Prabowo: Tidak Sampai 2 Tahun, Pemerintah Hasilkan 125 Kebijakan
Pemerintah Klaim Terbitkan 125 Kebijakan dalam Hampir Dua Tahun
Beritahitam.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintahannya dalam acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Jumat, 18 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan pemerintah telah menghasilkan 125 kebijakan dalam masa kerja yang belum mencapai dua tahun.
Prabowo menilai hasil tersebut tidak lepas dari kerja jajaran kabinetnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada para menteri sekaligus menegaskan bahwa sejumlah program yang dijalankan telah memberi dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
“Saya terima kasih menteri-menteri saya hebat-hebat. Apa yang kita capai, bener-bener yang kita capai Saudara-saudara ya, enggak sampai 2 tahun kita sudah menghasilkan 125 kebijakan luar biasa kalian merasakan,” katanya.
Pernyataan itu memuat gambaran luas mengenai agenda pemerintah, mulai dari kebutuhan pertanian, pembangunan infrastruktur desa, pengelolaan badan usaha milik negara, pendidikan, hingga penguatan komunitas nelayan. Sejumlah angka yang disampaikan Presiden menjadi bagian dari penekanan bahwa kebijakan tidak hanya dirancang di tingkat pusat, tetapi juga diarahkan pada sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Harga dan Ketersediaan Pupuk
Salah satu kebijakan yang disorot adalah penurunan harga pupuk di tengah penambahan pasokan. Prabowo menyebut kondisi tersebut sebagai pencapaian pertama dalam sejarah Indonesia. Bagi sektor pertanian, harga pupuk dan kepastian ketersediaannya menjadi dua hal yang berkaitan erat karena memengaruhi biaya produksi petani serta perencanaan musim tanam.
“Pertama kali dalam sejarah Indonesia kita bisa turunkan harga pupuk. Pertama kali. Harga pupuk turun tapi jumlah pupuk tambah,” katanya.
Selain kebijakan pupuk, Presiden juga menyinggung perubahan kinerja PT Pupuk Indonesia. Ia menyatakan perusahaan tersebut kini membukukan laba setelah sebelumnya mengalami kerugian. Kenaikan keuntungan yang disebutkan mencapai 252 persen.
Prabowo turut memaparkan capaian perusahaan pelat merah lain. PT Perkebunan Nusantara disebut mencatat peningkatan keuntungan 54 persen, Pertamina 86 persen, PT Pegadaian 84 persen, dan PT Semen Indonesia 400 persen. Angka-angka ini digunakan untuk menunjukkan fokus pemerintah terhadap perbaikan kinerja aset negara.
Danantara dan Konsolidasi Kekayaan Negara
Dalam pidatonya, Prabowo juga menempatkan Danantara sebagai bagian penting dari agenda konsolidasi kekayaan negara. Ia mengatakan Indonesia kini memiliki Danantara untuk memusatkan dan mengonsolidasikan kekuatan aset negara. Presiden menyebut penghasilannya meningkat 400 persen dalam satu setengah tahun.
“Dan Danantara, pertama kali dalam sejarah Indonesia, Indonesia punya sekarang Danantara. Kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan dan penghasilannya dalam satu setengah tahun naik 400 persen, Saudara-Saudara,” katanya.
Pembahasan mengenai badan usaha negara dan Danantara memperlihatkan penekanan pemerintah pada pengelolaan sumber daya publik sebagai bagian dari strategi ekonomi. Dalam konteks ini, peningkatan laba diposisikan sebagai indikator yang dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pembiayaan dan investasi nasional.
Irigasi, Jembatan Desa, dan Pangan
Di bidang pembangunan fisik, pemerintah disebut telah membangun saluran irigasi sepanjang 1.000 kilometer untuk menunjang kegiatan pertanian. Infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam menjaga akses air bagi lahan pertanian, terutama bagi daerah yang membutuhkan pengaturan distribusi air secara lebih teratur.
Prabowo juga menyampaikan perkembangan pembangunan jembatan di wilayah desa. Jumlah jembatan yang telah dibangun hampir mencapai 4.000 unit, dengan target 5.000 jembatan hingga akhir tahun. Konektivitas desa menjadi unsur penting bagi mobilitas warga, pengangkutan hasil pertanian, serta akses ke layanan pendidikan, kesehatan, dan pasar.
“Kita sudah membangun hampir 4.000 jembatan, sampai akhir tahun 5.000 jembatan di desa,” katanya.
Pada sektor ketahanan pangan, Presiden menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan penjelasan mengenai pembangunan irigasi dan kebijakan pupuk, yang sama-sama berkaitan dengan produksi pertanian.
Rangkaian program itu menunjukkan bahwa agenda pangan tidak hanya dipandang sebagai persoalan hasil panen, melainkan juga menyangkut pupuk, air, jalur distribusi, dan dukungan infrastruktur. Keberlanjutan pelaksanaannya akan menjadi aspek penting agar manfaat kebijakan dapat menjangkau pelaku usaha tani di berbagai daerah.
Pendidikan Digital dan Kampung Nelayan
Prabowo turut menguraikan kebijakan di bidang pendidikan melalui penyaluran layar pintar digital ke sekolah-sekolah. Ia menyebut telah dikirim 228 layar pintar digital untuk sekolah di Indonesia. Pemerintah juga menargetkan tambahan pengiriman hingga mendekati 300.000 unit pada tahun ini.
“Kita sudah mengirim 228 layar pintar digital untuk semua sekolah Indonesia. Dan tahun ini kita akan tambah, tambah mungkin mendekati 300.000 lagi,” katanya.
Penggunaan perangkat digital di sekolah diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, keberadaan perangkat juga membutuhkan kesiapan penggunaan di lingkungan pendidikan agar dapat memberi manfaat bagi guru dan peserta didik.
Program lain yang dipaparkan adalah pembangunan kampung nelayan. Pemerintah menargetkan 1.300 kampung nelayan berdiri pada akhir tahun. Sasaran berikutnya adalah 2.000 kampung nelayan pada tahun depan, tambahan 2.000 pada 2028, serta total 5.000 kampung nelayan sebelum 2029.
Bagi masyarakat pesisir, pembangunan kampung nelayan berkaitan dengan penguatan lingkungan hidup dan aktivitas ekonomi nelayan. Target bertahap yang disampaikan Presiden menandakan program ini direncanakan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Pidato Prabowo di peringatan HUT PAN tersebut merangkum arah kebijakan pemerintah melalui ukuran-ukuran yang mencakup pertanian, perusahaan negara, konektivitas desa, pendidikan, dan kawasan nelayan. Pelaksanaan di lapangan serta pencapaian target yang telah dipasang akan menjadi penentu utama dari dampak program-program tersebut bagi masyarakat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo?Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo matter?Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.