Pada saat menyampaikan LHKPN tersebut, Raline masih menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global serta Edukasi Digital. Kini, aktris yang dikenal lewat film 5CM itu telah memutuskan untuk mengakhiri masa tugasnya di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pengunduran diri Raline berlaku mulai 13 Oktober 2026. Keputusan itu diambil setelah ia mempertimbangkan sejumlah komitmen pribadi dan pekerjaan yang terus berkembang, termasuk kelanjutan aktivitasnya di industri hiburan.

Masa Tugas di Kementerian Komunikasi dan Digital

Raline Shah dilantik oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada 13 Januari 2025 di Gedung Komdigi, Jakarta. Dalam jabatan tersebut, ia mengemban peran yang berkaitan dengan kemitraan global dan edukasi digital.

Jabatan staf khusus menempatkan seseorang untuk membantu menteri dalam bidang tertentu sesuai penugasan yang diberikan. Dalam kasus Raline, fokus perannya berkaitan dengan penguatan jejaring internasional dan penyampaian edukasi mengenai isu digital.

Setelah lebih dari satu setengah tahun menjalankan tugas, Raline memilih menutup masa pengabdiannya. Langkah tersebut tidak mengubah catatan harta yang telah ia laporkan ketika masih berstatus sebagai penyelenggara negara.

Kas Menjadi Komponen Aset Terbesar

Komposisi kekayaan Raline didominasi oleh kas dan setara kas. Nilai pos ini mencapai Rp29,05 miliar, menjadikannya bagian terbesar dari keseluruhan aset yang tercatat dalam LHKPN.

Kas dan setara kas umumnya mencakup dana yang mudah digunakan atau dicairkan dalam waktu singkat. Porsi yang besar pada kategori ini menunjukkan bahwa sebagian penting dari nilai kekayaannya tidak berbentuk aset properti maupun kendaraan.

Selain kas, Raline melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp8 miliar. Ia juga memiliki surat berharga dengan nilai Rp459 juta. Kedua kategori tersebut turut menambah nilai total aset yang dicatatkan dalam pelaporan kekayaan.

Jumlah akhir kekayaan yang tercantum mencapai Rp56,99 miliar setelah penghitungan kewajiban. Raline tercatat tidak mempunyai utang, sehingga tidak ada pengurangan dari asetnya untuk pembayaran kewajiban finansial.

Tiga Properti di Medan, Jakarta Selatan, dan Gianyar

Aset tidak bergerak Raline memiliki nilai total Rp19,3 miliar. Nilai itu berasal dari tiga kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Medan, Jakarta Selatan, serta Gianyar.

Properti pertama berupa tanah dan bangunan seluas 360 meter persegi dan 600 meter persegi di Kota Medan. Aset yang diperoleh dari hasil sendiri tersebut bernilai Rp7 miliar.

Ia juga mencatatkan tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan luas masing-masing 203 meter persegi. Nilai properti itu mencapai Rp9,2 miliar dan merupakan aset dari hasil sendiri.

Properti berikutnya berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Tanah seluas 825 meter persegi tersebut tercatat senilai Rp3,1 miliar, juga dengan keterangan perolehan dari hasil sendiri.

Kepemilikan properti menjadi salah satu unsur utama dalam LHKPN karena nilainya dapat membentuk bagian besar dari total kekayaan seorang pejabat atau penyelenggara negara. Dalam catatan Raline, aset properti berada di bawah nilai kas dan setara kas, tetapi tetap menjadi komponen terbesar kedua.

Satu Unit Toyota Avanza Veloz

Pada kategori alat transportasi dan mesin, Raline melaporkan satu mobil Toyota Avanza Veloz tahun 2020. Kendaraan tersebut bernilai Rp180 juta dan dicatat sebagai hasil sendiri.

Nilai kendaraan itu relatif kecil jika dibandingkan dengan total harta yang dilaporkan. Meski demikian, seluruh kategori aset tetap dicantumkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai harta penyelenggara negara, mulai dari properti hingga kendaraan dan aset finansial.

LHKPN merupakan instrumen pelaporan kekayaan bagi penyelenggara negara kepada KPK. Dokumen ini mencatat jenis aset, nilai kepemilikan, serta utang apabila ada. Dengan tidak adanya utang yang tercantum, nilai kekayaan Raline tetap berada pada angka Rp56.991.396.748.

Rangkuman Aset yang Dilaporkan

Secara keseluruhan, harta Raline Shah terdiri atas tanah dan bangunan Rp19,3 miliar, alat transportasi dan mesin Rp180 juta, harta bergerak lainnya Rp8 miliar, surat berharga Rp459 juta, serta kas dan setara kas Rp29,05 miliar.

Rincian tersebut menunjukkan bahwa kekayaannya tersebar pada beberapa bentuk aset, dengan dana tunai dan setara kas sebagai penyumbang terbesar. Tiga kepemilikan properti di tiga daerah berbeda juga memberi kontribusi besar terhadap jumlah keseluruhan.

Pengunduran dirinya dari jabatan Staf Khusus Menteri Komdigi mulai efektif pada 13 Oktober 2026 menandai berakhirnya peran Raline di pemerintahan. Sementara itu, catatan LHKPN per 31 Maret 2025 tetap menjadi gambaran harta yang ia laporkan saat masih menjalankan tugas di bidang kemitraan global dan edukasi digital.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mundur dari Stafsus Menteri Komdigi Raline?

Mundur dari Stafsus Menteri Komdigi Raline is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mundur dari Stafsus Menteri Komdigi Raline matter?

Mundur dari Stafsus Menteri Komdigi Raline matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.